{"id":8127,"date":"2023-10-07T02:00:43","date_gmt":"2023-10-07T02:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=8127"},"modified":"2023-10-07T02:00:43","modified_gmt":"2023-10-07T02:00:43","slug":"peran-peran-penting-dalam-permainan-bola-tangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/peran-peran-penting-dalam-permainan-bola-tangan.html","title":{"rendered":"Peran-Peran Penting dalam Permainan Bola Tangan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/peran-peran-penting-dalam-permainan-bola-tangan.html\/#Pelatih\" >Pelatih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/peran-peran-penting-dalam-permainan-bola-tangan.html\/#Kapten\" >Kapten<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/peran-peran-penting-dalam-permainan-bola-tangan.html\/#Wasit\" >Wasit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/peran-peran-penting-dalam-permainan-bola-tangan.html\/#Pemain\" >Pemain<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Bola tangan adalah olahraga yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan tujuh pemain. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mencetak gol ke gawang lawan dengan menggunakan tangan. Permainan ini terdiri dari dua babak, masing-masing berdurasi 30 menit. Dalam permainan bola tangan, ada beberapa peran yang penting untuk memimpin jalannya pertandingan, yaitu:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelatih\"><\/span>Pelatih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pelatih adalah orang yang bertanggung jawab untuk menyiapkan strategi, taktik, formasi, dan latihan bagi timnya. Pelatih juga berperan sebagai motivator, pengarah, dan penasehat bagi para pemain. Pelatih dapat memberikan instruksi dan arahan kepada pemain selama pertandingan melalui isyarat tangan atau suara. Pelatih juga dapat melakukan pergantian pemain sesuai dengan situasi dan kondisi permainan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapten\"><\/span>Kapten<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kapten adalah pemain yang dipilih oleh pelatih atau rekan-rekannya untuk menjadi pemimpin di lapangan. Kapten memiliki tugas untuk mengkoordinasikan dan mengomunikasikan rencana permainan kepada para pemain lainnya. Kapten juga harus menjadi contoh dan teladan bagi rekan-rekannya dalam hal sikap, disiplin, dan semangat. Kapten juga berhak untuk berbicara dengan wasit jika ada keputusan yang diragukan atau diprotes oleh timnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wasit\"><\/span>Wasit<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Wasit adalah orang yang bertugas untuk mengawasi jalannya pertandingan sesuai dengan aturan yang berlaku. Wasit memiliki wewenang untuk memberikan sanksi seperti peluit, lemparan samping, lemparan gawang, lemparan sudut, lemparan bebas, penalti, peringatan, penyingkiran sementara, atau diskualifikasi kepada pemain atau ofisial yang melanggar aturan. Wasit juga dapat meminta bantuan dari asisten wasit atau ofisial meja jika diperlukan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemain\"><\/span>Pemain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pemain adalah orang yang bermain bola tangan di lapangan. Pemain dibagi menjadi dua jenis, yaitu pemain lapangan dan penjaga gawang. Pemain lapangan memiliki tugas untuk menyerang dan bertahan sesuai dengan posisi dan perannya masing-masing. Pemain lapangan dapat bergerak bebas di seluruh area lapangan, kecuali di area gawang lawan. Penjaga gawang memiliki tugas untuk menjaga gawangnya dari serangan lawan. Penjaga gawang dapat bergerak bebas di area gawangnya sendiri.<\/p>\n<p>Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak ada satu orang saja yang memimpin permainan bola tangan. Setiap peran memiliki tanggung jawab dan fungsi yang penting untuk menentukan hasil akhir dari pertandingan. Oleh karena itu, kerjasama, komunikasi, dan koordinasi antara semua pihak yang terlibat dalam permainan bola tangan sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu memenangkan pertandingan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bola tangan adalah olahraga yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan tujuh pemain. Tujuan dari permainan ini adalah untuk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-8127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8127"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8127\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}