Inklusi keuangan dan pengentasan kemiskinan merupakan dua isu krusial dalam konteks global yang menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang kompleks. Negara-negara yang berhasil mengelola wakaf dan zakat sebagai instrumen inklusi keuangan telah membuktikan bahwa pendekatan ini dapat efektif dalam memerangi kemiskinan, menyediakan bantuan sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Wakaf dan zakat adalah dua pilar penting dalam ajaran Islam yang memainkan peran krusial dalam mengentaskan kemiskinan dan menciptakan keadilan sosial. Wakaf adalah sumbangan amal dalam bentuk harta yang diberikan oleh individu atau kelompok untuk digunakan secara produktif demi kemaslahatan umum, sementara zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada mereka yang membutuhkan.
- Malaysia: Model Keseimbangan dan Kemandirian
Malaysia telah berhasil menonjol sebagai salah satu negara terbaik dalam mengelola wakaf dan zakat. Pemerintah Malaysia telah menerapkan model keseimbangan yang memadukan pengelolaan wakaf dan zakat oleh lembaga pemerintah dan swasta. Lembaga Zakat Nasional (LZN) bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat secara efisien, sementara Lembaga Wakaf Malaysia (LWM) mengelola aset-aset wakaf untuk mendukung proyek-proyek amal dan sosial.
Selain itu, Malaysia juga telah mengambil langkah maju dalam mengintegrasikan teknologi keuangan (fintech) dalam sistem pengelolaan wakaf dan zakat. Penerapan aplikasi dan platform digital telah mempermudah proses pengumpulan, pelacakan, dan distribusi dana wakaf dan zakat, meningkatkan transparansi, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam kontribusi mereka.
- Turki: Penguatan Inklusi Keuangan melalui Teknologi
Turki adalah contoh lain dari negara yang sukses dalam mengintegrasikan wakaf dan zakat sebagai bagian dari strategi inklusi keuangan mereka. Pemerintah Turki telah berfokus pada penggunaan teknologi untuk mengelola dana wakaf dan zakat dengan lebih efektif.
Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi dan platform digital telah memainkan peran penting dalam pengumpulan dan distribusi zakat di negara ini. Pemerintah Turki juga telah menciptakan “Waqf and Zakat Fund” yang dikelola oleh Kementerian Keuangan untuk mendukung proyek-proyek pembangunan, kesehatan, dan pendidikan yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja.
- Uni Emirat Arab: Penguatan Inklusi melalui Inisiatif Berbasis Komunitas
Uni Emirat Arab (UEA) merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pengelolaan wakaf dan zakat. Pemerintah UEA telah membangun berbagai inisiatif inklusi keuangan yang berbasis pada komunitas lokal.
Program “Awqaf and Minors Affairs Foundation” di UEA telah berupaya mengatasi isu-isu sosial yang berkaitan dengan anak-anak yatim dan piatu. Foundation ini menggunakan dana wakaf untuk memberikan pendidikan, perawatan kesehatan, dan dukungan sosial kepada mereka yang membutuhkan, membantu meningkatkan taraf hidup dan peluang masa depan mereka.
- Indonesia: Peran Aktif Lembaga Keuangan Mikro
Indonesia adalah contoh lain dari negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang telah berhasil mengelola wakaf dan zakat secara efektif untuk mencapai inklusi keuangan yang lebih luas. Salah satu elemen kunci kesuksesan Indonesia adalah melibatkan lembaga keuangan mikro dalam pengelolaan wakaf dan zakat.
Lembaga keuangan mikro seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) telah berperan sebagai lembaga perantara dalam mengumpulkan dan mendistribusikan dana wakaf dan zakat ke sektor usaha mikro dan kecil. Pendekatan ini memberdayakan pelaku usaha mikro untuk mengembangkan bisnis mereka, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi tingkat kemiskinan di komunitas lokal.
Kesimpulan
Negara-negara yang telah berhasil mengelola wakaf dan zakat sebagai instrumen inklusi keuangan dan pengentasan kemiskinan telah membuktikan bahwa model ini dapat efektif dalam menciptakan dampak sosial yang positif. Melalui pendekatan keseimbangan, integrasi teknologi, inisiatif berbasis komunitas, dan peran aktif lembaga keuangan mikro, negara-negara seperti Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab, dan Indonesia telah memberikan contoh inspiratif bagi negara-negara lain di seluruh dunia.
Pengelolaan wakaf dan zakat yang efektif bukan hanya berkontribusi pada peningkatan ekonomi dan sosial, tetapi juga membantu mengembangkan masyarakat yang lebih adil dan berempati. Penting bagi negara-negara lain untuk memperhatikan kisah sukses negara-negara ini dan mengadopsi praktik terbaik dalam upaya mereka untuk mencapai inklusi keuangan yang berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan yang berdaya tahan.