{"id":8084,"date":"2023-10-05T13:08:52","date_gmt":"2023-10-05T13:08:52","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=8084"},"modified":"2023-12-06T01:04:30","modified_gmt":"2023-12-06T01:04:30","slug":"tendangan-penalti-dalam-sepak-bola-penyebab-aturan-dan-cara-mengambilnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tendangan-penalti-dalam-sepak-bola-penyebab-aturan-dan-cara-mengambilnya.html","title":{"rendered":"Tendangan Penalti dalam Sepak Bola: Penyebab, Aturan, dan Cara Mengambilnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tendangan-penalti-dalam-sepak-bola-penyebab-aturan-dan-cara-mengambilnya.html\/#Penyebab_Tendangan_Penalti\" >Penyebab Tendangan Penalti<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tendangan-penalti-dalam-sepak-bola-penyebab-aturan-dan-cara-mengambilnya.html\/#Aturan_dan_Syarat_Tendangan_Penalti\" >Aturan dan Syarat Tendangan Penalti<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tendangan-penalti-dalam-sepak-bola-penyebab-aturan-dan-cara-mengambilnya.html\/#Cara_Mengambil_dan_Menghadapi_Tendangan_Penalti\" >Cara Mengambil dan Menghadapi Tendangan Penalti<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Tendangan penalti adalah salah satu situasi yang paling menegangkan dan menentukan dalam permainan sepak bola. Tendangan penalti dapat mengubah jalannya pertandingan, baik itu untuk mencetak gol, menyelamatkan gawang, atau menentukan pemenang. Namun, kapan sebenarnya terjadi tendangan penalti dalam sepak bola? Apa saja aturan dan syaratnya? Bagaimana cara mengambil dan menghadapi tendangan penalti? Artikel ini akan membahas hal-hal tersebut secara lengkap.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Tendangan_Penalti\"><\/span>Penyebab Tendangan Penalti<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tendangan penalti terjadi ketika wasit memberikan hukuman kepada tim yang melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti atau area gawang lawan. Kotak penalti adalah bagian dari lapangan sepak bola dengan ukuran panjang 40 meter dan lebar 16,5 meter di depan gawang. Pelanggaran yang dapat menyebabkan tendangan penalti antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Melakukan tekel atau menjatuhkan pemain lawan yang sedang menguasai bola atau berpeluang mencetak gol<\/li>\n<li>Menyentuh bola dengan tangan atau lengan secara sengaja atau tidak sengaja<\/li>\n<li>Melakukan tindakan tidak sportif seperti menarik, mendorong, memukul, atau menghalangi pemain lawan<\/li>\n<li>Melakukan protes berlebihan atau menghina wasit atau pemain lawan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Wasit dapat menggunakan bantuan teknologi video (VAR) untuk memastikan keputusannya dalam memberikan tendangan penalti. Jika wasit merasa ragu atau mendapat informasi dari asisten wasit VAR, ia dapat meninjau ulang kejadian tersebut di layar monitor di pinggir lapangan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aturan_dan_Syarat_Tendangan_Penalti\"><\/span>Aturan dan Syarat Tendangan Penalti<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tendangan penalti harus dilakukan sesuai dengan aturan dan syarat yang ditetapkan oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Bola harus berada di titik penalti. Jarak antara titik penalti dengan gawang yaitu 11 meter.<\/li>\n<li>Tiang, mistar, dan jaring gawang tidak boleh bergeser atau bergerak ketika tendangan penalti diambil<\/li>\n<li>Wasit harus secara jelas memastikan pemain yang akan menendang penalti.<\/li>\n<li>Penjaga gawang harus tetap berada di garis gawang serta dan di antara tiang gawang saat menghadapi tendangan penalti. Penjaga gawang tidak boleh menyentuh tiang, mistar, dan jaring gawang sebelum tendangan dilakukan. Ketika bola ditendang, salah satu kaki penjaga gawang harus tetap berada di garis gawang atau sejajar.<\/li>\n<li>Tendangan penalti harus dilakukan setelah wasit memberi isyarat melalui peluit.<\/li>\n<li>Penendang harus mengarahkan bola ke depan (maju)<\/li>\n<li>Penendang tidak boleh menyentuh bola hasil tendangannya jika belum menyentuh pemain lain<\/li>\n<li>Bola dianggap berjalan dalam permainan apabila telah ditendang dan bergerak ke depan dari titik penalti.<\/li>\n<li>Tendangan penalti dianggap selesai dilakukan jika bola berhenti bergerak, keluar wilayah permainan, masukke gawang, atau berdasar keputusan wasit telah terjadi pelanggaran.<\/li>\n<li>Pemain dari kedua tim selain penendang dan penjaga gawang dilarang berada di dalam kotak penalti ketika tendangan penalti dilakukan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika ada pelanggaran yang terjadi saat tendangan penalti dilakukan, maka wasit dapat memberikan sanksi sesuai dengan situasinya. Jika pelanggaran dilakukan oleh tim yang menyerang dan bola masuk ke gawang, maka wasit akan membatalkan gol dan mengulangi tendangan penalti. Jika pelanggaran dilakukan oleh tim yang bertahan dan bola tidak masuk ke gawang, maka wasit akan memberikan hukuman tendangan bebas tidak langsung untuk tim yang menyerang.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengambil_dan_Menghadapi_Tendangan_Penalti\"><\/span>Cara Mengambil dan Menghadapi Tendangan Penalti<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tendangan penalti membutuhkan keterampilan, kepercayaan diri, dan ketenangan dari pemain yang mengambilnya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan tendangan penalti antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Teknik tendangan. Pemain dapat memilih teknik tendangan yang sesuai dengan kemampuan dan gayanya, misalnya tendangan keras, tendangan chip, tendangan panenka, atau tendangan rabona.<\/li>\n<li>Arah tendangan. Pemain dapat menentukan arah tendangan yang ingin dituju, misalnya ke pojok atas, pojok bawah, tengah, atau sisi gawang. Pemain juga dapat mengganti arah tendangan sesaat sebelum menendang untuk mengecoh penjaga gawang.<\/li>\n<li>Kecepatan tendangan. Pemain dapat menyesuaikan kecepatan tendangan dengan kekuatan dan akurasi yang diinginkan. Tendangan yang terlalu cepat dapat menyulitkan penjaga gawang untuk bereaksi, tetapi juga berisiko melebar atau melambung. Tendangan yang terlalu lambat dapat mudah dibaca dan ditangkap oleh penjaga gawang.<\/li>\n<li>Psikologi tendangan. Pemain harus mampu mengendalikan emosi dan tekanan saat mengambil tendangan penalti. Pemain harus fokus pada bola dan target, serta mengabaikan gangguan dari penonton, lawan, atau dirinya sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sementara itu, penjaga gawang juga membutuhkan keterampilan, intuisi, dan keberuntungan untuk menghadapi tendangan penalti. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan penjaga gawang antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Pengetahuan tentang penendang. Penjaga gawang dapat mempelajari kebiasaan dan karakteristik penendang dari tim lawan, misalnya teknik, arah, atau kecepatan tendangannya. Penjaga gawang dapat menggunakan informasi ini untuk menebak kemungkinan gerakan penendang.<\/li>\n<li>Gerakan tubuh. Penjaga gawang dapat menggunakan gerakan tubuh untuk mengganggu konsentrasi atau menipu penendang. Misalnya, dengan bergerak-gerak di garis gawang, melompat-lompat, menunjuk arah, atau berteriak-teriak.<\/li>\n<li>Timing. Penjaga gawang harus menentukan waktu yang tepat untuk melakukan gerakan menyelamatkan bola. Jika terlalu cepat, penjaga gawang dapat tertipu oleh perubahan arah penendang. Jika terlalu lambat, penjaga gawang dapat ketinggalan bola yang sudah masuk ke gawang.<\/li>\n<li>Refleks. Penjaga gawang harus memiliki refleks yang baik untuk merespon bola yang datang dengan cepat atau tidak terduga. Penjaga gawang harus siap untuk menggerakkan tangan, kaki, atau tubuhnya untuk menepis atau menangkap bola.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">Sumber:<br \/>\n(1) Tendangan Penalti dalam Sepak Bola: Aturan dan Syaratnya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/sports\/read\/2021\/04\/02\/15400028\/tendangan-penalti-dalam-sepak-bola-aturan-dan-syaratnya.<br \/>\n(2) Penalti dalam Sepak Bola: Aturan, Penyebab, Jarak, dan Posisi Kiper. https:\/\/tirto.id\/penalti-dalam-sepak-bola-aturan-penyebab-jarak-dan-posisi-kiper-giwi.<br \/>\n(3) Tendangan Penalti dalam Sepak Bola, Bagaimana Peraturannya?. https:\/\/kumparan.com\/info-sport\/tendangan-penalti-dalam-sepak-bola-bagaimana-peraturannya-1xBn8EQ2i5T.<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tendangan penalti adalah salah satu situasi yang paling menegangkan dan menentukan dalam permainan sepak bola. Tendangan penalti dapat mengubah jalannya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-8084","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8084","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8084"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8084\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8084"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8084"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8084"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}