{"id":8634,"date":"2023-10-15T01:54:06","date_gmt":"2023-10-15T01:54:06","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=8634"},"modified":"2023-10-15T01:54:06","modified_gmt":"2023-10-15T01:54:06","slug":"sumpah-pemuda-dan-jati-diri-keindonesiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sumpah-pemuda-dan-jati-diri-keindonesiaan.html","title":{"rendered":"Sumpah Pemuda dan Jati Diri Keindonesiaan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sumpah-pemuda-dan-jati-diri-keindonesiaan.html\/#Hubungan_antara_Sumpah_Pemuda_dan_Jati_Diri_Keindonesiaan\" >Hubungan antara Sumpah Pemuda dan Jati Diri Keindonesiaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/sumpah-pemuda-dan-jati-diri-keindonesiaan.html\/#Pentingnya_Menjaga_Sumpah_Pemuda_dan_Jati_Diri_Keindonesiaan\" >Pentingnya Menjaga Sumpah Pemuda dan Jati Diri Keindonesiaan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Sumpah Pemuda adalah sebuah deklarasi yang diucapkan oleh para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta. Deklarasi ini berisi tiga butir sumpah yang menegaskan persatuan, kesatuan, dan identitas bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda dianggap sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia.<\/p>\n<p>Jati diri keindonesiaan adalah sebuah konsep yang menggambarkan karakteristik, nilai-nilai, dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Jati diri keindonesiaan bersumber dari berbagai faktor, seperti sejarah, geografi, agama, bahasa, seni, dan lain-lain. Jati diri keindonesiaan juga dipengaruhi oleh interaksi dan pengaruh dari bangsa-bangsa lain di dunia.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hubungan_antara_Sumpah_Pemuda_dan_Jati_Diri_Keindonesiaan\"><\/span>Hubungan antara Sumpah Pemuda dan Jati Diri Keindonesiaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sumpah Pemuda memiliki hubungan yang erat dengan jati diri keindonesiaan. Sumpah Pemuda merupakan salah satu manifestasi dari kesadaran akan jati diri keindonesiaan yang mulai tumbuh di kalangan pemuda pada masa penjajahan Belanda. Sumpah Pemuda menunjukkan bahwa para pemuda Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan beradab.<\/p>\n<p>Sumpah Pemuda juga menjadi landasan bagi pembentukan negara Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Pancasila dan UUD 1945 merupakan hasil dari perumusan dan pengembangan dari jati diri keindonesiaan yang telah ada sejak sebelum kemerdekaan. Pancasila dan UUD 1945 mencerminkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas dan karakter bangsa Indonesia, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Menjaga_Sumpah_Pemuda_dan_Jati_Diri_Keindonesiaan\"><\/span>Pentingnya Menjaga Sumpah Pemuda dan Jati Diri Keindonesiaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menjaga Sumpah Pemuda dan jati diri keindonesiaan adalah sebuah kewajiban dan tanggung jawab bagi setiap warga negara Indonesia. Hal ini penting untuk dilakukan karena Sumpah Pemuda dan jati diri keindonesiaan merupakan warisan berharga yang harus dilestarikan dan dikembangkan untuk kemajuan bangsa. Menjaga Sumpah Pemuda dan jati diri keindonesiaan juga berarti menghormati perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah mempertahankan kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga Sumpah Pemuda dan jati diri keindonesiaan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Menghargai dan menghormati keragaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang ada di Indonesia.<\/li>\n<li>Mempelajari dan memahami sejarah perjuangan bangsa Indonesia.<\/li>\n<li>Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara.<\/li>\n<li>Berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional di berbagai bidang.<\/li>\n<li>Menjalin kerjasama dan persaudaraan dengan sesama warga negara Indonesia maupun dengan bangsa-bangsa lain di dunia.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumpah Pemuda adalah sebuah deklarasi yang diucapkan oleh para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta. Deklarasi ini&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-8634","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8634"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8634\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}