{"id":6057,"date":"2023-09-13T00:49:30","date_gmt":"2023-09-13T00:49:30","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=6057"},"modified":"2023-12-06T00:37:03","modified_gmt":"2023-12-06T00:37:03","slug":"sistem-imun-adaptif-mekanisme-komponen-dan-fungsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-imun-adaptif-mekanisme-komponen-dan-fungsi.html","title":{"rendered":"Sistem Imun Adaptif: Mekanisme, Komponen, dan Fungsi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-imun-adaptif-mekanisme-komponen-dan-fungsi.html\/#Pengertian_Sistem_Imun_Adaptif\" >Pengertian Sistem Imun Adaptif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-imun-adaptif-mekanisme-komponen-dan-fungsi.html\/#Mekanisme_Sistem_Imun_Adaptif\" >Mekanisme Sistem Imun Adaptif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-imun-adaptif-mekanisme-komponen-dan-fungsi.html\/#Komponen_Sistem_Imun_Adaptif\" >Komponen Sistem Imun Adaptif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sistem-imun-adaptif-mekanisme-komponen-dan-fungsi.html\/#Fungsi_Sistem_Imun_Adaptif\" >Fungsi Sistem Imun Adaptif<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Sistem_Imun_Adaptif\"><\/span>Pengertian Sistem Imun Adaptif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sistem imun adaptif atau sistem imun perolehan (bahasa Inggris: adaptive immune system, acquired immune system) adalah mekanisme pertahanan tubuh berupa perlawanan terhadap antigen tertentu<sup>1<\/sup>. Antigen adalah zat asing yang dapat menimbulkan respon imun, seperti bakteri, virus, jamur, parasit, atau zat kimia<sup>2<\/sup>. Sistem imun adaptif ini terutama diperankan oleh limfosit B dan limfosit T. Ada tiga jenis molekul yang penting dalam hal ini yaitu protein MHC, antibodi (imunoglobulin), dan reseptor sel T (TCR, T cell receptor)<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Sistem imun adaptif berbeda dengan sistem imun bawaan (bahasa Inggris: innate immune system) yang merupakan pertahanan tubuh yang tidak spesifik dan tidak memerlukan pengenalan antigen sebelumnya<sup>2<\/sup>. Sistem imun bawaan melibatkan sel-sel seperti makrofag, neutrofil, eosinofil, basofil, mastosit, sel NK, dan sel dendritik<sup>2<\/sup>. Sistem imun bawaan bertugas untuk menghambat masuknya patogen ke dalam tubuh dan memberikan sinyal kepada sistem imun adaptif untuk mengaktifkan respon spesifik<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mekanisme_Sistem_Imun_Adaptif\"><\/span>Mekanisme Sistem Imun Adaptif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sistem imun adaptif memiliki dua jenis respon, yaitu respon humoral dan respon seluler<sup>2<\/sup>. Respon humoral adalah respon yang melibatkan produksi antibodi oleh sel B untuk menetralkan antigen yang berada di luar sel<sup>2<\/sup>. Respon seluler adalah respon yang melibatkan aktivasi sel T untuk membunuh sel-sel yang terinfeksi antigen atau sel-sel abnormal<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Respon humoral dan respon seluler membutuhkan proses induksi dan efektor<sup>3<\/sup>. Proses induksi adalah proses pengenalan antigen oleh sel-sel penyaji antigen (APC) seperti sel dendritik, makrofag, atau sel B<sup>3<\/sup>. Sel-sel penyaji antigen akan memproses antigen dan menampilkan fragmen-fragmennya pada permukaan mereka dengan menggunakan molekul MHC kelas I atau kelas II<sup>3<\/sup>. Selanjutnya, fragmen antigen tersebut akan diikat oleh reseptor sel T pada sel T naif (belum teraktivasi) yang sesuai dengan spesifisitasnya<sup>3<\/sup>. Sel T naif akan menerima sinyal ko-stimulasi dari APC untuk menjadi teraktivasi dan berkembang biak menjadi sel T efektor (aktif) dan sel T memori<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Proses efektor adalah proses dimana sel T efektor melakukan fungsinya sesuai dengan subtipe mereka<sup>3<\/sup>. Sel T CD4+ (sel T pembantu) akan membantu aktivasi sel B dan makrofag dengan cara mengeluarkan sitokin (zat pengatur imun) sesuai dengan profil mereka<sup>3<\/sup>. Sel T CD4+ dapat dibedakan menjadi beberapa subtipe, seperti Th1, Th2, Th17, Treg, dan lain-lain<sup>3<\/sup>. Sel T CD8+ (sel T sitotoksik) akan membunuh sel-sel target yang mengekspresikan antigen dengan menggunakan molekul MHC kelas I dengan cara mengeluarkan granzim dan perforin (enzim pemecah membran)<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Sel B yang teraktivasi oleh sel T CD4+ akan berdiferensiasi menjadi plasmasit (sel penghasil antibodi) atau sel B memori<sup>3<\/sup>. Plasmasit akan mensintesis antibodi sesuai dengan spesifisitas antigen dan melepaskannya ke dalam darah atau cairan tubuh lainnya<sup>3<\/sup>. Antibodi akan berikatan dengan antigen dan membentuk kompleks imun yang dapat dieliminasi oleh sistem imun bawaan<sup>3<\/sup>. Sel B memori akan bertahan lama di dalam tubuh dan dapat memberikan respon cepat jika antigen yang sama masuk kembali<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_Sistem_Imun_Adaptif\"><\/span>Komponen Sistem Imun Adaptif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sistem imun adaptif terdiri dari beberapa komponen, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Sel B: Sel limfosit yang berasal dari sumsum tulang dan berperan dalam respon humoral<sup>2<\/sup>. Sel B memiliki reseptor sel B (BCR) yang dapat mengenali antigen secara langsung<sup>2<\/sup>. Sel B dapat berdiferensiasi menjadi plasmasit atau sel B memori<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Sel T: Sel limfosit yang berasal dari sumsum tulang dan mengalami pematangan di kelenjar timus<sup>2<\/sup>. Sel T berperan dalam respon seluler<sup>2<\/sup>. Sel T memiliki reseptor sel T (TCR) yang dapat mengenali antigen yang disajikan oleh molekul MHC<sup>2<\/sup>. Sel T dapat dibedakan menjadi sel T CD4+ atau sel T CD8+<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Antibodi: Molekul protein yang disekresikan oleh plasmasit dan dapat berikatan dengan antigen secara spesifik<sup>2<\/sup>. Antibodi memiliki struktur dasar yang terdiri dari dua rantai berat dan dua rantai ringan yang membentuk huruf Y<sup>2<\/sup>. Antibodi memiliki dua bagian, yaitu bagian variabel (Fab) yang menentukan spesifisitas antigen dan bagian konstan (Fc) yang menentukan kelas antibodi<sup>2<\/sup>. Antibodi dapat dibedakan menjadi lima kelas, yaitu IgM, IgG, IgA, IgE, dan IgD<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Molekul MHC: Molekul protein yang terdapat pada permukaan sel-sel tubuh dan berfungsi sebagai penyaji antigen kepada sel T<sup>2<\/sup>. Molekul MHC dapat dibedakan menjadi dua kelas, yaitu MHC kelas I dan MHC kelas II<sup>2<\/sup>. MHC kelas I terdapat pada semua sel nukleus dan menyajikan antigen endogen (berasal dari dalam sel) kepada sel T CD8+<sup>2<\/sup>. MHC kelas II terdapat pada sel-sel penyaji antigen profesional dan menyajikan antigen eksogen (berasal dari luar sel) kepada sel T CD4+<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Sistem_Imun_Adaptif\"><\/span>Fungsi Sistem Imun Adaptif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sistem imun adaptif memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Memberikan perlindungan spesifik terhadap antigen tertentu yang masuk ke dalam tubuh<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Menghasilkan antibodi yang dapat menetralkan antigen atau memfasilitasi eliminasi antigen oleh sistem imun bawaan<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Membunuh sel-sel yang terinfeksi antigen atau sel-sel abnormal seperti sel kanker<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Membentuk memori imun yang dapat memberikan respon cepat dan kuat jika antigen yang sama masuk kembali<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Mengatur homeostasis imun dengan cara menjaga keseimbangan antara respon imun pro-inflamasi dan anti-inflamasi<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Sistem imun adaptif adalah sistem pertahanan tubuh yang dapat mengenali dan melawan antigen tertentu yang masuk ke dalam tubuh. Sistem imun adaptif terdiri dari dua komponen utama, yaitu sel B dan sel T, yang bekerja sama untuk membentuk antibodi dan memori imun. Sistem imun adaptif memiliki dua jenis respon, yaitu respon humoral dan respon seluler. Respon humoral melibatkan produksi antibodi oleh sel B untuk menetralkan antigen yang berada di luar sel. Respon seluler melibatkan aktivasi sel T untuk membunuh sel-sel yang terinfeksi antigen atau sel-sel abnormal. Sistem imun adaptif memiliki beberapa fungsi penting, seperti memberikan perlindungan spesifik, menghasilkan antibodi, membunuh sel-sel target, membentuk memori imun, dan mengatur homeostasis imun.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">Sumber:<br \/>\n(1) Sistem imun adaptif &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sistem_imun_adaptif.<br \/>\n(2) Sistem imun adaptif &#8211; Wikiwand. https:\/\/www.wikiwand.com\/id\/Sistem_imun_adaptif.<br \/>\n(3) Sistem Imun dan Auto Imun, Apa Perbedaannya? &#8211; Katadata.co.id. https:\/\/katadata.co.id\/safrezifitra\/berita\/60f54fc8e824b\/sistem-imun-dan-auto-imun-apa-perbedaannya.<br \/>\n(4) Sistem imun adaptif &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sistem_imun_adaptif.<br \/>\n(5) Sistem Imunitas &#8211; Biologi Kelas 11 &#8211; Quipper Blog. https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/sistem-imun\/.<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Sistem Imun Adaptif Sistem imun adaptif atau sistem imun perolehan (bahasa Inggris: adaptive immune system, acquired immune system) adalah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-6057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6057"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6057\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}