{"id":5825,"date":"2023-09-11T03:25:09","date_gmt":"2023-09-11T03:25:09","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5825"},"modified":"2023-09-11T03:25:09","modified_gmt":"2023-09-11T03:25:09","slug":"membran-plasma-struktur-fungsi-dan-mekanisme-transportasi-zat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/membran-plasma-struktur-fungsi-dan-mekanisme-transportasi-zat.html","title":{"rendered":"Membran Plasma: Struktur, Fungsi, dan Mekanisme Transportasi Zat"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/membran-plasma-struktur-fungsi-dan-mekanisme-transportasi-zat.html\/#Struktur_Membran_Plasma\" >Struktur Membran Plasma<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/membran-plasma-struktur-fungsi-dan-mekanisme-transportasi-zat.html\/#Lipid\" >Lipid<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/membran-plasma-struktur-fungsi-dan-mekanisme-transportasi-zat.html\/#Protein\" >Protein<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/membran-plasma-struktur-fungsi-dan-mekanisme-transportasi-zat.html\/#Karbohidrat\" >Karbohidrat<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/membran-plasma-struktur-fungsi-dan-mekanisme-transportasi-zat.html\/#Transportasi_Zat_Melalui_Membran_Plasma\" >Transportasi Zat Melalui Membran Plasma<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Membran plasma adalah lapisan tipis yang mengelilingi sel dan memisahkan isi sel dari lingkungan luar. Membran plasma berperan penting dalam mengatur aliran zat masuk dan keluar sel, serta berinteraksi dengan molekul dan sel lainnya. Membran plasma tersusun atas lipid, protein, dan karbohidrat yang membentuk struktur dwilapis dengan permeabilitas selektif<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Struktur_Membran_Plasma\"><\/span><strong>Struktur Membran Plasma<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Membran plasma memiliki struktur yang disebut model mosaik fluida, yang menggambarkan membran sebagai lapisan lipid yang fleksibel dengan protein yang bercampur dan bergerak di dalamnya<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lipid\"><\/span>Lipid<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Lipid yang menyusun membran plasma adalah fosfolipid, yaitu molekul yang memiliki kepala hidrofilik (suka air) dan ekor hidrofobik (takut air). Fosfolipid tersusun secara dwilapis, dengan kepala menghadap ke luar dan ekor menghadap ke dalam, sehingga membentuk penghalang bagi molekul polar (bermuatan) untuk melintasi membran<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/p>\n<p>Selain fosfolipid, membran plasma juga mengandung kolesterol, yaitu jenis lipid yang berperan dalam menjaga fluiditas membran. Kolesterol menempel di antara fosfolipid dan mencegah mereka saling berdekatan terlalu rapat atau terlalu longgar. Fluiditas membran penting untuk memungkinkan pergerakan protein dan vesikel di dalam membran, serta adaptasi sel terhadap perubahan suhu<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Protein\"><\/span>Protein<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Protein adalah komponen penting lainnya dari membran plasma, yang memiliki berbagai fungsi seperti transportasi zat, pensinyalan sel, adhesi sel, dan enzim. Protein dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan posisi mereka di membran, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Protein integral, yaitu protein yang menembus atau melewati seluruh lapisan lipid. Protein integral dapat berfungsi sebagai saluran (channel) atau pembawa (carrier) untuk memfasilitasi perpindahan zat tertentu melalui membran. Protein integral juga dapat berfungsi sebagai reseptor untuk menerima sinyal dari molekul lain, seperti hormon atau neurotransmiter<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/li>\n<li>Protein perifer, yaitu protein yang menempel pada permukaan luar atau dalam membran. Protein perifer dapat berfungsi sebagai enzim untuk mengkatalisis reaksi kimia tertentu, atau sebagai struktur penunjang untuk membantu menjaga bentuk sel. Protein perifer juga dapat berfungsi sebagai molekul penghubung (linker) untuk mengikat sel dengan sel lainnya atau dengan matriks ekstraseluler<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karbohidrat\"><\/span>Karbohidrat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Karbohidrat adalah komponen lain dari membran plasma, yang biasanya melekat pada protein atau lipid, membentuk glikoprotein atau glikolipid. Karbohidrat memiliki fungsi utama sebagai penanda (marker) untuk mengenali identitas sel. Karbohidrat juga berperan dalam komunikasi antarsel, seperti saat proses fertilisasi atau respons imun<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Transportasi_Zat_Melalui_Membran_Plasma\"><\/span><strong>Transportasi Zat Melalui Membran Plasma<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Membran plasma memiliki permeabilitas selektif, artinya hanya membiarkan zat tertentu untuk melintasinya. Zat-zat tersebut dapat berupa molekul kecil seperti oksigen, karbon dioksida, air, glukosa, asam amino, atau ion-ion seperti natrium, kalium, kalsium, klorida, dan lain-lain. Transportasi zat melalui membran plasma dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Transport pasif, yaitu transportasi zat tanpa menggunakan energi sel. Transport pasif terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi antara dalam dan luar sel, sehingga zat bergerak dari konsentrasi tinggi ke rendah untuk mencapai keseimbangan. Transport pasif meliputi difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>\n<ul>\n<li>Difusi, yaitu pergerakan molekul kecil dan nonpolar, seperti oksigen dan karbon dioksida, melalui lapisan lipid membran. Difusi tergantung pada gradien konsentrasi, suhu, dan ukuran molekul<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/li>\n<li>Osmosis, yaitu pergerakan molekul air melalui membran yang selektif permeabel. Osmosis tergantung pada gradien konsentrasi larutan di dalam dan luar sel. Larutan dapat diklasifikasikan menjadi isotonik, hipertonik, atau hipotonik terhadap sel. Larutan isotonik memiliki konsentrasi zat terlarut yang sama dengan sel, sehingga tidak ada perubahan volume sel. Larutan hipertonik memiliki konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi daripada sel, sehingga air keluar dari sel dan menyebabkan sel menyusut. Larutan hipotonik memiliki konsentrasi zat terlarut yang lebih rendah daripada sel, sehingga air masuk ke dalam sel dan menyebabkan sel membengkak<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/li>\n<li>Difusi terfasilitasi, yaitu pergerakan molekul besar atau polar, seperti glukosa dan ion-ion, melalui protein integral membran. Difusi terfasilitasi juga tergantung pada gradien konsentrasi, serta spesifisitas dan saturasi protein. Ada dua jenis protein integral yang berperan dalam difusi terfasilitasi, yaitu saluran dan pembawa. Saluran adalah protein yang membentuk pori-pori di membran untuk memungkinkan zat tertentu melewatinya secara cepat. Pembawa adalah protein yang mengikat zat tertentu pada satu sisi membran dan kemudian berubah bentuk untuk melepaskannya pada sisi lain<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Transport aktif, yaitu transportasi zat dengan menggunakan energi sel. Transport aktif terjadi ketika zat bergerak dari konsentrasi rendah ke tinggi, melawan gradien konsentrasi. Transport aktif meliputi pompa ion, transport berantai, endositosis, dan eksositosis<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>\n<ul>\n<li>Pompa ion, yaitu protein integral yang menggunakan energi dari hidrolisis ATP untuk memindahkan ion-ion melintasi membran. Pompa ion berperan dalam menjaga potensial membran, keseimbangan elektrolit, dan volume sel. Contoh pompa ion adalah pompa natrium-kalium, yang memindahkan tiga ion natrium keluar sel dan dua ion kalium masuk sel untuk setiap molekul ATP yang dihidrolisis<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/li>\n<li>Transport berantai, yaitu transportasi zat dengan menggunakan energi dari gradien konsentrasi ion lainnya. Transport berantai dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kotransport (simport) dan kontransport (antiport). Kotransport adalah transportasi dua zat searah melintasi membran dengan menggunakan energi dari gradien konsentrasi salah satu zat tersebut. Kontransport adalah transportasi dua zat berlawanan arah melintasi membran dengan menggunakan energi dari gradien konsentrasi salah satu zat tersebut. Contoh transport berantai adalah transport glukosa di usus halus dengan menggunakan energi dari gradien konsentrasi natrium yang dibentuk oleh pompa natrium-kalium<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Endositosis, yaitu proses pengambilan zat dari luar sel dengan cara membentuk vesikel dari membran plasma yang mengepit ke dalam sitoplasma. Endositosis dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu fagositosis, pinositosis, dan endositosis reseptor-tergantung. Fagositosis adalah pengambilan partikel besar atau seluruh sel oleh sel fagosit (pemakan), seperti makrofag atau amuba. Pinositosis adalah pengambilan cairan ekstraseluler atau larutan oleh sel-sel tertentu, seperti epitel usus halus. Endositosis reseptor-tergantung adalah pengambilan molekul spesifik yang berikatan dengan reseptor pada permukaan membran, seperti hormon, kolesterol, atau antigen.<\/li>\n<li>Eksositosis, yaitu proses pelepasan zat dari dalam sel ke luar sel dengan cara membentuk vesikel dari membran plasma yang melekat pada membran vesikel yang membawa zat tersebut. Eksositosis berperan dalam mengeluarkan produk-produk sel, seperti hormon, enzim, atau neurotransmiter. Eksositosis juga berperan dalam memasukkan protein atau lipid ke dalam membran plasma untuk memperbarui atau memodifikasi komposisi membran.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">Source:<br \/>\n(1) MEKANISME TRANSPOR ZAT MELALUI MEMBRAN &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/43618080\/MEKANISME_TRANSPOR_ZAT_MELALUI_MEMBRAN.<br \/>\n(2) Membran sel &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Membran_sel.<br \/>\n(3) (PPT) TRANSPORT ZAT MELALUI MEMBRAN SEL &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/44013264\/TRANSPORT_ZAT_MELALUI_MEMBRAN_SEL.<br \/>\n(4) Resume Molekuler sel (Transport Membran) &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/6649493\/Resume_Molekuler_sel_Transport_Membran_.<br \/>\n(5) (DOC) Transpor Aktif | sholihatunnisa icha &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/24757237\/Transpor_Aktif.<br \/>\n(6) Sel (biologi) &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sel_%28biologi%29.<br \/>\n(7) Plasmodesmata &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Plasmodesmata.<br \/>\n(8) Sistem endomembran &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sistem_endomembran.<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membran plasma adalah lapisan tipis yang mengelilingi sel dan memisahkan isi sel dari lingkungan luar. Membran plasma berperan penting dalam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5825\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}