{"id":6539,"date":"2023-09-17T08:37:51","date_gmt":"2023-09-17T08:37:51","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=6539"},"modified":"2024-12-27T14:03:05","modified_gmt":"2024-12-27T07:03:05","slug":"pancasila-sebagai-kepribadian-bangsa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pancasila-sebagai-kepribadian-bangsa-indonesia.html","title":{"rendered":"Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pancasila-sebagai-kepribadian-bangsa-indonesia.html\/#Pancasila_sebagai_Jiwa_dan_Kepribadian_Bangsa\" >Pancasila sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pancasila-sebagai-kepribadian-bangsa-indonesia.html\/#Pancasila_sebagai_Identitas_Nasional_Bangsa\" >Pancasila sebagai Identitas Nasional Bangsa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pancasila-sebagai-kepribadian-bangsa-indonesia.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Pancasila aalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pa\u00f1ca berarti lima dan \u015b\u012bla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia, serta sebagai pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari, dan sebagai dasar serta falsafah negara Republik Indonesia. Pancasila lahir 1 Juni 1945, ditetapkan pada 18 Agustus 1945 dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (pembukaan) UUD 1945<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pancasila_sebagai_Jiwa_dan_Kepribadian_Bangsa\"><\/span>Pancasila sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Bahwasanya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran, sehingga tak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Menyadari bahwa untuk kelestarian dan kemampuan Pancasila itu, perlu diusahakan secara nyata dan terus menerus penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Pancasila sebagai jiwa bangsa adalah <strong>sikap batin<\/strong> yang meliputi keyakinan, cita-cita, tujuan, semangat, motivasi, kesadaran, tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.<\/li>\n<li>Pancasila sebagai kepribadian bangsa adalah <strong>sikap lahir<\/strong> yang meliputi perilaku, tindakan, karya, prestasi, kinerja, kualitas, dan kuantitas bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pancasila_sebagai_Identitas_Nasional_Bangsa\"><\/span>Pancasila sebagai Identitas Nasional Bangsa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Identitas nasional adalah ciri-ciri khas suatu bangsa yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain. Identitas nasional mencerminkan karakteristik, sifat, budaya, sejarah, agama, bahasa, adat istiadat, dan nilai-nilai yang dianut oleh suatu bangsa.<\/p>\n<p>Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia memiliki peranan penting dalam membentuk kesatuan dan persatuan bangsa yang beragam. Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Pancasila sebagai identitas nasional adalah <strong>kesepakatan bersama<\/strong> yang diterima oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Pancasila merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendiri bangsa yang menggambarkan cita-cita luhur bangsa Indonesia untuk merdeka dari penjajahan.<\/li>\n<li>Pancasila sebagai identitas nasional adalah <strong>pedoman hidup<\/strong> yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, antara manusia dengan manusia, antara manusia dengan alam, antara manusia dengan diri sendiri, dan antara manusia dengan negara. Pancasila merupakan sumber nilai-nilai moral dan etika yang membimbing bangsa Indonesia dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara.<\/li>\n<li>Pancasila sebagai identitas nasional adalah <strong>perekat kebhinekaan<\/strong> yang menjaga keragaman suku, ras, agama, budaya, bahasa, adat istiadat, dan daerah yang ada di Indonesia. Pancasila merupakan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Pancasila merupakan jaminan toleransi, kerukunan, kesetaraan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia adalah perwujudan dari jiwa, sikap, dan identitas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia adalah hasil dari proses sejarah, budaya, dan perjuangan bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai luhur yang harus dihayati dan diamalkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia adalah dasar negara, ideologi bangsa, pandangan hidup, pedoman hidup, dan perekat kebhinekaan yang membentuk kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Sumber<\/p>\n<ul>\n<li>(1) &#8220;Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia&#8221; &#8211; https:\/\/www.academia.edu\/6379071<\/li>\n<li>(2) &#8220;Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa&#8221; &#8211; https:\/\/www.academia.edu\/62368521<\/li>\n<li>(3) &#8220;Pancasila Sebagai Identitas Nasional Bangsa Indonesia&#8221; &#8211; https:\/\/www.academia.edu\/8352416<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pancasila aalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pa\u00f1ca berarti lima dan \u015b\u012bla&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-6539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6539"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6539\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44009,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6539\/revisions\/44009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}