{"id":5913,"date":"2023-09-11T13:08:52","date_gmt":"2023-09-11T13:08:52","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5913"},"modified":"2023-12-06T01:00:30","modified_gmt":"2023-12-06T01:00:30","slug":"sistem-pencernaan-manusia-proses-organ-dan-penyerapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-pencernaan-manusia-proses-organ-dan-penyerapan.html","title":{"rendered":"Sistem Pencernaan Manusia: Proses, Organ, dan Penyerapan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-pencernaan-manusia-proses-organ-dan-penyerapan.html\/#Proses_Pencernaan\" >Proses Pencernaan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-pencernaan-manusia-proses-organ-dan-penyerapan.html\/#Pencernaan_Mekanis\" >Pencernaan Mekanis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-pencernaan-manusia-proses-organ-dan-penyerapan.html\/#Pencernaan_Kimiawi\" >Pencernaan Kimiawi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-pencernaan-manusia-proses-organ-dan-penyerapan.html\/#Penyerapan_Nutrisi\" >Penyerapan Nutrisi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Sistem pencernaan adalah sistem organ dalam hewan multisel yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi nutrisi dan energi, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui anus<sup>1<\/sup>. Sistem pencernaan manusia terdiri dari saluran pencernaan dan organ pencernaan tambahan<sup>2<\/sup>. Saluran pencernaan mencakup mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, dan usus besar<sup>1<\/sup>. Organ pencernaan tambahan meliputi gigi, lidah, kelenjar ludah, hati, kantung empedu, dan pankreas<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Pencernaan\"><\/span><strong>Proses Pencernaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pencernaan makanan merupakan proses memecahkan makanan menjadi molekul kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah<sup>2<\/sup>. Pencernaan makanan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu pencernaan mekanis dan pencernaan kimiawi<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pencernaan_Mekanis\"><\/span>Pencernaan Mekanis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pencernaan mekanis adalah pencernaan yang terjadi di dalam mulut dan lambung yang melibatkan gerakan fisik dalam tubuh<sup>3<\/sup>. Tujuan pencernaan mekanis adalah untuk mengubah ukuran molekul makanan menjadi bentuk lebih kecil atau halus<sup>3<\/sup>. Pencernaan mekanis melibatkan organ-organ berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Gigi: Gigi merupakan alat pencernaan mekanis yang berfungsi untuk merobek dan menghancurkan makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil<sup>2<\/sup>. Gigi manusia terdiri dari empat jenis, yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Lidah: Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot lurik yang permukaannya dilapisi oleh epitelium yang mengandung kelenjar mukosa (lendir)<sup>2<\/sup>. Fungsi lidah adalah sebagai alat perasa makanan dan berperan dalam proses mencampur, menelan, dan mempertahankan makanan di dalam mulut<sup>2<\/sup>. Pada permukaan lidah terdapat tonjolan yang disebut papila yang berisi reseptor rasa<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Otot-otot perut: Otot-otot perut berkontraksi secara ritmis untuk mencampur makanan dengan cairan lambung (gastric juice) yang mengandung asam klorida (HCl) dan enzim pepsin<sup>3<\/sup>. Proses ini disebut peristaltik dan menghasilkan massa makanan yang disebut kimus (chyme)<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pencernaan_Kimiawi\"><\/span>Pencernaan Kimiawi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pencernaan kimiawi adalah pencernaan yang melibatkan enzim dan zat kimia lainnya untuk memecah molekul kompleks menjadi struktur sederhana<sup>3<\/sup>. Pencernaan kimiawi terjadi di dalam mulut, lambung, usus halus, dan usus besar<sup>3<\/sup>. Pencernaan kimiawi melibatkan organ-organ berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Kelenjar ludah: Kelenjar ludah merupakan kelenjar eksokrin yang menghasilkan air liur (saliva) yang mengandung enzim amilase<sup>2<\/sup>. Enzim amilase berfungsi untuk memecah karbohidrat kompleks (amilum) menjadi karbohidrat sederhana (maltosa)<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Lambung: Lambung merupakan organ berbentuk kantong yang terletak di antara esofagus dan usus halus<sup>3<\/sup>. Lambung menghasilkan cairan lambung (gastric juice) yang mengandung asam klorida (HCl) dan enzim pepsin<sup>3<\/sup>. Asam klorida berfungsi untuk membunuh bakteri-bakteri yang masuk bersama makanan dan memberikan suasana asam yang optimal bagi enzim pepsin<sup>3<\/sup>. Enzim pepsin berfungsi untuk memecah protein menjadi peptida<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Usus halus: Usus halus merupakan organ terpanjang dalam saluran pencernaan yang terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum<sup>3<\/sup>. Usus halus menerima cairan empedu dari kantung empedu dan cairan pankreas dari pankreas<sup>3<\/sup>. Cairan empedu berfungsi untuk mengemulsi lemak menjadi butiran-butiran kecil yang mudah dicerna oleh enzim lipase<sup>3<\/sup>. Cairan pankreas mengandung berbagai enzim, seperti amilase, lipase, tripsin, dan kimotripsin, yang berfungsi untuk memecah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi molekul-molekul sederhana<sup>3<\/sup>. Selain itu, usus halus juga menghasilkan enzim-enzim sendiri, seperti maltase, laktase, sukrase, peptidase, dan nuklease, yang berfungsi untuk memecah maltosa, laktosa, sukrosa, peptida, dan nukleotida menjadi glukosa, galaktosa, fruktosa, asam amino, dan basa nitrogen<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Usus besar: Usus besar merupakan organ terakhir dalam saluran pencernaan yang terdiri dari sekum, kolon (kolon asenden, kolon transversum, kolon desenden, dan kolon sigmoid), rektum, dan anus<sup>3<\/sup>. Usus besar tidak menghasilkan enzim pencernaan, tetapi mengandung bakteri-bakteri simbiotik yang dapat memecah serat-serat makanan yang tidak dapat dicerna oleh enzim manusia<sup>3<\/sup>. Bakteri-bakteri ini juga dapat menghasilkan vitamin-vitamin tertentu, seperti vitamin K dan vitamin B kompleks<sup>3<\/sup>. Fungsi utama usus besar adalah untuk menyerap air dan elektrolit dari sisa-sisa makanan dan membentuk feses (tinja) yang kemudian dikeluarkan melalui anus<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyerapan_Nutrisi\"><\/span><strong>Penyerapan Nutrisi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penyerapan nutrisi adalah proses perpindahan molekul-molekul sederhana hasil pencernaan dari saluran pencernaan ke dalam aliran darah atau sistem limfatik<sup>4<\/sup>. Penyerapan nutrisi terutama terjadi di dalam usus halus yang memiliki permukaan luas karena adanya lipatan-lipatan, vili (tonjolan-tonjolan kecil), dan mikrovili (tonjolan-tonjolan mikroskopis)<sup>4<\/sup>. Penyerapan nutrisi dapat terjadi melalui beberapa mekanisme, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Difusi: Difusi adalah perpindahan zat-zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah tanpa memerlukan energi<sup>4<\/sup>. Contoh zat-zat yang diserap melalui difusi adalah air, oksigen, karbon dioksida, gliserol, asam lemak rantai pendek dan sedang<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Osmosis: Osmosis adalah perpindahan air dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel tanpa memerlukan energi<sup>4<\/sup>. Osmosis berperan dalam menjaga keseimbangan cairan antara saluran pencernaan dan darah<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Transport aktif: Transport aktif adalah perpindahan zat-zat dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi dengan menggunakan energi ATP dan protein pembawa (carrier protein)<sup>4<\/sup>. Contoh zat-zat yang diserap melalui transport aktif adalah glukosa, galaktosa, fruktosa, asam amino, peptida dipeptida dan tripeptida, nukleotida, vitamin C dan B kompleks<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Endositosis: Endositosis adalah proses masuknya zat-zat ke dalam sel dengan membentuk vesikel (kantong-kantong) yang dibungkus oleh membran sel<sup>4<\/sup>. Endositosis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu fagositosis dan pinositosis<sup>4<\/sup>. Fagositosis adalah proses masuknya partikel-partikel padat ke dalam sel dengan membentuk vesikel besar yang disebut fagosom<sup>4<\/sup>. Pinositosis adalah proses masuknya cairan atau molekul-molekul kecil ke dalam sel dengan membentuk vesikel kecil yang disebut pinosom. Contoh zat-zat yang diserap melalui endositosis adalah vitamin A, D, E, dan K, kolesterol, dan asam lemak rantai panjang.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Source:<br \/>\n(1) Sistem pencernaan &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sistem_pencernaan.<br \/>\n(2) Pencernaan &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pencernaan.<br \/>\n(3) Saluran pencernaan &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Saluran_pencernaan.<br \/>\n(4) (PDF) MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/51111648\/MATERI_SISTEM_PENCERNAAN_MANUSIA.<br \/>\n(5) (DOC) ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/12790060\/ANATOMI_FISIOLOGI_SISTEM_PENCERNAAN.<br \/>\n(6) (DOC) Anatomi Sistem Pencernaan | Lysa (Mukhlisa) &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/19121193\/Anatomi_Sistem_Pencernaan.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem pencernaan adalah sistem organ dalam hewan multisel yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi nutrisi dan energi, serta mengeluarkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5913"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5913\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}