Teori ekonomi neoklasik adalah suatu teori ekonomi yang muncul pada abad ke-19 dan abad ke-20 sebagai respon terhadap kelemahan teori klasik dalam menjelaskan harga yang diatur oleh tangan tak terlihat pasar. Teori ini menganggap bahwa individu mempunyai rasionalitas yang sempurna dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup dan penggunaan sumber daya yang terbatas. Sehingga, neoklasik berfokus pada analisis keputusan individu dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya, harga pasar, dan alokasi sumber daya yang efisien.
Salah satu tokoh penting dalam perkembangan teori ekonomi neoklasik adalah William Stanley Jevons, Carl Menger, dan Leon Walras. Mereka berpendapat bahwa teori ekonomi klasik mengabaikan peran nilai subjektif dalam menentukan harga pasar dan alokasi sumber daya yang efisien.
Prinsip utama teori ekonomi neoklasik adalah hukum permintaan dan penawaran, yang menyatakan bahwa harga pasar akan mencapai titik keseimbangan ketika permintaan dan penawaran sama. Neoklasik juga menganggap bahwa pasar adalah suatu institusi yang efisien dalam mengalokasikan sumber daya, dan intervensi pemerintah hanya akan mengganggu keseimbangan pasar.
Namun, ada beberapa kritik terhadap teori ekonomi neoklasik. Kritik tersebut antara lain:
Kurang memperhatikan distribusi pendapatan. Teori ini fokus pada alokasi sumber daya yang efisien, namun kurang memperhatikan bagaimana distribusi pendapatan dan kekayaan dapat mempengaruhi alokasi sumber daya.
Memandang manusia sebagai makhluk rasional. Teori ekonomi neoklasik menganggap bahwa manusia selalu bertindak dengan rasional dalam mengambil keputusan. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari manusia seringkali melakukan keputusan yang irasional.
Tidak mempertimbangkan faktor-faktor sosial dan lingkungan. Neoklasik mengabaikan faktor-faktor sosial dan lingkungan dalam analisis ekonomi. Padahal, faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi preferensi dan perilaku manusia dalam memilih barang dan jasa.
Kurang memperhatikan faktor waktu. Teori ekonomi neoklasik cenderung menganggap bahwa masa depan sama pentingnya dengan masa kini dalam pengambilan keputusan. Padahal, manusia seringkali memperhitungkan faktor waktu dalam mengambil keputusan ekonomi.
Dalam perkembangannya, teori ekonomi neoklasik telah diadaptasi menjadi berbagai aliran teori ekonomi, seperti teori ekonomi perilaku, teori informasi, teori kontrak, dan lain sebagainya. Dengan demikian, teori ekonomi neoklasik masih menjadi salah satu teori ekonomi yang penting dalam menjelaskan fenomena ekonomi saat ini.
Teori ekonomi neoklasik memiliki banyak kritik dan tantangan dari para ahli ekonomi lainnya. Salah satu kritik utama terhadap neoklasik adalah bahwa teori ini terlalu fokus pada aspek mikroekonomi dan kurang memperhatikan masalah-masalah makroekonomi yang kompleks, seperti pengangguran, inflasi, dan ketimpangan pendapatan.
Selain itu, teori neoklasik dianggap kurang responsif terhadap perubahan sosial, politik, dan lingkungan. Misalnya, teori ini cenderung mengabaikan dampak kebijakan publik dan perubahan teknologi yang signifikan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Kritik lain terhadap teori neoklasik adalah bahwa ia menganggap individu sebagai agen rasional yang memiliki pengetahuan penuh tentang pasar dan mampu membuat keputusan yang optimal. Namun, dalam kenyataannya, banyak keputusan ekonomi yang dibuat berdasarkan faktor psikologis, sosial, dan budaya yang kompleks.
Selain itu, teori neoklasik juga sering disalahkan karena tidak mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan dan sosial yang mempengaruhi pasar. Misalnya, teori ini tidak mempertimbangkan dampak negatif aktivitas ekonomi terhadap lingkungan, dan juga kurang mempertimbangkan masalah sosial seperti kemiskinan dan ketidakadilan.
Namun, meskipun banyak kritik terhadap teori ekonomi neoklasik, ia tetap menjadi salah satu teori ekonomi yang paling berpengaruh dan paling banyak dipelajari di seluruh dunia. Banyak ekonom masih menggunakannya sebagai dasar dalam memahami dan menganalisis pasar dan kegiatan ekonomi.
Secara keseluruhan, teori ekonomi neoklasik sangat penting dalam mengembangkan pemahaman kita tentang bagaimana pasar bekerja dan bagaimana keputusan ekonomi dibuat. Namun, untuk memahami masalah ekonomi yang lebih kompleks, diperlukan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan prinsip-prinsip ekonomi dengan sosiologi, psikologi, dan faktor-faktor lingkungan dan sosial lainnya.