{"id":5976,"date":"2023-09-12T03:43:16","date_gmt":"2023-09-12T03:43:16","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=5976"},"modified":"2023-12-06T01:00:31","modified_gmt":"2023-12-06T01:00:31","slug":"sistem-saraf-tepi-anatomi-dan-fisiologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-saraf-tepi-anatomi-dan-fisiologi.html","title":{"rendered":"Sistem Saraf Tepi: Anatomi dan Fisiologi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-saraf-tepi-anatomi-dan-fisiologi.html\/#Saraf_Kranial\" >Saraf Kranial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-saraf-tepi-anatomi-dan-fisiologi.html\/#Saraf_Spinal\" >Saraf Spinal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-saraf-tepi-anatomi-dan-fisiologi.html\/#Ganglion\" >Ganglion<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-saraf-tepi-anatomi-dan-fisiologi.html\/#Divisi_Aferen_dan_Eferen\" >Divisi Aferen dan Eferen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-saraf-tepi-anatomi-dan-fisiologi.html\/#Sistem_Saraf_Somatik_dan_Otonom\" >Sistem Saraf Somatik dan Otonom<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-saraf-tepi-anatomi-dan-fisiologi.html\/#Sistem_Saraf_Simpatik_dan_Parasimpatik\" >Sistem Saraf Simpatik dan Parasimpatik<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Sistem saraf tepi (SST) adalah bagian dari sistem saraf yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang. SST berfungsi sebagai jalur komunikasi antara sistem saraf pusat (SSP) dengan organ-organ efektor, seperti otot, kelenjar, dan reseptor sensorik. SST terdiri dari dua divisi utama, yaitu divisi aferen dan divisi eferen.<\/p>\n<p>Divisi aferen membawa informasi sensorik dari reseptor ke SSP, sedangkan divisi eferen membawa informasi motorik dari SSP ke organ efektor. Divisi eferen sendiri terbagi menjadi dua cabang, yaitu sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom.<\/p>\n<p>Sistem saraf somatik mengendalikan gerakan otot rangka yang bersifat sadar, sedangkan sistem saraf otonom mengendalikan aktivitas otot polos, otot jantung, dan kelenjar yang bersifat tidak sadar. Sistem saraf otonom juga terbagi menjadi dua subsistem, yaitu sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik, yang saling berlawanan dalam mengatur fungsi organ dalam.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Saraf_Kranial\"><\/span>Saraf Kranial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Saraf kranial adalah saraf yang berasal dari otak dan berhubungan dengan reseptor dan efektor di daerah kepala dan leher. Manusia memiliki 12 pasang saraf kranial yang memiliki nama, nomor, jenis, dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah tabel yang menjelaskan 12 pasang saraf kranial tersebut<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>:<\/p>\n<div class=\"table-wrapper\">\n<table class=\"table-content-wrapper\">\n<thead>\n<tr>\n<th>Nomor<\/th>\n<th>Nama<\/th>\n<th>Jenis<\/th>\n<th>Fungsi<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>I<\/td>\n<td>Olfaktori<\/td>\n<td>Sensori<\/td>\n<td>Menerima rangsang dari hidung dan menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai sensasi bau (penghidu)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>II<\/td>\n<td>Optik<\/td>\n<td>Sensori<\/td>\n<td>Menerima rangsang dari mata dan menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai persepsi visual<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>III<\/td>\n<td>Okulomotor<\/td>\n<td>Motorik<\/td>\n<td>Menggerakkan sebagian besar otot bola mata<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>IV<\/td>\n<td>Troklearis<\/td>\n<td>Motorik<\/td>\n<td>Menggerakkan otot bola mata<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>V<\/td>\n<td>Trigeminus<\/td>\n<td>Gabungan<\/td>\n<td>Sensori: Menerima rangsangan sensorik dari wajah untuk diproses di otak &lt;br&gt; Motorik: Menggerakkan otot-otot pengunyah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>VI<\/td>\n<td>Abdusen<\/td>\n<td>Motorik<\/td>\n<td>Menggerakkan otot bola mata<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>VII<\/td>\n<td>Fasialis<\/td>\n<td>Gabungan<\/td>\n<td>Sensori: Menerima rangsang dari 2\/3 bagian anterior lidah untuk diproses di otak sebagai sensasi rasa &lt;br&gt; Motorik: Mengendalikan otot wajah untuk menciptakan ekspresi wajah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>VIII<\/td>\n<td>Vestibulokoklearis<\/td>\n<td>Sensori<\/td>\n<td>Sensori sistem vestibular: Mengendalikan keseimbangan &lt;br&gt; Sensori sistem pendengaran: Menerima rangsang untuk diproses di otak sebagai suara<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>IX<\/td>\n<td>Glosofaringeal<\/td>\n<td>Gabungan<\/td>\n<td>Sensori: Menerima rangsang dari bagian 1\/3 posterior lidah untuk diproses di otak sebagai sensasi rasa &lt;br&gt; Motorik: menggerakkan otot-otot lidah dan faring<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>X<\/td>\n<td>Vagus<\/td>\n<td>Gabungan<\/td>\n<td>Sensori: Menerima rangsang dari organ dalam (viseral) &lt;br&gt; Motorik: Mengendalikan organ-organ dalam (viseral)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XI<\/td>\n<td>Aksesorius<\/td>\n<td>Motorik<\/td>\n<td>Menggerakkan otot trapezius dan sternocleidomastoideus (mengendalikan pergerakan kepala)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XII<\/td>\n<td>Hipoglossus<\/td>\n<td>Motorik<\/td>\n<td>Mengendalikan pergerakan lidah<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Saraf_Spinal\"><\/span>Saraf Spinal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Saraf spinal adalah saraf yang berasal dari sumsum tulang belakang dan berhubungan dengan reseptor dan efektor di daerah tubuh selain kepala dan leher. Manusia memiliki 31 pasang saraf spinal yang terbagi menjadi lima kelompok, yaitu saraf servikal, saraf torakal, saraf lumbal, saraf sakral, dan saraf koksigial. Setiap saraf spinal terdiri dari dua akar, yaitu akar dorsal dan akar ventral.<\/p>\n<p>Akar dorsal mengandung serabut saraf sensorik yang membawa informasi dari reseptor ke sumsum tulang belakang. Akar ventral mengandung serabut saraf motorik yang membawa informasi dari sumsum tulang belakang ke organ efektor.<\/p>\n<p>Kedua akar ini bersatu membentuk saraf spinal yang bercabang menjadi dua ranting, yaitu ranting dorsal dan ranting ventral. Ranting dorsal melayani daerah kulit dan otot di sepanjang garis punggung, sedangkan ranting ventral melayani daerah kulit dan otot di sepanjang dada, perut, dan anggota gerak<sup>3<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ganglion\"><\/span>Ganglion<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ganglion adalah kumpulan badan sel neuron yang terletak di luar SSP. Ganglion berperan sebagai pusat pengolahan informasi atau relay station antara neuron sensorik dan motorik. Ganglion yang terdapat pada SST dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu ganglion radiks dorsal, ganglion simpatis, dan ganglion parasimpatis.<\/p>\n<p>Ganglion radiks dorsal adalah ganglion yang terletak pada akar dorsal saraf spinal dan mengandung badan sel neuron sensorik. Ganglion simpatis adalah ganglion yang terletak di sepanjang rantai simpatis yang berjajar dengan sumsum tulang belakang dan mengandung badan sel neuron motorik simpatis. Ganglion parasimpatis adalah ganglion yang terletak dekat atau di dalam organ efektor dan mengandung badan sel neuron motorik parasimpatis<sup>5<\/sup><sup>6<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Divisi_Aferen_dan_Eferen\"><\/span>Divisi Aferen dan Eferen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Divisi aferen dan eferen pada SST adalah divisi berdasarkan arah aliran informasi yang dibawa oleh serabut saraf. Divisi aferen membawa informasi sensorik dari reseptor ke SSP, sedangkan divisi eferen membawa informasi motorik dari SSP ke organ efektor. Serabut saraf yang terdapat pada divisi aferen dan eferen dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu serat sensori dan serat motor.<\/p>\n<p>Serat sensori adalah serabut saraf yang berasal dari badan sel neuron sensorik yang terletak di ganglion radiks dorsal atau ganglion kranial. Serat sensori dapat dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan sumber rangsangan, yaitu somatik, viseral, dan spesial. Serat sensori somatik menerima rangsangan dari kulit, otot, sendi, dan tulang.<\/p>\n<p>Serat sensori viseral menerima rangsangan dari organ dalam (visera). Serat sensori spesial menerima rangsangan dari indera khusus, seperti penglihatan, pendengaran, keseimbangan, penciuman, dan pengecapan<sup>7<\/sup><sup>8<\/sup>. Serat motor adalah serabut saraf yang berasal dari badan sel neuron motorik yang terletak di SSP atau ganglion simpatis atau parasimpatis.<\/p>\n<p>Serat motor juga dapat dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan target efektor, yaitu somatik, viseral, dan spesial. Serat motor somatik mengendalikan gerakan otot rangka yang bersifat sadar. Serat motor viseral mengendalikan aktivitas otot polos, otot jantung, dan kelenjar yang bersifat tidak sadar. Serat motor spesial mengendalikan gerakan otot rangka yang berkaitan dengan ekspresi wajah, pengunyahan, menelan, bicara, dan menoleh<sup>7<\/sup><sup>8<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sistem_Saraf_Somatik_dan_Otonom\"><\/span>Sistem Saraf Somatik dan Otonom<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sistem saraf somatik dan otonom pada SST adalah sistem saraf berdasarkan jenis organ efektor yang dikendalikan oleh serabut saraf motorik. Sistem saraf somatik mengendalikan gerakan otot rangka yang bersifat sadar. Sistem saraf somatik terdiri dari satu neuron motorik somatik yang badan selnya terletak di SSP dan aksonnya berakhir di otot rangka.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">\n<p>Sistem saraf otonom mengendalikan aktivitas otot polos, otot jantung, dan kelenjar yang bersifat tidak sadar. Sistem saraf otonom terdiri dari dua neuron motorik otonom yang berurutan, yaitu neuron praganglion dan neuron pascaganglion. Neuron praganglion adalah neuron yang badan selnya terletak di SSP dan aksonnya berakhir di ganglion.<\/p>\n<p>Neuron pascaganglion adalah neuron yang badan selnya terletak di ganglion dan aksonnya berakhir di organ efektor. Sistem saraf otonom juga terbagi menjadi dua subsistem, yaitu sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik, yang saling berlawanan dalam mengatur fungsi organ dalam .<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sistem_Saraf_Simpatik_dan_Parasimpatik\"><\/span>Sistem Saraf Simpatik dan Parasimpatik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sistem saraf simpatik dan parasimpatik pada SST adalah subsistem dari sistem saraf otonom yang berbeda dalam asal-usul, panjang, neurotransmiter, dan efek dari serabut saraf motorik otonom. Sistem saraf simpatik berasal dari bagian torakal dan lumbal sumsum tulang belakang. Sistem saraf simpatik memiliki serabut praganglion pendek dan serabut pascaganglion panjang.<\/p>\n<p>Sistem saraf simpatik menggunakan asetilkolin sebagai neurotransmiter pada sinapsis praganglion-pascaganglion dan menggunakan norepinefrin sebagai neurotransmiter pada sinapsis pascaganglion-efektor. Sistem saraf simpatik berperan dalam mengaktifkan respons lawan atau lari (fight or flight) yang meningkatkan detak jantung, tekanan darah, laju pernapasan, gula darah, dan keringat, serta menurunkan pencernaan dan aktivitas seksual .<\/p>\n<p>Sistem saraf parasimpatik berasal dari bagian kranial dan sakral sumsum tulang belakang. Sistem saraf parasimpatik memiliki serabut praganglion panjang dan serabut pascaganglion pendek. Sistem saraf parasimpatik menggunakan asetilkolin sebagai neurotransmiter pada sinapsis praganglion-pascaganglion dan sinapsis pascaganglion-efektor. Sistem saraf parasimpatik berperan dalam mengaktifkan respons istirahat atau pencernaan (rest and digest) yang menurunkan detak jantung, tekanan darah, laju pernapasan, gula darah, dan keringat, serta meningkatkan pencernaan dan aktivitas seksual .<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Source:<br \/>\n(1) Sistem Saraf pada Manusia 2 &#8211; Kemdikbud. https:\/\/sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id\/sumberbelajar\/tampil\/Sistem-Saraf-pada-Manusia-2-2008-\/konten7.html.<br \/>\n(2) ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA SISTEM SARAF TEPI &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/29385328\/ANATOMI_DAN_FISIOLOGI_MANUSIA_SISTEM_SARAF_TEPI.<br \/>\n(3) Sistem saraf tepi &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sistem_saraf_tepi.<br \/>\n(4) (DOC) Sistem Saraf Tepi Manusia | Ratna Kurniati &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/34366408\/Sistem_Saraf_Tepi_Manusia.<br \/>\n(5) Susunan Saraf Manusia &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/01\/31\/120000469\/susunan-saraf-manusia.<br \/>\n(6) Mengenal Sistem Saraf Tepi (SST) lebih Lengkap &#8211; SEL.CO.ID. https:\/\/sel.co.id\/mengenal-sistem-saraf-tepi-sst-lebih-lengkap\/.<br \/>\n(7) Sist Syaraf Tepi &#8211; Direktori File UPI. http:\/\/file.upi.edu\/Direktori\/FIP\/JUR._PEND._LUAR_BIASA\/196912052001121-SETYO_WAHYU_WIBOWO\/Sist_Syaraf_Tepi_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf.<br \/>\n(8) Sistem Saraf pada Manusia: Pengertian, Bagian dan Gangguannya. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/sistem-saraf-pada-manusia\/.<br \/>\n(9) undefined. http:\/\/media-1.web.britannica.com\/eb-media\/44\/54244-004-892C5169.jpg%29.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem saraf tepi (SST) adalah bagian dari sistem saraf yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang. SST berfungsi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5976"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5976\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}