{"id":8380,"date":"2023-10-08T11:14:35","date_gmt":"2023-10-08T11:14:35","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=8380"},"modified":"2023-12-06T00:32:06","modified_gmt":"2023-12-06T00:32:06","slug":"apa-saja-model-pembelajaran-dalam-kurikulum-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-model-pembelajaran-dalam-kurikulum-merdeka.html","title":{"rendered":"Apa saja model pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-model-pembelajaran-dalam-kurikulum-merdeka.html\/#Model_Pembelajaran_Berbasis_Proyek\" >Model Pembelajaran Berbasis Proyek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-model-pembelajaran-dalam-kurikulum-merdeka.html\/#Model_Pembelajaran_Berbasis_Masalah\" >Model Pembelajaran Berbasis Masalah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-saja-model-pembelajaran-dalam-kurikulum-merdeka.html\/#Model_Pembelajaran_Berbasis_Inkuiri\" >Model Pembelajaran Berbasis Inkuiri<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik<sup>1<\/sup>. Kurikulum Merdeka juga bertujuan untuk mengembangkan soft skills dan karakter, fokus pada materi esensial, dan memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran<sup>1<\/sup>. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa saja model pembelajaran yang dapat digunakan dalam Kurikulum Merdeka.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Model_Pembelajaran_Berbasis_Proyek\"><\/span>Model Pembelajaran Berbasis Proyek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Model pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk melakukan penyelidikan atau penyelesaian masalah secara mandiri atau kolaboratif, dengan menggunakan sumber daya yang tersedia, dan menghasilkan produk atau presentasi yang menunjukkan pemahaman mereka<sup>2<\/sup>. Model ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif peserta didik<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Salah satu contoh proyek yang dapat dilakukan dalam Kurikulum Merdeka adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Projek ini merupakan kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila<sup>1<\/sup>. Peserta didik dapat mempelajari secara mendalam tema-tema atau isu penting, seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi. Peserta didik juga dapat melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu tersebut sesuai dengan perkembangan dan tahapan belajar mereka<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Model_Pembelajaran_Berbasis_Masalah\"><\/span>Model Pembelajaran Berbasis Masalah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang menantang peserta didik untuk memecahkan masalah nyata atau simulasi yang relevan dengan konteks mereka<sup>3<\/sup>. Model ini dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan analisis, sintesis, evaluasi, dan aplikasi pengetahuan mereka<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Salah satu contoh masalah yang dapat digunakan dalam Kurikulum Merdeka adalah bagaimana cara mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar. Peserta didik dapat melakukan observasi, identifikasi, formulasi, investigasi, solusi, dan evaluasi terhadap masalah tersebut. Peserta didik juga dapat berbagi hasil pemecahan masalah mereka dengan pihak-pihak terkait, seperti masyarakat, pemerintah, atau organisasi lingkungan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Model_Pembelajaran_Berbasis_Inkuiri\"><\/span>Model Pembelajaran Berbasis Inkuiri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Model pembelajaran berbasis inkuiri adalah model pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menemukan konsep atau prinsip ilmiah melalui proses bertanya, mencari informasi, melakukan eksperimen, menganalisis data, dan menyimpulkan<sup>4<\/sup>. Model ini dapat meningkatkan rasa ingin tahu, motivasi belajar, dan pemahaman konseptual peserta didik<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Salah satu contoh inkuiri yang dapat dilakukan dalam Kurikulum Merdeka adalah bagaimana cara membuat listrik dari buah lemon. Peserta didik dapat merumuskan pertanyaan, mencari sumber informasi, merancang dan melaksanakan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menyajikan kesimpulan mereka. Peserta didik juga dapat membandingkan hasil eksperimen mereka dengan teori ilmiah yang ada.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kurikulum Merdeka &#8211; Kemendikbudristek. https:\/\/kurikulum.kemdikbud.go.id\/kurikulum-merdeka\/.<br \/>\n(2) Merdeka Mengajar. https:\/\/guru.kemdikbud.go.id\/.<br \/>\n(3) Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini Pengertian &amp; Prinsip &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/sekolah\/d-6818335\/apa-itu-kurikulum-merdeka-ini-pengertian&#8211;prinsip-pembelajarannya.<br \/>\n(4) Kurikulum Merdeka Belajar: Pengertian, Tujuan, Karakteristik, hingga &#8230;. https:\/\/www.detik.com\/sulsel\/berita\/d-6823183\/kurikulum-merdeka-belajar-pengertian-tujuan-karakteristik-hingga-keunggulannya.<br \/>\n(5) Kurikulum Merdeka &#8211; Direktorat Sekolah Dasar. https:\/\/ditpsd.kemdikbud.go.id\/hal\/kurikulum-merdeka.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik1. Kurikulum Merdeka juga&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-8380","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8380"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8380\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}