{"id":6136,"date":"2023-09-14T01:20:42","date_gmt":"2023-09-14T01:20:42","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=6136"},"modified":"2023-09-14T01:20:42","modified_gmt":"2023-09-14T01:20:42","slug":"penalaran-deduktif-pengertian-ciri-jenis-dan-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penalaran-deduktif-pengertian-ciri-jenis-dan-contoh.html","title":{"rendered":"Penalaran Deduktif: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penalaran-deduktif-pengertian-ciri-jenis-dan-contoh.html\/#Ciri-Ciri_Penalaran_Deduktif\" >Ciri-Ciri Penalaran Deduktif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penalaran-deduktif-pengertian-ciri-jenis-dan-contoh.html\/#Jenis-Jenis_Penalaran_Deduktif\" >Jenis-Jenis Penalaran Deduktif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/penalaran-deduktif-pengertian-ciri-jenis-dan-contoh.html\/#Contoh_Penalaran_Deduktif\" >Contoh Penalaran Deduktif<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Penalaran deduktif adalah proses berpikir yang menghasilkan kesimpulan yang pasti dan benar dari premis atau asumsi yang juga pasti dan benar. Penalaran deduktif bersifat <strong>top-down<\/strong>, yaitu bergerak dari hal yang umum ke hal yang khusus. Penalaran deduktif juga disebut sebagai <strong>logika deduktif<\/strong> atau <strong>logika formal<\/strong>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Penalaran_Deduktif\"><\/span>Ciri-Ciri Penalaran Deduktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penalaran deduktif memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Premis atau asumsi yang digunakan harus bersifat <strong>pasti<\/strong>, <strong>benar<\/strong>, dan <strong>logis<\/strong>. Jika premis salah atau tidak logis, maka kesimpulan yang dihasilkan juga akan salah atau tidak logis.<\/li>\n<li>Kesimpulan yang dihasilkan harus <strong>sesuai<\/strong> dengan premis atau asumsi yang digunakan. Jika kesimpulan tidak sesuai dengan premis, maka penalaran deduktif tersebut tidak valid.<\/li>\n<li>Kesimpulan yang dihasilkan harus bersifat <strong>umum<\/strong> dan <strong>menyeluruh<\/strong>. Jika kesimpulan hanya berlaku untuk kasus tertentu atau sebagian, maka penalaran deduktif tersebut tidak lengkap.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Penalaran_Deduktif\"><\/span>Jenis-Jenis Penalaran Deduktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penalaran deduktif dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Silogisme<\/strong>, yaitu penalaran deduktif yang terdiri dari dua premis mayor dan minor, serta satu kesimpulan. Contoh: Semua manusia adalah makhluk hidup (premis mayor). Budi adalah manusia (premis minor). Maka, Budi adalah makhluk hidup (kesimpulan).<\/li>\n<li><strong>Entimen<\/strong>, yaitu penalaran deduktif yang terdiri dari satu premis dan satu kesimpulan. Contoh: Semua bunga mawar berduri (premis). Maka, bunga mawar di taman berduri (kesimpulan).<\/li>\n<li><strong>Dilema<\/strong>, yaitu penalaran deduktif yang terdiri dari dua premis yang saling bertentangan, serta satu kesimpulan yang mengandung pilihan. Contoh: Jika saya belajar, saya akan lulus ujian (premis 1). Jika saya tidak belajar, saya akan gagal ujian (premis 2). Maka, saya harus belajar atau gagal ujian (kesimpulan).<\/li>\n<li><strong>Reduksi ad absurdum<\/strong>, yaitu penalaran deduktif yang terdiri dari satu premis dan satu kesimpulan yang menyangkal premis tersebut dengan cara menunjukkan konsekuensi yang tidak masuk akal. Contoh: Jika bumi datar, maka kita bisa melihat ujung bumi (premis). Namun, kita tidak bisa melihat ujung bumi (konsekuensi). Maka, bumi tidak datar (kesimpulan).<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Penalaran_Deduktif\"><\/span>Contoh Penalaran Deduktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa contoh penalaran deduktif dalam kehidupan sehari-hari:<\/p>\n<ul>\n<li>Semua hewan berkaki empat adalah mamalia (premis). Kucing adalah hewan berkaki empat (premis). Maka, kucing adalah mamalia (kesimpulan).<\/li>\n<li>Semua orang yang merokok berisiko terkena kanker paru-paru (premis). Rina merokok (premis). Maka, Rina berisiko terkena kanker paru-paru (kesimpulan).<\/li>\n<li>Jika hari ini hujan, maka jalan akan basah (premis). Hari ini hujan (premis). Maka, jalan basah (kesimpulan).<\/li>\n<li>Jika saya makan banyak, saya akan gemuk (premis). Saya tidak ingin gemuk (premis). Maka, saya tidak makan banyak (kesimpulan).<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penalaran deduktif adalah proses berpikir yang menghasilkan kesimpulan yang pasti dan benar dari premis atau asumsi yang juga pasti dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-6136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6136"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6136\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}