{"id":5960,"date":"2023-09-12T03:02:37","date_gmt":"2023-09-12T03:02:37","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5960"},"modified":"2023-09-12T03:02:37","modified_gmt":"2023-09-12T03:02:37","slug":"struktur-internal-ginjal-dan-fungsinya-dalam-pembentukan-urine","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/struktur-internal-ginjal-dan-fungsinya-dalam-pembentukan-urine.html","title":{"rendered":"Struktur Internal Ginjal dan Fungsinya dalam Pembentukan Urine"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/struktur-internal-ginjal-dan-fungsinya-dalam-pembentukan-urine.html\/#Korteks_Luar\" >Korteks Luar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/struktur-internal-ginjal-dan-fungsinya-dalam-pembentukan-urine.html\/#Medula\" >Medula<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/struktur-internal-ginjal-dan-fungsinya-dalam-pembentukan-urine.html\/#Pelvis_Ginjal\" >Pelvis Ginjal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/struktur-internal-ginjal-dan-fungsinya-dalam-pembentukan-urine.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Ginjal adalah organ vital yang berperan dalam menyaring darah, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, serta memproduksi urine. Ginjal memiliki struktur internal yang kompleks dan terdiri dari tiga bagian utama, yaitu korteks luar, medula, dan pelvis<sup>1<\/sup>. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang masing-masing bagian tersebut dan fungsinya dalam proses pembentukan urine.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Korteks_Luar\"><\/span>Korteks Luar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Korteks luar adalah bagian ginjal yang padat, berwarna gelap, dan berbutir. Ini membentuk lapisan luar ginjal. Korteks luar mengandung sekitar 1 juta unit kerja ginjal yang disebut nefron<sup>2<\/sup>. Nefron adalah struktur mikroskopis yang terdiri dari glomerulus dan tubulus ginjal. Glomerulus adalah kumpulan kapiler darah yang dikelilingi oleh kapsula Bowman.<\/p>\n<p>Tubulus ginjal adalah saluran panjang yang melengkung dan bercabang-cabang. Fungsi utama korteks luar adalah untuk melakukan filtrasi darah. Filtrasi darah adalah proses di mana tekanan darah memaksa cairan dan zat-zat terlarut melewati dinding kapiler glomerulus dan masuk ke dalam kapsula Bowman. Cairan yang disaring ini disebut filtrat glomerulus atau urine primer<sup>3<\/sup>. Urine primer mengandung air, garam, glukosa, asam amino, urea, dan zat-zat lain yang masih berguna bagi tubuh.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Medula\"><\/span>Medula<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Medula adalah bagian ginjal yang terletak di bawah korteks dan terdiri dari 15 hingga 16 struktur berbentuk piramida yang disebut piramida ginjal<sup>1<\/sup>. Piramida ginjal memiliki ujung runcing yang disebut papila. Papila mengarah ke ruang berbentuk cangkir kecil yang disebut kaliks<sup>4<\/sup>. Kaliks mengumpulkan urine dari papila dan mengirimkannya ke pelvis ginjal.<\/p>\n<p>Medula mengandung bagian-bagian dari tubulus ginjal yang melintasi piramida ginjal. Bagian-bagian ini adalah lengkung Henle dan tubulus kolektivus. Lengkung Henle adalah bagian tubulus ginjal yang melengkung ke bawah dari korteks ke medula dan kemudian melengkung kembali ke atas ke korteks. Tubulus kolektivus adalah bagian tubulus ginjal yang menghubungkan lengkung Henle dengan papila. Fungsi utama medula adalah untuk melakukan reabsorpsi dan sekresi.<\/p>\n<p>Reabsorpsi adalah proses di mana air dan zat-zat terlarut yang masih dibutuhkan oleh tubuh diserap kembali dari filtrat glomerulus ke dalam darah melalui dinding tubulus ginjal<sup>3<\/sup>. Sekresi adalah proses di mana zat-zat sisa metabolisme, racun, atau obat-obatan yang tidak diinginkan oleh tubuh disekresikan dari darah ke dalam filtrat glomerulus melalui dinding tubulus ginjal<sup>3<\/sup>. Proses reabsorpsi dan sekresi ini mengubah komposisi filtrat glomerulus menjadi urine sekunder atau urine definitif.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelvis_Ginjal\"><\/span>Pelvis Ginjal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pelvis ginjal adalah bagian ginjal yang berfungsi sebagai rongga besar di dalam ginjal. Pelvis ginjal terhubung dengan ureter, yaitu saluran panjang yang mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih<sup>4<\/sup>. Pelvis ginjal memiliki beberapa kaliks besar yang menerima urine dari kaliks kecil. Fungsi utama pelvis ginjal adalah untuk menyimpan dan mengangkut urine dari ginjal ke ureter. Pelvis ginjal juga berperan dalam menjaga tekanan osmotik urine agar sesuai dengan tekanan osmotik plasma<sup>5<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ginjal memiliki struktur internal yang terdiri dari tiga bagian utama, yaitu korteks luar, medula, dan pelvis ginjal. Masing-masing bagian memiliki fungsi spesifik dalam proses pembentukan urine. Korteks luar bertanggung jawab untuk melakukan filtrasi darah, medula bertanggung jawab untuk melakukan reabsorpsi dan sekresi, dan pelvis ginjal bertanggung jawab untuk menyimpan dan mengangkut urine. Ginjal merupakan organ yang sangat penting bagi kesehatan tubuh, karena dapat mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, serta membuang zat-zat sisa metabolisme, racun, atau obat-obatan yang tidak diinginkan oleh tubuh. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan ginjal dengan cara mengonsumsi air yang cukup, menghindari alkohol dan rokok, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">Source:<br \/>\n(1) Mengenal Anatomi Ginjal, Mulai dari Bagian Hingga Fungsi &#8211; Hello Sehat. https:\/\/hellosehat.com\/urologi\/ginjal\/anatomi-ginjal\/.<br \/>\n(2) Ginjal, Struktur dan Fungsinya &#8211; Kompas.com.<br \/>\n(3) Ginjal \u2013 Struktur, Anatomi, Pembentukan Urin, Keseimbangan Asam Basa &#8230;.-fungsi-asam-basa\/.<br \/>\n(4) Cara Kerja Ginjal &#8211; Pengertian, Anatomi, Fungsi, Struktur, Gambar.<br \/>\n(5) undefined. https:\/\/t.me\/kompascomupdate.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ginjal adalah organ vital yang berperan dalam menyaring darah, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, serta memproduksi urine. Ginjal memiliki struktur internal yang kompleks dan terdiri&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5960","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5960\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}