{"id":7765,"date":"2023-09-29T13:13:13","date_gmt":"2023-09-29T13:13:13","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=7765"},"modified":"2023-12-06T00:31:25","modified_gmt":"2023-12-06T00:31:25","slug":"hari-batik-nasional-sejarah-dan-makna-di-balik-kain-warisan-budaya-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hari-batik-nasional-sejarah-dan-makna-di-balik-kain-warisan-budaya-indonesia.html","title":{"rendered":"Hari Batik Nasional: Sejarah dan Makna di Balik Kain Warisan Budaya Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hari-batik-nasional-sejarah-dan-makna-di-balik-kain-warisan-budaya-indonesia.html\/#Sejarah_Hari_Batik_Nasional\" >Sejarah Hari Batik Nasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hari-batik-nasional-sejarah-dan-makna-di-balik-kain-warisan-budaya-indonesia.html\/#Makna_Hari_Batik_Nasional\" >Makna Hari Batik Nasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hari-batik-nasional-sejarah-dan-makna-di-balik-kain-warisan-budaya-indonesia.html\/#Cara_Merayakan_Hari_Batik_Nasional\" >Cara Merayakan Hari Batik Nasional<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Batik adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang telah mendapat pengakuan internasional. Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerapkan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya dilakukan melalui proses tertentu. Batik memiliki berbagai motif, warna, dan makna yang mencerminkan keanekaragaman dan keindahan budaya Indonesia.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Hari_Batik_Nasional\"><\/span>Sejarah Hari Batik Nasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober sejak tahun 2009. Penetapan tanggal ini berdasarkan keputusan UNESCO yang menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009<sup>1<\/sup>. Pengakuan ini merupakan hasil dari usaha pemerintah Indonesia yang mengajukan batik sebagai salah satu warisan budaya takbenda yang perlu dilestarikan dan dihormati oleh dunia.<\/p>\n<p>Pengajuan batik sebagai warisan budaya takbenda dimulai pada tahun 2008, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperkenalkan batik kepada dunia internasional saat menghadiri konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa<sup>2<\/sup>. Pada 9 Januari 2009, pengajuan batik diterima secara resmi oleh UNESCO, dan batik dikukuhkan sebagai warisan budaya takbenda pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak Benda yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Untuk merayakan pengakuan ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemudian mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional pada 17 November 2009<sup>2<\/sup>. Melalui keputusan ini, tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya sendiri.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Makna_Hari_Batik_Nasional\"><\/span>Makna Hari Batik Nasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hari Batik Nasional bukan hanya sekadar peringatan atau seremonial belaka, tetapi juga memiliki makna penting bagi bangsa Indonesia. Berikut adalah beberapa makna dari Hari Batik Nasional:<\/p>\n<ul>\n<li>Menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia.<\/li>\n<li>Menyadarkan masyarakat bahwa batik adalah karya seni yang memiliki nilai estetika, filosofis, dan historis yang tinggi.<\/li>\n<li>Mendorong masyarakat untuk mengenakan batik sebagai salah satu identitas nasional dan simbol persatuan dalam keberagaman.<\/li>\n<li>Meningkatkan apresiasi dan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan batik sebagai industri kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan.<\/li>\n<li>Menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya takbenda yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Merayakan_Hari_Batik_Nasional\"><\/span>Cara Merayakan Hari Batik Nasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Hari Batik Nasional. Berikut adalah beberapa contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengenakan batik sebagai pakaian sehari-hari atau saat menghadiri acara resmi maupun informal.<\/li>\n<li>Mengunjungi museum, galeri, atau pusat-pusat batik untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah, motif, teknik, dan makna batik.<\/li>\n<li>Mengikuti workshop, lomba, atau pameran batik untuk belajar membuat atau mengapresiasi batik.<\/li>\n<li>Membeli atau memberikan batik sebagai hadiah atau souvenir kepada keluarga, teman, atau kolega.<\/li>\n<li>Mendukung pengrajin atau pelaku industri batik dengan membeli produk-produk batik lokal yang berkualitas dan berstandar internasional.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 2 Oktober Diperingati Sebagai Hari Batik Nasional, Begini Sejarahnya. https:\/\/travel.detik.com\/travel-news\/d-6323959\/2-oktober-diperingati-sebagai-hari-batik-nasional-begini-sejarahnya.<br \/>\n(2) Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober 2023 dan Maknanya &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6955777\/sejarah-hari-batik-nasional-2-oktober-2023-dan-maknanya.<br \/>\n(3) Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober dan Maknanya bagi Indonesia. https:\/\/www.liputan6.com\/hot\/read\/5410420\/sejarah-hari-batik-nasional-2-oktober-dan-maknanya-bagi-indonesia.<br \/>\n(4) Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober 2023 dan Cara Merayakannya. https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-6956828\/sejarah-hari-batik-nasional-2-oktober-2023-dan-cara-merayakannya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batik adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang telah mendapat pengakuan internasional. Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-7765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7765"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7765\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}