{"id":6732,"date":"2023-09-18T12:45:14","date_gmt":"2023-09-18T12:45:14","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=6732"},"modified":"2024-12-27T14:03:32","modified_gmt":"2024-12-27T07:03:32","slug":"pengertian-wawasan-nusantara-ciri-ciri-dan-manfaatnya-bagi-bangsa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-wawasan-nusantara-ciri-ciri-dan-manfaatnya-bagi-bangsa-indonesia.html","title":{"rendered":"Pengertian Wawasan Nusantara, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya bagi Bangsa Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-wawasan-nusantara-ciri-ciri-dan-manfaatnya-bagi-bangsa-indonesia.html\/#Pengertian_Wawasan_Nusantara\" >Pengertian Wawasan Nusantara<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-wawasan-nusantara-ciri-ciri-dan-manfaatnya-bagi-bangsa-indonesia.html\/#Ciri-Ciri_Wawasan_Nusantara\" >Ciri-Ciri Wawasan Nusantara<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pengertian-wawasan-nusantara-ciri-ciri-dan-manfaatnya-bagi-bangsa-indonesia.html\/#Manfaat_Wawasan_Nusantara\" >Manfaat Wawasan Nusantara<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Wawasan_Nusantara\"><\/span>Pengertian Wawasan Nusantara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional (national outlook) bangsa Indonesia yang selanjutnya dapat disingkat Wasantara. Wawasan nasional merupakan cara pandang bangsa terhadap diri dan lingkungan tempat hidup bangsa yang bersangkutan. Cara bangsa memandang diri dan lingkungannya tersebut sangat mempengaruhi keberlangsungan dan keberhasilan bangsa itu menuju tujuannya<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Wawasan Nusantara berasal dari kata \u201cwawas\u201d yang berarti melihat, memandang, atau menyaksikan, dan \u201cnusantara\u201d yang berarti kepulauan yang terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Hindia dan Pasifik)<sup>3<\/sup>. Jadi, Wawasan Nusantara dapat diartikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera mengenai diri dan lingkungannya.<\/p>\n<p>Wawasan Nusantara lahir dari kesadaran akan kenyataan geografis, historis, sosial, budaya, politik, ekonomi, hukum, pertahanan, dan keamanan bangsa Indonesia<sup>4<\/sup>. Wawasan Nusantara juga didasarkan pada ide nasional bangsa Indonesia, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai aspirasi suatu bangsa yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat di tengah-tengah lingkungannya<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Wawasan_Nusantara\"><\/span>Ciri-Ciri Wawasan Nusantara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Wawasan Nusantara memiliki beberapa ciri-ciri atau karakteristik yang membedakannya dari wawasan nasional bangsa lain. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri Wawasan Nusantara:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Integralistik<\/strong>, yaitu mengutamakan keseluruhan daripada bagian-bagian. Wawasan Nusantara menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam mencapai tujuan nasional. Wawasan Nusantara juga menghargai keragaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang ada di Indonesia sebagai kekayaan bangsa<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Dinamis<\/strong>, yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan lingkungan. Wawasan Nusantara tidak bersifat statis atau kaku, tetapi fleksibel dan responsif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam maupun di luar negeri. Wawasan Nusantara juga mampu mengantisipasi tantangan dan peluang yang ada<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Realistis<\/strong>, yaitu berdasarkan pada kenyataan yang ada. Wawasan Nusantara tidak mengabaikan atau menolak fakta-fakta yang ada di lapangan, tetapi justru mengakui dan memanfaatkannya sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan-kebijakan nasional. Wawasan Nusantara juga tidak bersifat idealis atau utopis, tetapi pragmatis dan rasional<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Universal<\/strong>, yaitu sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Wawasan Nusantara tidak bersifat sempit atau egois, tetapi luas dan inklusif. Wawasan Nusantara juga tidak bersifat diskriminatif atau eksklusif, tetapi egaliter dan toleran<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Wawasan_Nusantara\"><\/span>Manfaat Wawasan Nusantara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Wawasan Nusantara memiliki beberapa manfaat bagi bangsa Indonesia, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme<\/strong>, yaitu kesadaran dan kecintaan terhadap tanah air, bangsa, dan negara. Wawasan Nusantara membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan di antara seluruh rakyat Indonesia yang beraneka ragam. Wawasan Nusantara juga menumbuhkan sikap bertanggung jawab dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.<\/li>\n<li><strong>Mendorong pembangunan nasional yang merata dan berkelanjutan<\/strong>, yaitu pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara aspek-aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, pertahanan, dan keamanan. Wawasan Nusantara mendorong pemanfaatan sumber daya alam dan potensi daerah secara optimal dan efisien. Wawasan Nusantara juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan rakyat.<\/li>\n<li><strong>Memperkuat kedaulatan dan integritas nasional<\/strong>, yaitu kemampuan untuk menentukan nasib sendiri tanpa campur tangan dari pihak luar. Wawasan Nusantara memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki hak-hak berdasarkan hukum internasional. Wawasan Nusantara juga memperkuat pertahanan dan keamanan nasional dari ancaman-ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri.<\/li>\n<li><strong>Meningkatkan peran dan citra Indonesia di dunia internasional<\/strong>, yaitu kemampuan untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam menyelesaikan isu-isu global yang berkaitan dengan kepentingan nasional. Wawasan Nusantara meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan negara-negara lain, khususnya yang berada di kawasan Asia Tenggara, Asia Pasifik, dan Samudera Hindia. Wawasan Nusantara juga meningkatkan pengaruh dan prestasi Indonesia dalam bidang-bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, olahraga, dan lain-lain.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>1) Aldea Anisyafera Novidayanti. &#8220;Wawasan Nusantara.&#8221; Academia.edu. Link.<\/p>\n<p>(2) Ardi Hidayat. &#8220;Wawasan Nusantara.&#8221; Academia.edu. Link.<\/p>\n<p>(3) Ahmad Aziz. &#8220;Wawasan Nusantara.&#8221; Academia.edu. Link.<\/p>\n<p>(4) Ainunnoer Maghfiroh. &#8220;Wawasan Nusantara.&#8221; Academia.edu. Link.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-6732","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6732","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6732"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6732\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44042,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6732\/revisions\/44042"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6732"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6732"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6732"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}