{"id":5842,"date":"2023-09-11T04:06:53","date_gmt":"2023-09-11T04:06:53","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5842"},"modified":"2023-09-11T04:06:53","modified_gmt":"2023-09-11T04:06:53","slug":"pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-meristem-permanen-sederhana-dan-kompleks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-meristem-permanen-sederhana-dan-kompleks.html","title":{"rendered":"Pengertian, Ciri-Ciri, dan Fungsi Jaringan Tumbuhan: Meristem, Permanen, Sederhana, dan Kompleks"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-meristem-permanen-sederhana-dan-kompleks.html\/#Jaringan_Meristem\" >Jaringan Meristem<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-meristem-permanen-sederhana-dan-kompleks.html\/#Meristem_Primer\" >Meristem Primer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-meristem-permanen-sederhana-dan-kompleks.html\/#Meristem_Sekunder\" >Meristem Sekunder<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-meristem-permanen-sederhana-dan-kompleks.html\/#Jaringan_Permanen\" >Jaringan Permanen<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-meristem-permanen-sederhana-dan-kompleks.html\/#Jaringan_Sederhana\" >Jaringan Sederhana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-meristem-permanen-sederhana-dan-kompleks.html\/#Jaringan_Kompleks\" >Jaringan Kompleks<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang tersusun atas berbagai macam sel. Sel-sel tersebut membentuk jaringan yang memiliki fungsi khusus untuk mendukung kehidupan tumbuhan. Jaringan tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Jaringan meristem adalah jaringan yang terdiri dari sel-sel muda yang aktif membelah dan belum berdiferensiasi. Jaringan permanen adalah jaringan yang terdiri dari sel-sel dewasa yang sudah berdiferensiasi dan berspesialisasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Meristem\"><\/span><strong>Jaringan Meristem<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan meristem memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Sel-selnya berbentuk kubus, silindris, atau poligonal.<\/li>\n<li>Dinding selnya tipis dan tersusun atas selulosa.<\/li>\n<li>Sitoplasmanya banyak dan mengandung banyak organel.<\/li>\n<li>Vakuolanya kecil atau tidak ada.<\/li>\n<li>Inti selnya besar dan berada di tengah sel.<\/li>\n<li>Tidak memiliki ruang antar sel (plasmodesmata).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jaringan meristem dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan asal usulnya, yaitu meristem primer dan meristem sekunder<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meristem_Primer\"><\/span>Meristem Primer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Meristem primer berasal dari sel-sel embrionik (sel telur) yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang. Meristem primer bertanggung jawab untuk pertumbuhan primer, yaitu pertumbuhan yang menghasilkan panjang organ tumbuhan. Meristem primer dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Meristem apikal, yaitu meristem yang terletak pada ujung akar dan ujung batang. Meristem apikal menghasilkan organ-organ primer seperti daun, bunga, dan tunas samping.<\/li>\n<li>Meristem interkalar, yaitu meristem yang terletak di antara ruas-ruas batang. Meristem interkalar menghasilkan pertambahan panjang batang.<\/li>\n<li>Meristem lateral, yaitu meristem yang terletak di samping batang atau akar. Meristem lateral menghasilkan cabang-cabang samping.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meristem_Sekunder\"><\/span>Meristem Sekunder<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Meristem sekunder berasal dari sel-sel parenkim yang terdapat pada korteks atau silinder pusat. Meristem sekunder bertanggung jawab untuk pertumbuhan sekunder, yaitu pertumbuhan yang menghasilkan diameter organ tumbuhan. Meristem sekunder dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Kambium, yaitu meristem yang terletak di antara xilem dan floem. Kambium menghasilkan xilem sekunder ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar.<\/li>\n<li>Kambium gabus (felogen), yaitu meristem yang terletak di bawah epidermis. Kambium gabus menghasilkan gabus (felum) ke arah luar dan parenkim gabus (feloderm) ke arah dalam.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Permanen\"><\/span><strong>Jaringan Permanen<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jaringan permanen memiliki ciri-ciri sebagai berikut<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Sel-selnya berbentuk bermacam-macam sesuai dengan fungsinya.<\/li>\n<li>Dinding selnya bervariasi dari tipis hingga tebal dan dapat mengandung lignin atau suberin.<\/li>\n<li>Sitoplasmanya sedikit atau tidak ada.<\/li>\n<li>Vakuolanya besar atau tidak ada.<\/li>\n<li>Inti selnya kecil atau tidak ada.<\/li>\n<li>Memiliki ruang antar sel (plasmodesmata).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jaringan permanen dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan tipe sel penyusunnya, yaitu jaringan sederhana dan jaringan kompleks<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Sederhana\"><\/span>Jaringan Sederhana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jaringan sederhana adalah jaringan yang terdiri dari satu jenis sel saja. Jaringan sederhana dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Parenkim, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel berbentuk poligonal dengan dinding sel tipis. Parenkim memiliki fungsi sebagai tempat fotosintesis, penyimpanan makanan, respirasi, dan penyokong. Contoh parenkim adalah klorenkim, aerenkim, dan amilum.<\/li>\n<li>Kolenkim, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel berbentuk silindris dengan dinding sel tebal di sudut-sudutnya. Kolenkim memiliki fungsi sebagai penyokong organ tumbuhan yang masih muda dan lentur. Contoh kolenkim adalah kolenkim sudut dan kolenkim pelat.<\/li>\n<li>Sklerenkim, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel berbentuk bermacam-macam dengan dinding sel tebal dan mengandung lignin. Sklerenkim memiliki fungsi sebagai penyokong organ tumbuhan yang sudah tua dan keras. Contoh sklerenkim adalah serabut dan sklereida.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_Kompleks\"><\/span>Jaringan Kompleks<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jaringan kompleks adalah jaringan yang terdiri dari lebih dari satu jenis sel. Jaringan kompleks dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Epidermis, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel pipih yang membentuk lapisan paling luar pada organ tumbuhan. Epidermis memiliki fungsi sebagai pelindung organ tumbuhan dari kerusakan mekanik, infeksi mikroba, dan kehilangan air. Contoh epidermis adalah kutikula, stomata, trikoma, dan lentisel.<\/li>\n<li>Pengangkut, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel berbentuk tabung yang membentuk sistem pengangkutan zat-zat di dalam tubuh tumbuhan. Pengangkut memiliki fungsi sebagai pengangkut air dan mineral (xilem) serta hasil fotosintesis (floem). Contoh pengangkut adalah trakea, trakeid, sel pengantar, dan sel kompanion.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Source:<br \/>\n(1) Jaringan dasar &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jaringan_dasar.<br \/>\n(2) Sel tumbuhan &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sel_tumbuhan.<br \/>\n(3) Jenis-Jenis Jaringan pada Tumbuhan Lengkap Beserta Penjelasannya &#8211; Bola.com. https:\/\/www.bola.com\/ragam\/read\/4550327\/jenis-jenis-jaringan-pada-tumbuhan-lengkap-beserta-penjelasannya.<br \/>\n(4) Sel tumbuhan &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sel_tumbuhan.<br \/>\n(5) Jenis-Jenis Jaringan pada Tumbuhan Lengkap Beserta Penjelasannya &#8211; Bola.com. https:\/\/www.bola.com\/ragam\/read\/4550327\/jenis-jenis-jaringan-pada-tumbuhan-lengkap-beserta-penjelasannya.<br \/>\n(6) Jaringan Tumbuhan: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Fungsinya &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/40440074\/Jaringan_Tumbuhan_Pengertian_Ciri_Ciri_dan_Fungsinya.<br \/>\n(7) Mengenal 6 Jenis Jaringan pada Tumbuhan dan Fungsinya, Lengkap!. https:\/\/hotelier.id\/studi\/jaringan-pada-tumbuhan-2\/.<br \/>\n(8) Macam-macam Jaringan Tumbuhan dan Fungsinya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/sains\/read\/2021\/10\/08\/221200623\/macam-macam-jaringan-tumbuhan-dan-fungsinya.<br \/>\n(9) (PPT) Jaringan Tumbuhan | lestari nur &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/34601501\/Jaringan_Tumbuhan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang tersusun atas berbagai macam sel. Sel-sel tersebut membentuk jaringan yang memiliki fungsi khusus untuk mendukung&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5842"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5842\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}