{"id":5944,"date":"2023-09-12T02:36:14","date_gmt":"2023-09-12T02:36:14","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5944"},"modified":"2024-12-27T13:53:01","modified_gmt":"2024-12-27T06:53:01","slug":"organ-organ-ekskresi-pada-manusia-dan-fungsinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/organ-organ-ekskresi-pada-manusia-dan-fungsinya.html","title":{"rendered":"Organ-Organ Ekskresi pada Manusia dan Fungsinya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/organ-organ-ekskresi-pada-manusia-dan-fungsinya.html\/#Ginjal\" >Ginjal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/organ-organ-ekskresi-pada-manusia-dan-fungsinya.html\/#Paru-paru\" >Paru-paru<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/organ-organ-ekskresi-pada-manusia-dan-fungsinya.html\/#Kulit\" >Kulit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/organ-organ-ekskresi-pada-manusia-dan-fungsinya.html\/#Hati\" >Hati<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Sistem ekskresi adalah sistem pembuangan zat-zat sisa pada makhluk hidup seperti karbon dioksida, urea, racun dan lainnya<sup>1<\/sup>. Sistem ekskresi terdiri dari organ ginjal, paru-paru, hati, dan kulit<sup>1<\/sup>. Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme dari dalam tubuh<sup>2<\/sup>. Ekskresi adalah salah satu dari empat macam proses pengeluaran, yang lainnya adalah sekresi, inkresi, dan defekasi<sup>2<\/sup>. Osmoregulasi berkaitan erat dengan proses ekskresi, karena proses ekskresi juga mengeluarkan air dari tubuh, dalam bentuk urine dan keringat<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Organ-organ dan jaringan yang bertanggung jawab untuk membuang zat-zat sisa disebut organ ekskresi. Organ-organ tersebut membuang limbah melalui cara berikut ini<sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Eliminasi limbah bernitrogen<\/li>\n<li>Mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh<\/li>\n<li>Mempertahankan komposisi ionik cairan ekstra seluler<\/li>\n<\/ul>\n<p>Organ ekskresi utama pada manusia adalah ginjal, paru-paru, kulit, dan hati<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ginjal\"><\/span>Ginjal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ginjal merupakan organ ekskresi utama pada manusia. Organ ini berfungsi menyerap atau menyaring sisa-sisa metabolisme yang terdapat dalam darah, seperti air, urea, dan garam, yang akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urine<sup>2<\/sup>. Dari setiap ginjal keluar saluran urin atau ureter yang menuju kandung kemih (vesika urinaria). Selanjutnya, urine dari kandung kemih dikeluarkan melalui uretra<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Ginjal menyaring darah sebanyak tujuh liter per jam. Darah yang bersih digunakan kembali oleh tubuh, sedangkan darah yang kotor diproses di dalam ginjal menghasilkan urine yang harus dikeluarkan dari tubuh<sup>2<\/sup>. Ginjal terdiri atas unit-unit kecil yang disebut nefron. Satu buah ginjal mengandung \u00b1 1 juta nefron. Nefron terdiri atas kapsula Bowman, tubulus proksimal, tubulus distal, dan lengkung Henle. Di dalam kapsula Bowman terdapat kumpulan pembuluh darah kapiler yang disebut glomerulus<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Urine dibentuk dalam proses yang terdiri dari tiga tahap, yaitu penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi), dan pemekatan atau pengeluaran zat (augmentasi)<sup>2<\/sup>. Urine mengandung urea dan ammonia, garam, zat warna empedu, air, dan zat-zat berlebih seperti vitamin, hormon, dan obat-obatan<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Paru-paru\"><\/span>Paru-paru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Paru-paru merupakan organ utama untuk mengeluarkan zat sisa berupa karbon dioksida dan uap air. Di dalam paru-paru, khususnya alveolus terjadi pertukaran gas CO&lt;sub&gt;2&lt;\/sub&gt; yang dibawa oleh darah dari sel-sel tubuh dan gas O&lt;sub&gt;2&lt;\/sub&gt; dari paru-paru untuk diikat oleh darah. Selain itu, darah akan melepaskan air. Air yang dilepaskan paru-paru tersebut berwujud gas (uap air)<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Udara yang dihembuskan mengandung 3-5% CO&lt;sub&gt;2&lt;\/sub&gt;. Jumlah udara yang dikeluarkan tubuh dalam sehari adalah sebanyak 350-600 liter dan mengandung 200-300 liter karbon dioksida, yang bersifat mematikan jika tetap berada di dalam tubuh<sup>2<\/sup>. Karbon dioksida dan uap yang merupakan sisa metabolisme (oksidasi zat makanan) akan dikeluarkan dari sel-sel dalam jaringan tubuh dan masuk ke dalam aliran darah melalui pembuluh balik dan dibawa ke jantung<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kulit\"><\/span>Kulit<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kulit merupakan organ ekskresi terluas pada manusia. Kulit berfungsi mengeluarkan zat sisa berupa keringat yang mengandung air, garam, urea, dan asam laktat<sup>2<\/sup>. Keringat diproduksi oleh kelenjar keringat yang terdapat di bawah kulit. Keringat akan keluar melalui pori-pori kulit. Jumlah keringat yang dikeluarkan tubuh dalam sehari berkisar antara 500-1000 ml<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Kulit juga berperan dalam mengatur suhu tubuh. Ketika suhu tubuh meningkat, kelenjar keringat akan aktif dan mengeluarkan keringat. Keringat yang menguap akan menyerap panas dari tubuh dan menurunkan suhu tubuh<sup>2<\/sup>. Sebaliknya, ketika suhu tubuh menurun, kelenjar keringat akan tidak aktif dan pembuluh darah di bawah kulit akan menyempit. Hal ini akan mengurangi aliran darah ke kulit dan mengurangi kehilangan panas dari tubuh<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hati\"><\/span>Hati<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hati merupakan organ ekskresi yang berfungsi memecah zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh, seperti alkohol, obat-obatan, racun, dan hormon-hormon<sup>2<\/sup>. Hati juga berfungsi mengubah amonia yang bersifat toksik menjadi urea yang lebih aman untuk dikeluarkan oleh ginjal<sup>2<\/sup>. Selain itu, hati berperan dalam memproduksi empedu yang berfungsi membantu pencernaan lemak di usus halus<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Empedu mengandung zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin) yang merupakan hasil pemecahan hemoglobin dari sel darah merah yang sudah tua<sup>2<\/sup>. Zat warna empedu ini memberikan warna kuning pada urine dan warna coklat pada feses<sup>2<\/sup>. Empedu disimpan di kantung empedu (vesika fellea) dan dikeluarkan melalui saluran empedu (duktus koledokus) ke usus halus<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Source:<br \/>\n(1) Garuda &#8211; Garba Rujukan Digital. https:\/\/garuda.kemdikbud.go.id\/documents\/detail\/2533164.<br \/>\n(2) EFEKTIVITAS BUKU AJAR DIGITAL SISTEM EKSKRESI BERBASIS &#8230; &#8211; Kemdikbud.<br \/>\n(3) Sistem ekskresi &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sistem_ekskresi.<br \/>\n(4) Ekskresi &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ekskresi.<br \/>\n(5) Garuda &#8211; Garba Rujukan Digital. https:\/\/garuda.kemdikbud.go.id\/documents\/detail\/1507196.<br \/>\n(6) Sistem organ &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sistem_organ.<br \/>\n(7) undefined. http:\/\/jurnal.unej.ac.id\/index.php\/STF.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem ekskresi adalah sistem pembuangan zat-zat sisa pada makhluk hidup seperti karbon dioksida, urea, racun dan lainnya1. Sistem ekskresi terdiri&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5944"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43073,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5944\/revisions\/43073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}