Menu Tutup

Diferensiasi Sosial: Pengertian, Jenis, Bentuk, Contoh dan Dampak

Diferensiasi sosial adalah perbedaan pada anggota masyarakat secara horizontal. Pembeda ini masih memiliki derajat maupun tingkatan yang sama. Contohnya seperti perbedaan yang ada pada masyarakat yang didasarkan pada perbedaan ras, suku bangsa, agama, jenis kelamin, etnis maupun pekerjaannya12. Diferensiasi sosial terjadi karena seorang individu maupun kelompok secara biologis maupun fisiknya berbeda sejak awal mula keberadaannya dan sudah dibedakan melalui keturunan1.

Diferensiasi sosial memiliki ciri-ciri atau pembeda yang terbagi menjadi tiga yaitu ciri fisik, ciri sosial serta ciri budaya1. Ciri fisik pada diferensiasi sosial merupakan ciri yang berhubungan dengan ras, warna kulit, warna mata, bentuk rambut, bentuk hidung dan lain sebagainya. Ciri sosial pada diferensiasi sosial merupakan ciri yang berhubungan dengan status, peran, kedudukan, kekuasaan dan prestise dalam masyarakat. Ciri budaya pada diferensiasi sosial merupakan ciri yang berhubungan dengan bahasa, agama, adat istiadat, kesenian dan lain sebagainya1.

Jenis-Jenis Diferensiasi Sosial

Menurut sosiolog Kaare Svalastoga, diferensiasi sosial dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu2:

  • Diferensiasi tingkatan (rank differentiation) muncul karena ketimpangan penyaluran barang atau jasa di suatu daerah. Hal ini menyebabkan barang atau jasa memiliki perbedaan harga. Perbedaan harga itu terjadi karena penyalurannya harus melalui berbagai tangan untuk sampai ke tujuan.
  • Diferensiasi fungsional (functional differentiation) atau pembagian kerja yang muncul karena orang melakukan pekerjaan yang berlainan. Hal ini bisa dilihat di suatu lembaga sosial. Ada perbedaan pembagian kerja yang menyebabkan setiap orang harus melaksanakan kewajiban sesuai fungsi masing-masing.
  • Diferensiasi kultural (cultural differentiation) muncul karena aturan berperilaku yang tepat berbeda menurut situasi tertentu. Hal ini juga disebut dengan norma yang bertujuan mengatur ketertiban masyarakat, yang mungkin berbeda di setiap daerah.

Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial

Masyarakat pada dasarnya bisa dibedakan atau terdiferensiasi menurut berbagai kriteria, seperti dari ciri fisiologis atau ciri kebudayaan. Beberapa bentuk diferensiasi sosial biasanya dilihat dari perbedaan ras, agama, pekerjaan, jenis kelamin, dan kebudayaan2. Berikut adalah tabel yang menjelaskan bentuk-bentuk diferensiasi sosial beserta contohnya:

Bentuk Diferensiasi SosialContoh
RasAustraloid, Mongoloid, Kaukasoid, Negroid
AgamaIslam, Kristen, Hindu, Budha
PekerjaanGuru, Dokter, Petani, Tukang
Jenis KelaminLaki-laki, Perempuan
KebudayaanJawa, Sunda, Bali, Batak

Contoh-Contoh Diferensiasi Sosial

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan contoh-contoh diferensiasi sosial di sekitar kita. Berikut adalah beberapa contoh diferensiasi sosial yang umum terjadi3:

  • Di sekolah kita bisa melihat adanya perbedaan jenis kelamin antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Perbedaan ini tidak mempengaruhi prestasi belajar maupun hubungan antara siswa.
  • Di kantor kita bisa melihat adanya perbedaan pekerjaan antara manajer, sekretaris, akuntan, dan lain sebagainya. Perbedaan ini menunjukkan adanya pembagian kerja yang sesuai dengan kualifikasi dan tanggung jawab masing-masing.
  • Di masyarakat kita bisa melihat adanya perbedaan agama antara orang Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan lain sebagainya. Perbedaan ini tidak menghalangi orang untuk saling menghormati dan toleran terhadap keyakinan orang lain.
  • Di negara kita kita bisa melihat adanya perbedaan ras antara orang pribumi, Tionghoa, Arab, India, dan lain sebagainya. Perbedaan ini tidak mengurangi rasa nasionalisme dan persatuan sebagai bangsa Indonesia.
  • Di dunia kita bisa melihat adanya perbedaan kebudayaan antara orang Jawa, Sunda, Bali, Batak, dan lain sebagainya. Perbedaan ini menunjukkan adanya keragaman yang kaya dan unik yang bisa saling belajar dan menghargai.

Dampak Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial memiliki dampak positif maupun negatif bagi masyarakat. Dampak positif dari diferensiasi sosial adalah4:

  • Meningkatkan kerjasama dan solidaritas antara anggota masyarakat yang berbeda.
  • Mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang beragam dan inovatif.
  • Menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.
  • Menjaga kelestarian budaya dan identitas masing-masing kelompok sosial.

Dampak negatif dari diferensiasi sosial adalah4:

  • Menimbulkan konflik dan perselisihan antara anggota masyarakat yang berbeda.
  • Menyebabkan diskriminasi dan ketidakadilan sosial terhadap kelompok minoritas atau tertindas.
  • Mengancam persatuan dan kesatuan bangsa karena adanya rasa superioritas atau inferioritas.
  • Menyulitkan integrasi sosial dan komunikasi antarbudaya.

Sumber:
(1) Diferensiasi Sosial: Pengertian, Contoh Diferensiasi Sosial, Ciri …. https://www.gramedia.com/literasi/diferensiasi-sosial/.
(2) Diferensiasi Sosial: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Bentuknya – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5550552/diferensiasi-sosial-pengertian-jenis-jenis-dan-bentuknya.
(3) Diferensiasi Sosial, Cara Mengelompokkan Anggota Masyarakat. https://www.cermati.com/artikel/diferensiasi-sosial-cara-mengelompokkan-anggota-masyarakat.
(4) 7 Pengertian Diferensiasi Sosial Menurut Para Ahli – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2022/12/28/140000169/7-pengertian-diferensiasi-sosial-menurut-para-ahli.

Baca Juga: