{"id":5759,"date":"2023-09-10T08:49:45","date_gmt":"2023-09-10T08:49:45","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5759"},"modified":"2023-12-06T01:00:32","modified_gmt":"2023-12-06T01:00:32","slug":"ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranan-filum-nematoda-dan-arthropoda-dalam-ekosistem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranan-filum-nematoda-dan-arthropoda-dalam-ekosistem.html","title":{"rendered":"Ciri-ciri, Klasifikasi, dan Peranan Filum Nematoda dan Arthropoda dalam Ekosistem"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranan-filum-nematoda-dan-arthropoda-dalam-ekosistem.html\/#Filum_Nematoda\" >Filum Nematoda<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranan-filum-nematoda-dan-arthropoda-dalam-ekosistem.html\/#Ciri-ciri_Umum_Nematoda\" >Ciri-ciri Umum Nematoda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranan-filum-nematoda-dan-arthropoda-dalam-ekosistem.html\/#Klasifikasi_Nematoda\" >Klasifikasi Nematoda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranan-filum-nematoda-dan-arthropoda-dalam-ekosistem.html\/#Peranan_Nematoda\" >Peranan Nematoda<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranan-filum-nematoda-dan-arthropoda-dalam-ekosistem.html\/#Filum_Arthropoda\" >Filum Arthropoda<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranan-filum-nematoda-dan-arthropoda-dalam-ekosistem.html\/#Ciri-ciri_Umum_Arthropoda\" >Ciri-ciri Umum Arthropoda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranan-filum-nematoda-dan-arthropoda-dalam-ekosistem.html\/#Klasifikasi_Arthropoda\" >Klasifikasi Arthropoda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/ciri-ciri-klasifikasi-dan-peranan-filum-nematoda-dan-arthropoda-dalam-ekosistem.html\/#Peranan_Arthropoda\" >Peranan Arthropoda<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Filum_Nematoda\"><\/span><strong>Filum Nematoda<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Filum Nematoda adalah filum yang mencakup hewan-hewan yang dikenal sebagai cacing gilig atau cacing gelang. Nama filum ini berasal dari bahasa Yunani nema yang berarti benang dan eidos yang berarti bentuk, karena tubuh cacing ini berbentuk silindris dan memanjang<sup>1<\/sup><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-ciri_Umum_Nematoda\"><\/span>Ciri-ciri Umum Nematoda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ciri-ciri umum Nematoda adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Tubuh bersegmen, simetris bilateral, dan beruas-ruas.<\/li>\n<li>Memiliki kutikula yang melapisi tubuh dan melindungi dari kerusakan mekanis, dehidrasi, dan infeksi.<\/li>\n<li>Memiliki rongga tubuh (pseudoselom) yang berisi cairan dan organ-organ internal.<\/li>\n<li>Memiliki sistem pencernaan lengkap dengan mulut, faring, usus, dan anus.<\/li>\n<li>Memiliki sistem saraf tangga tali dengan otak anterior dan tali saraf ventral.<\/li>\n<li>Memiliki sistem ekskresi dengan tubulus Malpighi atau kelenjar ekskretori.<\/li>\n<li>Memiliki sistem reproduksi dengan alat kelamin terpisah (gonokoristik) atau bersatu (hermafrodit).<\/li>\n<li>Melakukan perkembangbiakan secara seksual dengan pembuahan dalam atau luar, atau secara aseksual dengan fragmentasi atau partenogenesis.<\/li>\n<li>Melakukan perkembangan tidak langsung dengan tahap larva yang mengalami pergantian kulit (ekdisis) beberapa kali sebelum menjadi dewasa.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Klasifikasi_Nematoda\"><\/span>Klasifikasi Nematoda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Nematoda dibagi menjadi dua kelas utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Kelas Enoplea: mencakup cacing-cacing yang memiliki faring berotot dan biasanya hidup bebas di tanah atau air. Contoh: Trichinella spiralis (cacing pemicu trikinosis), Trichuris trichiura (cacing kremi), dan Dracunculus medinensis (cacing Guinea).<\/li>\n<li>Kelas Chromadorea: mencakup cacing-cacing yang memiliki faring tidak berotot dan banyak yang hidup sebagai parasit pada tumbuhan atau hewan. Contoh: Ascaris lumbricoides (cacing perut), Enterobius vermicularis (cacing kremi), Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang).<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peranan_Nematoda\"><\/span>Peranan Nematoda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Nematoda memiliki peranan yang bermacam-macam dalam ekosistem, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Sebagai dekomposer yang membantu menguraikan bahan organik di tanah atau air.<\/li>\n<li>Sebagai konsumen primer yang memakan bakteri, jamur, protozoa, atau detritus.<\/li>\n<li>Sebagai konsumen sekunder atau tingkat lebih tinggi yang memakan cacing-cacing lain atau hewan-hewan kecil lainnya.<\/li>\n<li>Sebagai parasit yang menyerang tumbuhan atau hewan dan menyebabkan penyakit atau kerugian ekonomi. Beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh nematoda parasit pada manusia adalah trikinosis, filariasis, askariasis, enterobiasis, ankilostomiasis, dan drakunkuliasis.<\/li>\n<li>Sebagai agen pengendali hayati yang dapat digunakan untuk mengatasi hama tanaman atau hewan. Contoh: Steinernema carpocapsae (nematoda entomopatogenik yang dapat membunuh larva ngengat), Heterorhabditis bacteriophora (nematoda entomopatogenik yang dapat membunuh larva kumbang), dan Meloidogyne incognita (nematoda fitopatogenik yang dapat menghambat pertumbuhan gulma).<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Filum_Arthropoda\"><\/span><strong>Filum Arthropoda<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Filum Arthropoda adalah filum yang mencakup hewan-hewan yang memiliki kaki beruas-ruas atau berbuku-buku. Nama filum ini berasal dari bahasa Yunani arthron yang berarti sendi atau ruas dan podos yang berarti kaki<sup>2<\/sup> Arthropoda merupakan filum terbesar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan, dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit<sup>3<\/sup><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-ciri_Umum_Arthropoda\"><\/span>Ciri-ciri Umum Arthropoda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ciri-ciri umum Arthropoda adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Tubuh bersegmen, simetris bilateral, dan terbagi menjadi beberapa tagma (bagian tubuh yang terbentuk dari penggabungan beberapa segmen). Contoh tagma adalah kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).<\/li>\n<li>Memiliki rangka luar (eksoskeleton) yang terbuat dari kitin dan protein yang melindungi tubuh dan memberi bentuk. Rangka luar harus diganti secara berkala dengan proses pergantian kulit (ekdisis) agar dapat menyesuaikan dengan pertumbuhan tubuh.<\/li>\n<li>Memiliki kaki beruas-ruas (appendage) yang bermacam-macam bentuk dan fungsinya. Contoh: kaki jalan, kaki renang, kaki raba, kaki gigit, kaki kait, sayap, dll.<\/li>\n<li>Memiliki sistem pencernaan lengkap dengan mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Mulut dilengkapi dengan alat pengunyah yang disesuaikan dengan jenis makanannya. Contoh: mandibel (rahang bawah), maksila (rahang atas), labium (bibir bawah), labrum (bibir atas), dll.<\/li>\n<li>Memiliki sistem peredaran darah terbuka dengan jantung dorsal dan hemolimfa sebagai cairan peredarannya. Hemolimfa mengandung pigmen pernapasan yang berbeda-beda sesuai dengan lingkungan hidupnya. Contoh: hemoglobin (berwarna merah), hemeritrin (berwarna pink), hemositin (berwarna biru), klorokruorin (berwarna hijau), dll.<\/li>\n<li>Memiliki sistem respirasi yang bervariasi sesuai dengan lingkungan hidupnya. Contoh: insang (brankia) untuk hewan air, trakea dan spirakel untuk hewan darat, paru-paru buku untuk hewan darat tertentu, permukaan tubuh untuk hewan kecil atau larva.<\/li>\n<li>Memiliki sistem saraf tangga tali dengan otak anterior yang terhubung dengan ganglion subesofagus dan tali saraf ventral yang memiliki ganglion pada setiap segmen. Memiliki organ indera yang beragam seperti mata majemuk, mata tunggal (oseli), antena, seta, statosista, dll.<\/li>\n<li>Memiliki sistem ekskresi yang bervariasi sesuai dengan lingkungan hidupnya. Contoh: kelenjar hijau atau antenal untuk hewan air, kelenjar maxilla atau coxal untuk hewan air tertentu, tubulus Malpighi untuk hewan darat.<\/li>\n<li>Memiliki sistem reproduksi dengan alat kelamin terpisah (gonokoristik) atau bersatu (hermafrodit). Melakukan perkembangbiakan secara seksual dengan pembuahan dalam atau luar. Melakukan perkembangan langsung atau tidak langsung dengan tahap larva yang berbeda-beda sesuai dengan kelompoknya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Klasifikasi_Arthropoda\"><\/span>Klasifikasi Arthropoda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Arthropoda dibagi menjadi empat subfilum utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Subfilum Trilobitomorpha: mencakup hewan-hewan yang telah punah sejak zaman Paleozoikum. Tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala (sefalum), dada (toraks), dan ekor (pigidium). Contoh: trilobit.<\/li>\n<li>Subfilum Chelicerata: mencakup hewan-hewan yang memiliki sepasang chelicerae (alat gigit depan) dan empat pasang kaki. Tubuhnya terbagi menjadi dua bagian yaitu prosoma (bagian depan) dan opistosoma (bagian belakang). Contoh: laba-laba, kalajengking, tungau, lipan laut.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div aria-hidden=\"true\">\n<ul>\n<li>Subfilum Myriapoda: mencakup hewan-hewan yang memiliki banyak pasang kaki. Tubuhnya terbagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan trungka. Contoh: lipan, kelabang, kaki seribu, kaki seratus.<\/li>\n<li>Subfilum Crustacea: mencakup hewan-hewan yang hidup di air atau lingkungan lembap. Tubuhnya terbagi menjadi dua atau tiga bagian yaitu kepala (sefalum), dada (toraks), dan perut (abdomen). Memiliki dua pasang antena, sepasang mandibel, dua pasang maksila, dan beberapa pasang kaki. Contoh: udang, kepiting, lobster, kutu air, krill.<\/li>\n<li>Subfilum Hexapoda: mencakup hewan-hewan yang memiliki enam pasang kaki. Tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen). Memiliki sepasang antena, sepasang mandibel, satu pasang maksila, satu pasang labium, dan tiga pasang kaki. Sebagian besar memiliki sepasang atau dua pasang sayap. Contoh: serangga.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peranan_Arthropoda\"><\/span>Peranan Arthropoda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Arthropoda memiliki peranan yang sangat penting dalam ekosistem, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Sebagai produsen primer yang dapat melakukan fotosintesis dengan bantuan simbion bakteri atau alga. Contoh: krill, kutu air.<\/li>\n<li>Sebagai konsumen primer yang memakan tumbuhan atau bahan organik lainnya. Contoh: belalang, ulat, kupu-kupu.<\/li>\n<li>Sebagai konsumen sekunder atau tingkat lebih tinggi yang memakan hewan-hewan lain. Contoh: laba-laba, kalajengking, lipan, semut.<\/li>\n<li>Sebagai dekomposer yang membantu menguraikan bahan organik menjadi unsur-unsur hara. Contoh: rayap, kumbang.<\/li>\n<li>Sebagai polinator yang membantu penyerbukan pada tumbuhan berbunga. Contoh: lebah, lalat, ngengat.<\/li>\n<li>Sebagai parasit atau vektor penyakit yang menyerang tumbuhan atau hewan dan menyebabkan kerugian ekonomi atau kesehatan. Contoh: kutu daun, tungau merah, nyamuk, kutu busuk.<\/li>\n<li>Sebagai sumber pangan atau bahan industri bagi manusia. Contoh: udang, kepiting, lobster, madu, lilin.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Nematoda &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia.<br \/>\n(2) Nematode &#8211; Wikipedia.<br \/>\n(3) 9 Filum Dalam Kingdom Animalia &#8211; Kelas Pintar.<br \/>\n(4) Cacing gelang &#8211; Wikipedia Bahasa Melayu.<br \/>\n(5) Artropoda &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia.<br \/>\n(6) Arthropod &#8211; Wikipedia.<br \/>\n(7) Arthropoda: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh &#8211; Kompas.com.<br \/>\n(8) Klasifikasi Nemathelminthes (Nematoda) &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(9) Coelenterata, Nematoda, Chaetognata dan Annelida &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(10) Phylum Nematoda.ppt &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(11) FILUM ARTHROPODA &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(12) Makalah Arthropoda Nursista Wulandari &#8211; Academia.edu.<br \/>\n(13) Arthropoda &#8211; Academia.edu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Filum Nematoda Filum Nematoda adalah filum yang mencakup hewan-hewan yang dikenal sebagai cacing gilig atau cacing gelang. Nama filum ini&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5759","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5759"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5759\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}