Cara memulai inverstasi obligasi syariah

Ada beberapa tempat dan cara yang dapat dilakukan untuk berinvestasi dalam obligasi syariah, di antaranya adalah:

Melalui Bank Syariah:

banyak bank syariah yang menawarkan produk investasi obligasi syariah kepada nasabahnya, seperti bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, dan lain-lain.

Melalui Reksa Dana Syariah:

Reksa Dana Syariah adalah instrumen investasi yang mengelola dana yang diinvestasikan ke dalam portofolio yang terdiri dari efek-efek syariah, termasuk obligasi syariah. Reksa Dana Syariah dapat diperoleh melalui perusahaan-perusahaan manajemen investasi yang menawarkan produk tersebut.

Melalui Pasar Sekunder:

investor dapat membeli obligasi syariah yang telah diterbitkan melalui pasar sekunder, yaitu pasar dimana obligasi tersebut diperdagangkan setelah pertama kali diterbitkan. Investor dapat membeli obligasi syariah melalui bursa efek atau melalui pialang saham.

Melalui Penawaran Langsung:

investor dapat membeli obligasi syariah yang diterbitkan oleh emiten dengan cara mengikuti penawaran langsung yang dilakukan oleh emiten. Penawaran langsung dapat berupa penjualan langsung kepada investor atau melalui lelang obligasi.

Di Indonesia, beberapa lembaga keuangan yang menawarkan obligasi syariah adalah:

  1. Bank Syariah Mandiri
  2. Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah
  3. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah
  4. Bank Muamalat Indonesia
  5. Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah
  6. Bank Syariah Bukopin
  7. Bank Syariah Mega

Selain itu, beberapa perusahaan non-keuangan juga dapat menawarkan obligasi syariah, seperti perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang lembaga-lembaga keuangan yang menawarkan obligasi syariah, disarankan untuk menghubungi lembaga keuangan tersebut atau mengunjungi situs web mereka.

Referensi:

  • Bank Indonesia. (2019). Sukuk dan Obligasi Syariah. Diakses dari https://www.bi.go.id/id/perbankingan/syariah/informasi/Pages/sukuk_obligasi.aspx