{"id":6595,"date":"2023-09-17T11:59:14","date_gmt":"2023-09-17T11:59:14","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=6595"},"modified":"2024-12-27T14:03:15","modified_gmt":"2024-12-27T07:03:15","slug":"konsep-dan-urgensi-pancasila-sebagai-sistem-filsafat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/konsep-dan-urgensi-pancasila-sebagai-sistem-filsafat.html","title":{"rendered":"Konsep dan Urgensi Pancasila sebagai Sistem Filsafat"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/konsep-dan-urgensi-pancasila-sebagai-sistem-filsafat.html\/#Pengertian_Sistem_Filsafat\" >Pengertian Sistem Filsafat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/konsep-dan-urgensi-pancasila-sebagai-sistem-filsafat.html\/#Konsep_Pancasila_sebagai_Sistem_Filsafat\" >Konsep Pancasila sebagai Sistem Filsafat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/konsep-dan-urgensi-pancasila-sebagai-sistem-filsafat.html\/#Urgensi_Pancasila_sebagai_Sistem_Filsafat\" >Urgensi Pancasila sebagai Sistem Filsafat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/konsep-dan-urgensi-pancasila-sebagai-sistem-filsafat.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Sistem_Filsafat\"><\/span>Pengertian Sistem Filsafat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Filsafat adalah suatu usaha untuk mencari kebenaran tentang segala sesuatu yang ada di alam semesta dengan menggunakan akal budi dan logika<sup>1<\/sup>. Filsafat juga merupakan sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap hidup, alam, dan Tuhan<sup>2<\/sup>. Filsafat mencakup berbagai cabang ilmu, seperti metafisika, epistemologi, etika, estetika, logika, politik, dan lain-lain<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Sistem filsafat adalah suatu cara pandang atau pandangan hidup yang menyeluruh, terpadu, konsisten, dan koheren tentang segala sesuatu yang ada di alam semesta<sup>3<\/sup>. Sistem filsafat mencerminkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan bagi pemikiran dan tindakan manusia<sup>3<\/sup>. Sistem filsafat juga berfungsi sebagai pedoman atau arah bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan masyarakat<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsep_Pancasila_sebagai_Sistem_Filsafat\"><\/span>Konsep Pancasila sebagai Sistem Filsafat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang terdiri dari lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan\/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia<sup>4<\/sup>. Pancasila merupakan hasil perumusan dari nilai-nilai luhur yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Indonesia sejak zaman pra-kolonial hingga zaman kemerdekaan<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu cara pandang atau pandangan hidup bangsa Indonesia yang menyeluruh, terpadu, konsisten, dan koheren tentang segala sesuatu yang ada di alam semesta. Pancasila mencerminkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan bagi pemikiran dan tindakan bangsa Indonesia dalam hubungannya dengan Tuhan, manusia, alam, negara, dan dunia. Pancasila juga berfungsi sebagai pedoman atau arah bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Pancasila sebagai sistem filsafat dapat dilihat dari dua aspek, yaitu genetivus objectivus dan genetivus subjectivus. Genetivus objectivus berarti nilai-nilai Pancasila dijadikan sebagai objek yang dicari landasan filosofisnya berdasarkan sistem-sistem dan cabang-cabang filsafat yang berkembang di Barat. Genetivus subjectivus berarti nilai-nilai Pancasila dipergunakan untuk mengkritisi berbagai aliran filsafat yang berkembang, baik untuk menemukan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila maupun untuk melihat nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Urgensi_Pancasila_sebagai_Sistem_Filsafat\"><\/span>Urgensi Pancasila sebagai Sistem Filsafat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki urgensi atau pentingnya bagi bangsa Indonesia dalam beberapa hal, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Pancasila sebagai sistem filsafat memberikan jati diri atau identitas bangsa Indonesia yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Pancasila menunjukkan ciri khas atau karakteristik bangsa Indonesia yang religius, humanis, nasionalis, demokratis, dan adil.<\/li>\n<li>Pancasila sebagai sistem filsafat memberikan dasar atau fondasi bagi pembangunan nasional di semua bidang. Pancasila menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, ekonomi, sosial, politik, hukum, pertahanan, keamanan, lingkungan hidup, dan lain-lain.<\/li>\n<li>Pancasila sebagai sistem filsafat memberikan arah atau tujuan bagi bangsa Indonesia dalam mencapai cita-cita nasional. Pancasila menjadi pedoman atau acuan bagi bangsa Indonesia dalam menentukan visi, misi, strategi, program, kebijakan, dan aksi-aksi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.<\/li>\n<li>Pancasila sebagai sistem filsafat memberikan nilai atau norma bagi bangsa Indonesia dalam berperilaku dan bertindak. Pancasila menjadi ukuran atau standar bagi bangsa Indonesia dalam menilai baik dan buruk, benar dan salah, adil dan tidak adil, layak dan tidak layak, pantas dan tidak pantas, dan sebagainya.<\/li>\n<li>Pancasila sebagai sistem filsafat memberikan jiwa atau semangat bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan dan masalah. Pancasila menjadi sumber kekuatan dan kepercayaan diri bagi bangsa Indonesia dalam mengatasi berbagai hambatan dan rintangan, serta memanfaatkan berbagai peluang dan potensi yang ada.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu cara pandang atau pandangan hidup bangsa Indonesia yang menyeluruh, terpadu, konsisten, dan koheren tentang segala sesuatu yang ada di alam semesta. Pancasila mencerminkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan bagi pemikiran dan tindakan bangsa Indonesia dalam hubungannya dengan Tuhan, manusia, alam, negara, dan dunia. Pancasila juga berfungsi sebagai pedoman atau arah bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki urgensi atau pentingnya bagi bangsa Indonesia dalam memberikan jati diri, dasar, arah, nilai, dan jiwa bagi bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<ol>\n<li>&#8220;Makalah: Menelusuri Konsep dan Urgensi Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pendidikan Pancasila,&#8221; https:\/\/www.academia.edu\/37747446\/<\/li>\n<li>&#8220;Pancasila Sebagai Sistem Filsafat&#8221; &#8211; https:\/\/www.academia.edu\/36288604\/<\/li>\n<li>&#8220;PPT: Pancasila Merupakan Sistem Filsafat&#8221; &#8211; https:\/\/www.academia.edu\/40464895\/<\/li>\n<li>&#8220;I. Menelusuri Konsep dan Urgensi Pancasila Sebagai Sistem&#8221; &#8211; https:\/\/www.academia.edu\/37940103\/<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Sistem Filsafat Filsafat adalah suatu usaha untuk mencari kebenaran tentang segala sesuatu yang ada di alam semesta dengan menggunakan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-6595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6595"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44022,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6595\/revisions\/44022"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}