{"id":5680,"date":"2023-09-07T07:59:54","date_gmt":"2023-09-07T07:59:54","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5680"},"modified":"2023-09-07T07:59:54","modified_gmt":"2023-09-07T07:59:54","slug":"bakteri-pengertian-ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bakteri-pengertian-ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranannya.html","title":{"rendered":"Bakteri: Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi, dan Peranannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bakteri-pengertian-ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranannya.html\/#Ciri-Ciri_Bakteri\" >Ciri-Ciri Bakteri<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bakteri-pengertian-ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranannya.html\/#Klasifikasi_Bakteri\" >Klasifikasi Bakteri<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bakteri-pengertian-ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranannya.html\/#Peranan_Bakteri\" >Peranan Bakteri<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Bakteri adalah kelompok mikroorganisme bersel satu yang diklasifikasikan pada tingkat domain. Bersama dengan domain Arkea, bakteri digolongkan sebagai prokariota, yaitu organisme yang tidak memiliki inti sel yang terbungkus membran. Bakteri memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi, mulai dari bulat, batang, spiral, hingga bercabang. Bakteri juga dapat hidup di berbagai macam lingkungan, baik yang ekstrem maupun yang normal. Bakteri memainkan peran penting dalam siklus nutrisi, dekomposisi, simbiosis, patogenitas, dan bioteknologi. Studi tentang bakteri disebut bakteriologi<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Bakteri\"><\/span>Ciri-Ciri Bakteri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bakteri memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari organisme lain, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Sel bakteri tidak memiliki organel-organel sel yang terbungkus membran, seperti mitokondria, kloroplas, atau lisosom. Namun, bakteri dapat memiliki struktur internal lainnya, seperti ribosom, nukleoid, plasmid, granula penyimpanan, dan vakuola gas<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Dinding sel bakteri tersusun dari peptidoglikan, yaitu polimer yang terdiri dari gula dan asam amino. Peptidoglikan memberikan bentuk dan kekuatan pada sel bakteri. Beberapa bakteri juga memiliki lapisan luar yang disebut kapsul atau selaput luar<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Membran sel bakteri tersusun dari fosfolipid dan protein. Membran sel berfungsi sebagai pengatur masuk dan keluarnya zat-zat ke dalam dan dari sel. Beberapa bakteri memiliki membran sel yang berbeda dari organisme lain, misalnya Archaebacteria yang memiliki ikatan eter pada fosfolipidnya<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Bakteri dapat memiliki struktur eksternal yang berfungsi untuk gerak dan penempelan pada permukaan lain. Struktur eksternal ini antara lain flagelum, pilus, dan fimbria<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Bakteri bereproduksi secara aseksual dengan cara membelah diri secara biner (binary fission), yaitu pembelahan sel menjadi dua sel anak yang identik. Bakteri juga dapat melakukan pertukaran materi genetik dengan cara konjugasi (penghubungan antara dua sel bakteri), transformasi (penerimaan DNA dari lingkungan), atau transduksi (perantaraan virus)<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Klasifikasi_Bakteri\"><\/span>Klasifikasi Bakteri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bakteri dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Berdasarkan bentuk sel: kokus (bulat), basil (batang), spirilum (spiral), vibrio (virgul), spiroseta (spiral panjang dan tipis), atau aktinomiset (bercabang)<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Berdasarkan susunan sel: diplo (berpasangan), strepto (berantai), stafilokokus (berkelompok seperti anggur), atau tetrade (berbentuk empat persegi)<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Berdasarkan reaksi pewarnaan Gram: Gram positif (berwarna ungu karena memiliki dinding sel tebal) atau Gram negatif (berwarna merah karena memiliki dinding sel tipis)<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Berdasarkan sumber energi: fototrof (menggunakan cahaya), kemoorganotrof (menggunakan senyawa organik), atau kemolitotrof (menggunakan senyawa anorganik)<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Berdasarkan sumber karbon: autotrof (menggunakan karbon dioksida) atau heterotrof (menggunakan senyawa organik)<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Berdasarkan kebutuhan oksigen: aerob (membutuhkan oksigen), anaerob (tidak membutuhkan oksigen), fakultatif anaerob (dapat hidup dengan atau tanpa oksigen), atau mikroaerofilik (membutuhkan oksigen dalam kadar rendah)<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Berdasarkan suhu optimum: psikrofil (suhu rendah), mesofil (suhu sedang), termofil (suhu tinggi), atau hipertermofil (suhu sangat tinggi)<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Berdasarkan pH optimum: asidofil (pH rendah), netrofil (pH netral), atau alkalofil (pH tinggi)<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peranan_Bakteri\"><\/span>Peranan Bakteri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bakteri memiliki peranan yang sangat beragam bagi kehidupan di bumi, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Bakteri berperan dalam siklus nutrisi, yaitu mengubah zat-zat anorganik menjadi zat-zat organik yang dapat dimanfaatkan oleh organisme lain, atau sebaliknya. Contoh bakteri yang berperan dalam siklus nutrisi adalah bakteri pengikat nitrogen, bakteri nitrifikasi, bakteri denitrifikasi, bakteri pengurai, dan bakteri fermentasi<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Bakteri berperan dalam dekomposisi, yaitu menguraikan bahan-bahan organik menjadi bahan-bahan anorganik yang dapat kembali ke lingkungan. Contoh bakteri yang berperan dalam dekomposisi adalah bakteri saprofit dan bakteri tanah<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Bakteri berperan dalam simbiosis, yaitu hubungan timbal balik antara dua organisme yang saling menguntungkan. Contoh bakteri yang berperan dalam simbiosis adalah bakteri Rhizobium yang hidup di akar legum dan membantu mengikat nitrogen, bakteri Escherichia coli yang hidup di usus manusia dan membantu mencerna makanan, dan bakteri bioluminesen yang hidup di tubuh hewan laut dan membantu memberikan cahaya<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Bakteri berperan dalam patogenitas, yaitu menyebabkan penyakit pada organisme lain. Contoh bakteri yang berperan dalam patogenitas adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan tuberkulosis, bakteri Treponema pallidum yang menyebabkan sifilis, bakteri Vibrio cholerae yang menyebabkan kolera, dan bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan tifus<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Bakteri berperan dalam bioteknologi, yaitu pemanfaatan organisme hidup untuk kepentingan manusia. Contoh bakteri yang berperan dalam bioteknologi adalah bakteri Lactobacillus yang digunakan untuk membuat yoghurt, keju, dan asam laktat, bakteri Acetobacter yang digunakan untuk membuat cuka, bakteri Streptomyces yang digunakan untuk membuat antibiotik, dan bakteri rekombinan yang digunakan untuk membuat insulin, hormon pertumbuhan, dan vaksin<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Bakteri &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.<br \/>\n(2) Bakteriologi &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.<br \/>\n(3) Bakterie \u2013 Wikipedia, wolna encyklopedia. https:\/\/bing.com\/<br \/>\n(4) BAKTERI SMA\/MA Kelas x semester pertama &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(5) (DOC) MAKALAH BAKTERI | Heri Risnanto &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(6) Bakteri &#8211; Vikipedi. https:\/\/tr.wikipedia.org\/wiki\/Bakteri.<br \/>\n(7) Bakterie \u2013 Wikipedia, wolna encyklopedia.<br \/>\n(8) (PPT) BAKTERI | novianti suho &#8211; Academia.edu.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bakteri adalah kelompok mikroorganisme bersel satu yang diklasifikasikan pada tingkat domain. Bersama dengan domain Arkea, bakteri digolongkan sebagai prokariota, yaitu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5680"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5680\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}