{"id":7844,"date":"2023-09-30T10:56:40","date_gmt":"2023-09-30T10:56:40","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=7844"},"modified":"2023-12-06T00:32:06","modified_gmt":"2023-12-06T00:32:06","slug":"apa-kesimpulan-tentang-kurikulum-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-kesimpulan-tentang-kurikulum-merdeka.html","title":{"rendered":"Apa Kesimpulan tentang Kurikulum Merdeka?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-kesimpulan-tentang-kurikulum-merdeka.html\/#Karakteristik_Kurikulum_Merdeka\" >Karakteristik Kurikulum Merdeka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-kesimpulan-tentang-kurikulum-merdeka.html\/#Keunggulan_Kurikulum_Merdeka\" >Keunggulan Kurikulum Merdeka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-kesimpulan-tentang-kurikulum-merdeka.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Kurikulum Merdeka adalah salah satu inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar mereka. Kurikulum Merdeka diluncurkan pada tahun 2022 dan bersifat opsional, sehingga sekolah dapat menerapkannya secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing. Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik dan keunggulan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karakteristik_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Karakteristik Kurikulum Merdeka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka memiliki empat karakteristik utama, yaitu:<\/p>\n<p><strong>Pengembangan soft skills dan karakter<\/strong>. Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pengembangan soft skills dan karakter melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila. Projek ini merupakan kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu: beriman, berilmu, berakhlak mulia, berbudaya, berwawasan kebangsaan, dan berjiwa mandiri<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p><strong>Fokus pada materi esensial<\/strong>. Kurikulum Merdeka fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam sehingga ada waktu cukup untuk membangun kreativitas dan inovasi peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Materi esensial adalah materi yang paling penting untuk dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan jenjang dan tahapan belajar mereka<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p><strong>Pembelajaran yang fleksibel<\/strong>. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. Pembelajaran yang fleksibel juga memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan minat, bakat, dan potensi mereka<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p><strong>Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila<\/strong>. Kurikulum Merdeka mengharuskan setiap sekolah untuk melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai bagian dari kurikulum operasional satuan pendidikan. Projek ini merupakan kegiatan kokurikuler yang melibatkan seluruh komponen sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua\/wali, dan masyarakat. Projek ini bertujuan untuk mengembangkan soft skills dan karakter peserta didik melalui pembelajaran yang berbasis pada tema-tema atau isu penting, seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keunggulan_Kurikulum_Merdeka\"><\/span>Keunggulan Kurikulum Merdeka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, yaitu:<\/p>\n<p><strong>Lebih sederhana<\/strong>. Kurikulum Merdeka lebih sederhana karena tidak memiliki banyak dokumen acuan seperti silabus, RPP, KI-KD, dll. Kurikulum Merdeka hanya memiliki satu dokumen acuan utama yaitu Garis Besar Kurikulum Merdeka (GBKM) yang berisi tentang capaian pembelajaran yang diharapkan dari setiap jenjang pendidikan<sup>2<\/sup>. Selain itu, kurikulum ini juga tidak membatasi jumlah jam pelajaran atau muatan mata pelajaran yang harus dipenuhi oleh sekolah<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p><strong>Lebih fleksibel<\/strong>. Kurikulum Merdeka lebih fleksibel karena memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi sekolah untuk mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP) sesuai dengan visi, misi, tujuan, karakteristik, dan kebutuhan sekolah<sup>1<\/sup>. Sekolah juga dapat menyesuaikan pembelajaran dengan konteks dan muatan lokal, serta memilih metode, media, dan sumber belajar yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan peserta didik<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p><strong>Lebih relevan<\/strong>. Kurikulum Merdeka lebih relevan karena mengacu pada standar internasional dan nasional yang berlaku, seperti PISA, TIMSS, PIRLS, dll. Kurikulum ini juga mengikuti perkembangan zaman dan tantangan masa depan yang membutuhkan peserta didik yang memiliki kompetensi abad 21, seperti kreativitas, kritis, kolaborasi, komunikasi, dll<sup>2<\/sup>. Kurikulum ini juga memperhatikan keberagaman dan kekhasan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dan berbudaya<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p><strong>Lebih optimal<\/strong>. Kurikulum Merdeka lebih optimal karena fokus pada materi esensial yang paling penting untuk dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan jenjang dan tahapan belajar mereka<sup>1<\/sup>. Kurikulum ini juga memberikan waktu yang cukup untuk peserta didik untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi<sup>1<\/sup>. Kurikulum ini juga mendorong peserta didik untuk belajar secara aktif, mandiri, dan berorientasi pada hasil<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar mereka. Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik dan keunggulan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka diluncurkan pada tahun 2022 dan bersifat opsional, sehingga sekolah dapat menerapkannya secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing. Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menciptakan generasi Indonesia yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, berbudaya, berwawasan kebangsaan, dan berjiwa mandiri.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kurikulum Merdeka &#8211; Kemendikbudristek. https:\/\/kurikulum.kemdikbud.go.id\/kurikulum-merdeka\/.<br \/>\n(2) Apa Itu Kurikulum Merdeka? Begini Penjelasan Lengkap Kemendikbud. https:\/\/www.kompas.com\/edu\/read\/2022\/02\/12\/210034971\/apa-itu-kurikulum-merdeka-begini-penjelasan-lengkap-kemendikbud.<br \/>\n(3) Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini Pengertian &amp; Prinsip &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/sekolah\/d-6818335\/apa-itu-kurikulum-merdeka-ini-pengertian&#8211;prinsip-pembelajarannya.<br \/>\n(4) Kurikulum Merdeka Belajar: Pengertian, Tujuan, Karakteristik, hingga &#8230;. https:\/\/www.detik.com\/sulsel\/berita\/d-6823183\/kurikulum-merdeka-belajar-pengertian-tujuan-karakteristik-hingga-keunggulannya.<br \/>\n(5) Kurikulum Merdeka &#8211; Direktorat Sekolah Dasar. https:\/\/ditpsd.kemdikbud.go.id\/hal\/kurikulum-merdeka.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kurikulum Merdeka adalah salah satu inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada pendidik dan peserta didik dalam&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-7844","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7844"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7844\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}