{"id":6054,"date":"2023-09-13T00:41:54","date_gmt":"2023-09-13T00:41:54","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=6054"},"modified":"2023-12-06T01:04:11","modified_gmt":"2023-12-06T01:04:11","slug":"sel-darah-putih-pengertian-fungsi-jenis-dan-penyakit-akibat-kekurangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-darah-putih-pengertian-fungsi-jenis-dan-penyakit-akibat-kekurangan.html","title":{"rendered":"Sel Darah Putih: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Penyakit Akibat Kekurangan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-darah-putih-pengertian-fungsi-jenis-dan-penyakit-akibat-kekurangan.html\/#Pengertian_Sel_Darah_Putih\" >Pengertian Sel Darah Putih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-darah-putih-pengertian-fungsi-jenis-dan-penyakit-akibat-kekurangan.html\/#Fungsi_Sel_Darah_Putih\" >Fungsi Sel Darah Putih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-darah-putih-pengertian-fungsi-jenis-dan-penyakit-akibat-kekurangan.html\/#Jenis_Sel_Darah_Putih\" >Jenis Sel Darah Putih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-darah-putih-pengertian-fungsi-jenis-dan-penyakit-akibat-kekurangan.html\/#Kekurangan_Sel_Darah_Putih\" >Kekurangan Sel Darah Putih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sel-darah-putih-pengertian-fungsi-jenis-dan-penyakit-akibat-kekurangan.html\/#Cara_Mencegah_Kekurangan_Sel_Darah_Putih\" >Cara Mencegah Kekurangan Sel Darah Putih<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Sel darah putih atau leukosit adalah salah satu komponen darah yang berfungsi untuk sistem kekebalan tubuh alias sistem imun. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara ameboid, dan dapat menembus dinding kapiler atau diapedesis. Sel darah putih ada beberapa macam, di antaranya basofil, eosinofil, neutrofil, limfosit, dan monosit. Salah satu fungsi sel darah putih adalah untuk menghasilkan antibodi, yaitu zat yang dapat membasmi virus, bakteri, jamur, parasit, serta zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Sel_Darah_Putih\"><\/span>Pengertian Sel Darah Putih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sel darah putih adalah sel lain yang terdapat dalam darah. Sel darah putih ini berbeda dengan sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen. Sel darah putih atau leukosit ini umumnya berperan dalam mempertahankan tubuh terhadap penyusupan benda asing yang selalu dipandang mempunyai kemungkinan untuk mendatangkan bahaya bagi kelangsungan hidup individu<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Sel darah putih merupakan sel darah yang mengkhususkan diri, tercermin dari asal usulnya, yang sama dengan sel darah merah, yaitu sel-sel \u201cakar\u201d (stem cells) yang terus menerus membelah didalam sumsum tulang. Jumlah normal sel darah putih mempunyai rentangan yang cukup luas, yaitu antara 5&#215;10^3 &#8211; 10^4 \/mL. Jumlah sel darah putih didalam darah tidaklah sebanyak sel darah merah. Sel darah putih berada dalam jumlah antara 0,1-0,2% dari jumlah sel darah merah<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Sel_Darah_Putih\"><\/span>Fungsi Sel Darah Putih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Fungsi utama sel darah putih adalah untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit. Sel darah putih dapat melakukan hal ini dengan cara:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengenali dan menghancurkan mikroorganisme asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit.<\/li>\n<li>Menghasilkan antibodi yang dapat menetralisir racun atau toksin yang diproduksi oleh mikroorganisme asing.<\/li>\n<li>Mengeluarkan zat kimia yang dapat merangsang respon inflamasi atau peradangan pada jaringan yang terinfeksi atau rusak.<\/li>\n<li>Mengingat mikroorganisme asing yang pernah dihadapi sebelumnya dan memberikan respon imun yang lebih cepat dan kuat jika bertemu lagi dengan mikroorganisme tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Sel_Darah_Putih\"><\/span>Jenis Sel Darah Putih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sel darah putih dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar berdasarkan keberadaan granula (butir-butir) di dalam sitoplasmanya, yaitu granulosit dan agranulosit<sup>2<\/sup>. Granulosit memiliki granula di dalam sitoplasmanya, sedangkan agranulosit tidak memiliki granula.<\/p>\n<p>Granulosit terdiri dari tiga jenis sel darah putih, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Neutrofil: merupakan jenis sel darah putih yang paling banyak (50-70% dari total sel darah putih). Neutrofil berfungsi sebagai fagosit (pemakan) pertama yang menyerang mikroorganisme asing yang masuk ke dalam tubuh. Neutrofil juga dapat melepaskan enzim-enzim pencerna dan zat kimia lainnya untuk membunuh mikroorganisme tersebut.<\/li>\n<li>Eosinofil: merupakan jenis sel darah putih yang sedikit (1-6% dari total sel darah putih). Eosinofil berfungsi sebagai fagosit kedua yang menyerang mikroorganisme asing yang tidak dapat dimakan oleh neutrofil. Eosinofil juga berperan dalam melawan infeksi parasit dan reaksi alergi.<\/li>\n<li>Basofil: merupakan jenis sel darah putih yang paling sedikit (0-1% dari total sel darah putih). Basofil berfungsi sebagai penghasil histamin dan heparin, yaitu zat kimia yang dapat meningkatkan aliran darah dan permeabilitas kapiler pada jaringan yang terinfeksi atau terluka. Basofil juga berperan dalam reaksi alergi dan inflamasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Agranulosit terdiri dari dua jenis sel darah putih, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Limfosit: merupakan jenis sel darah putih yang cukup banyak (20-40% dari total sel darah putih). Limfosit berfungsi sebagai penghasil antibodi dan sel memori, yaitu sel yang dapat mengingat mikroorganisme asing yang pernah dihadapi sebelumnya dan memberikan respon imun yang lebih cepat dan kuat jika bertemu lagi dengan mikroorganisme tersebut. Limfosit dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu limfosit B, limfosit T, dan limfosit NK (natural killer).<\/li>\n<li>Monosit: merupakan jenis sel darah putih yang sedang (2-10% dari total sel darah putih). Monosit berfungsi sebagai fagosit ketiga yang menyerang mikroorganisme asing yang masuk ke dalam tubuh. Monosit juga dapat berubah menjadi makrofag, yaitu sel fagosit besar yang dapat menelan mikroorganisme asing dalam jumlah banyak.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan_Sel_Darah_Putih\"><\/span>Kekurangan Sel Darah Putih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kekurangan sel darah putih atau leukopenia adalah kondisi di mana jumlah sel darah putih di bawah normal, yaitu kurang dari 4.500\/mcL darah<sup>3<\/sup>. Kekurangan sel darah putih dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.<\/p>\n<p>Beberapa penyebab kekurangan sel darah putih adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Infeksi virus, seperti HIV, hepatitis, mononukleosis, influenza, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Infeksi bakteri, seperti tuberkulosis, tifus, bruselosis, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Infeksi parasit, seperti malaria, leishmaniasis, toksoplasmosis, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Penyakit autoimun, seperti lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Sj\u00f6gren, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Penyakit kanker darah, seperti leukemia, limfoma, mieloma multipel, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Pengobatan kemoterapi atau radioterapi untuk mengobati kanker.<\/li>\n<li>Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, antikonvulsan, antitiroid, antipsikotik, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Gangguan sumsum tulang, seperti aplastik anemia, mielodisplasia, mielofibrosis, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Kekurangan vitamin B12 atau asam folat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Beberapa gejala kekurangan sel darah putih adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Demam<\/li>\n<li>Menggigil<\/li>\n<li>Berkeringat<\/li>\n<li>Sakit tenggorokan<\/li>\n<li>Batuk<\/li>\n<li>Sesak napas<\/li>\n<li>Luka atau infeksi yang sulit sembuh<\/li>\n<li>Lecet atau memar mudah<\/li>\n<li>Kelelahan<\/li>\n<li>Pusing<\/li>\n<li>Nyeri otot atau sendi<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk mengetahui jumlah dan jenis sel darah putih Anda. Pengobatan kekurangan sel darah putih tergantung pada penyebabnya. Beberapa pengobatan yang mungkin diberikan oleh dokter adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri.<\/li>\n<li>Antivirus untuk mengobati infeksi virus.<\/li>\n<li>Antiparasit untuk mengobati infeksi parasit.<\/li>\n<li>Obat-obatan imunosupresif untuk mengobati penyakit autoimun.<\/li>\n<li>Obat-obatan stimulan sumsum tulang untuk meningkatkan produksi sel darah putih.<\/li>\n<li>Transfusi darah atau sumsum tulang untuk mengganti sel darah putih yang hilang atau rusak.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mencegah_Kekurangan_Sel_Darah_Putih\"><\/span>Cara Mencegah Kekurangan Sel Darah Putih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk mencegah kekurangan sel darah putih, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Menjaga pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup, dan menghindari stres.<\/li>\n<li>Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit atau memiliki infeksi.<\/li>\n<li>Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, setelah buang air kecil atau besar, setelah bersin atau batuk, dan setelah menyentuh benda-benda kotor.<\/li>\n<li>Membersihkan dan menutup luka dengan perban steril untuk mencegah infeksi.<\/li>\n<li>Mengikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh dokter untuk mencegah penyakit-penyakit yang dapat menurunkan jumlah sel darah putih, seperti campak, rubela, tetanus, hepatitis, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Menghindari penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter atau mengonsumsi obat-obatan secara berlebihan.<\/li>\n<li>Melakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk mengetahui jumlah dan jenis sel darah putih Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Sel Darah Putih : Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis &amp; Kekurangan. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/sel-darah-putih\/.<br \/>\n(2) Sel darah putih &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sel_darah_putih.<br \/>\n(3) Fungsi Leukosit (Sel Darah Putih) dan Jumlah Normalnya &#8211; Hello Sehat. https:\/\/hellosehat.com\/kelainan-darah\/sel-darah-putih\/leukosit\/.<br \/>\n(4) Kenali Fungsi Sel Darah Putih dan Jumlah Normalnya &#8211; Alodokter. https:\/\/www.alodokter.com\/sel-darah-putih-kunci-tubuh-memerangi-infeksi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sel darah putih atau leukosit adalah salah satu komponen darah yang berfungsi untuk sistem kekebalan tubuh alias sistem imun. Sel&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-6054","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6054","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6054"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6054\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6054"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6054"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6054"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}