{"id":7575,"date":"2023-09-27T01:23:04","date_gmt":"2023-09-27T01:23:04","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=7575"},"modified":"2023-12-06T00:58:54","modified_gmt":"2023-12-06T00:58:54","slug":"mengenal-konsep-solidaritas-sosial-mekanik-dan-organik-menurut-emile-durkheim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-konsep-solidaritas-sosial-mekanik-dan-organik-menurut-emile-durkheim.html","title":{"rendered":"Mengenal Konsep Solidaritas Sosial Mekanik dan Organik Menurut Emile Durkheim"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-konsep-solidaritas-sosial-mekanik-dan-organik-menurut-emile-durkheim.html\/#Pengertian_Solidaritas_Sosial\" >Pengertian Solidaritas Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-konsep-solidaritas-sosial-mekanik-dan-organik-menurut-emile-durkheim.html\/#Jenis_Solidaritas_Sosial\" >Jenis Solidaritas Sosial<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-konsep-solidaritas-sosial-mekanik-dan-organik-menurut-emile-durkheim.html\/#Solidaritas_Mekanik\" >Solidaritas Mekanik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-konsep-solidaritas-sosial-mekanik-dan-organik-menurut-emile-durkheim.html\/#Solidaritas_Organik\" >Solidaritas Organik<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-konsep-solidaritas-sosial-mekanik-dan-organik-menurut-emile-durkheim.html\/#Ciri-Ciri_Solidaritas_Sosial\" >Ciri-Ciri Solidaritas Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-konsep-solidaritas-sosial-mekanik-dan-organik-menurut-emile-durkheim.html\/#Contoh_Solidaritas_Sosial\" >Contoh Solidaritas Sosial<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-konsep-solidaritas-sosial-mekanik-dan-organik-menurut-emile-durkheim.html\/#Contoh_Solidaritas_Mekanik\" >Contoh Solidaritas Mekanik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/mengenal-konsep-solidaritas-sosial-mekanik-dan-organik-menurut-emile-durkheim.html\/#Contoh_Solidaritas_Organik\" >Contoh Solidaritas Organik<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Solidaritas sosial adalah salah satu topik yang penting untuk dibahas, terutama di masa pandemi Covid-19 yang menuntut masyarakat untuk saling bekerja sama dan peduli. Solidaritas sosial dapat mempengaruhi kualitas hidup, kesejahteraan, dan keharmonisan masyarakat. Namun, apa sebenarnya pengertian solidaritas sosial? Bagaimana solidaritas sosial berkembang dan bervariasi di masyarakat yang berbeda? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kita dapat mempelajari konsep solidaritas sosial menurut Emile Durkheim, seorang tokoh sosiologi terkemuka. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memahami pengertian, jenis, ciri-ciri, dan contoh solidaritas sosial mekanik dan organik menurut Durkheim. Artikel ini akan membahas hal-hal berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Pengertian Solidaritas Sosial<\/li>\n<li>Jenis Solidaritas Sosial<\/li>\n<li>Ciri-Ciri Solidaritas Sosial<\/li>\n<li>Contoh Solidaritas Sosial<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Solidaritas_Sosial\"><\/span><strong>Pengertian Solidaritas Sosial<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut Durkheim, Solidaritas sosial adalah kesetiakawanan yang menunjuk pada suatu keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama<sup>1<\/sup>. Solidaritas sosial merupakan bagian penting dalam hubungan antara individu dengan masyarakat, karena dapat menciptakan rasa saling percaya, hormat, dan tanggung jawab. Solidaritas sosial juga dipengaruhi oleh pembagian kerja dalam masyarakat, yang dapat meningkatkan keragaman dan kompleksitas aktivitas masyarakat. Durkheim mengemukakan bahwa pembagian kerja menyebabkan perubahan dalam struktur solidaritas sosial dari mekanik ke organik<sup>2<\/sup><sup>3<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Solidaritas_Sosial\"><\/span><strong>Jenis Solidaritas Sosial<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Durkheim membedakan solidaritas sosial menjadi dua jenis, yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organik<sup>2<\/sup><sup>3<\/sup><sup>4<\/sup>. Solidaritas mekanik berkembang di masyarakat tradisional yang homogen, sedangkan solidaritas organik berkembang di masyarakat modern yang heterogen. Solidaritas mekanik didasarkan pada kesamaan kesadaran kolektif, sedangkan solidaritas organik didasarkan pada ketergantungan fungsional antara individu atau kelompok.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solidaritas_Mekanik\"><\/span>Solidaritas Mekanik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Solidaritas mekanik adalah bentuk solidaritas yang didasarkan pada kesamaan kesadaran kolektif yang dimiliki antara individu dengan sifat-sifat dan pola-pola normatif yang sama<sup>2<\/sup><sup>3<\/sup>. Masyarakat yang memiliki solidaritas mekanik biasanya memiliki pekerjaan, kepercayaan, cita-cita, komitmen, dan moral yang sama atau mirip. Mereka juga melakukan kegiatan bersama-sama secara rutin dan kompak. Masyarakat yang memiliki solidaritas mekanik memiliki sistem hukum yang bersifat represif, yaitu menekan atau menindas pelanggar norma dengan hukuman yang berat. Masyarakat yang memiliki solidaritas mekanik memiliki ikatan sosial yang kuat dan kohesif.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solidaritas_Organik\"><\/span>Solidaritas Organik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Solidaritas organik adalah bentuk solidaritas yang didasarkan pada ketergantungan fungsional antara individu atau kelompok yang memiliki perbedaan-perbedaan<sup>2<\/sup><sup>3<\/sup>. Masyarakat yang memiliki solidaritas organik biasanya memiliki pekerjaan, kepercayaan, cita-cita, komitmen, dan moral yang berbeda-beda atau spesifik. Mereka juga melakukan kegiatan secara individual atau profesional sesuai dengan bidangnya masing-masing. Masyarakat yang memiliki solidaritas organik memiliki sistem hukum yang bersifat restoratif, yaitu memulihkan atau mengembalikan pelanggar norma dengan hukuman yang proporsional. Masyarakat yang memiliki solidaritas organik memiliki ikatan sosial yang lemah dan longgar.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Solidaritas_Sosial\"><\/span><strong>Ciri-Ciri Solidaritas Sosial<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ciri-ciri solidaritas sosial dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti pekerjaan, kepercayaan, cita-cita, komitmen, moral, kegiatan, hukum, dan ikatan sosial. Berikut ini adalah tabel yang membandingkan ciri-ciri solidaritas mekanik dan organik:<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Aspek<\/th>\n<th>Solidaritas Mekanik<\/th>\n<th>Solidaritas Organik<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Pekerjaan<\/td>\n<td>Sama atau mirip<\/td>\n<td>Berbeda-beda atau spesifik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kepercayaan<\/td>\n<td>Sama atau mirip<\/td>\n<td>Berbeda-beda atau spesifik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Cita-cita<\/td>\n<td>Sama atau mirip<\/td>\n<td>Berbeda-beda atau spesifik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Komitmen<\/td>\n<td>Sama atau mirip<\/td>\n<td>Berbeda-beda atau spesifik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Moral<\/td>\n<td>Sama atau mirip<\/td>\n<td>Berbeda-beda atau spesifik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kegiatan<\/td>\n<td>Bersama-sama secara rutin dan kompak<\/td>\n<td>Individual atau profesional sesuai bidang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Hukum<\/td>\n<td>Represif (menekan atau menindas)<\/td>\n<td>Restoratif (memulihkan atau mengembalikan)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ikatan sosial<\/td>\n<td>Kuat dan kohesif<\/td>\n<td>Lemah dan longgar<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Solidaritas_Sosial\"><\/span><strong>Contoh Solidaritas Sosial<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Contoh solidaritas sosial dapat ditemukan di berbagai situasi dan konteks masyarakat. Berikut ini adalah beberapa contoh solidaritas mekanik dan organik:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Solidaritas_Mekanik\"><\/span>Contoh Solidaritas Mekanik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Gotong royong dalam membersihkan lingkungan desa atau kampung.<\/li>\n<li>Arisan dalam kelompok ibu-ibu rumah tangga atau tetangga sekitar.<\/li>\n<li>Sholat berjamaah dalam masjid atau mushola setempat.<\/li>\n<li>Kerjasama dalam menjaga keamanan dan ketertiban desa atau kampung.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Solidaritas_Organik\"><\/span>Contoh Solidaritas Organik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Kerjasama antara dokter, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.<\/li>\n<li>Kerjasama antara guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar secara daring atau luring.<\/li>\n<li>Kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19, misalnya dengan program vaksinasi, bantuan sosial, atau protokol kesehatan.<\/li>\n<li>Kerjasama antara penulis, editor, penerbit, dan pembaca dalam menghasilkan dan menikmati karya sastra.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>(1) Emile Durkheim: Fakta Sosial, Solidaritas, dan Religion Theory. https:\/\/cahayailmusosial.com\/sosiologi-emile-durkheim\/.<br \/>\n(2) Teori Solidaritas Emile Durkheim &#8211; Materi Sosiologi Kelas 11. https:\/\/www.zenius.net\/blog\/teori-solidaritas-emile-durkheim.<br \/>\n(3) Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim : Mekanik, Organik, dan &#8230;. https:\/\/www.sosiologi.info\/2021\/11\/teori-solidaritas-sosial-emile-durkheim-mekanik-organik-dan-contohnya.html.<br \/>\n(4) Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim &#8211; sosiologiku. https:\/\/sosiologiku.com\/teori-solidaritas-sosial-emile-durkheim-mekanik-organik-dan-contohnya\/.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Solidaritas sosial adalah salah satu topik yang penting untuk dibahas, terutama di masa pandemi Covid-19 yang menuntut masyarakat untuk saling bekerja sama dan peduli. Solidaritas&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-7575","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7575"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7575\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}