Menu Tutup

Dampak Buruk Riba bagi Kesehatan Keuangan Masyarakat: Perspektif Ekonomi dan Sosial

Dalam masyarakat modern, masalah riba telah menjadi salah satu sumber utama permasalahan ekonomi dan sosial. Riba, atau bunga dalam konteks keuangan, merujuk pada praktik meminjam uang dengan biaya tambahan yang dikenakan pada jumlah pokok pinjaman. Meskipun banyak institusi keuangan menggunakan bunga sebagai cara untuk memperoleh keuntungan, efeknya pada kesehatan keuangan masyarakat tidak boleh diabaikan.

Dari perspektif ekonomi, dampak buruk riba dapat dilihat dari berbagai segi. Pertama, bunga yang dikenakan pada pinjaman dapat memberatkan individu atau keluarga yang sudah berjuang mengatasi beban keuangan. Masyarakat dengan pendapatan rendah sering kali terjerat dalam lingkaran hutang yang sulit diputuskan, karena bunga yang terus bertambah membuat jumlah yang harus dibayarkan semakin meningkat seiring berjalannya waktu.

Dampak negatif ini juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Keterbatasan akses terhadap pinjaman tanpa bunga atau dengan bunga rendah dapat menghambat inovasi dan pengembangan usaha kecil, yang pada gilirannya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi lokal. Masyarakat yang terpinggirkan secara finansial cenderung memiliki kesempatan terbatas untuk mengakses modal, yang dapat menghambat potensi pertumbuhan ekonomi komunitas.

Di sisi sosial, riba juga dapat menciptakan ketimpangan ekonomi yang signifikan. Orang-orang yang memiliki akses terbatas terhadap pinjaman tanpa bunga cenderung tertinggal dalam persaingan ekonomi, sedangkan mereka yang mampu memanfaatkan pinjaman dengan bunga rendah atau tanpa bunga cenderung memperoleh keuntungan yang lebih besar. Ketidaksetaraan ini dapat mengakibatkan pembentukan kesenjangan sosial yang lebih dalam, dengan kelompok ekonomi yang lemah semakin terpinggirkan.

Selain itu, sistem bunga juga dapat mendorong perilaku konsumtif dan berlebihan. Masyarakat yang terbiasa dengan akses mudah terhadap pinjaman dengan bunga cenderung menghadapi risiko terperangkap dalam siklus utang yang sulit diputuskan. Dalam upaya untuk memenuhi pembayaran bunga, individu dan keluarga sering kali terpaksa untuk melakukan pinjaman tambahan, menyebabkan masalah keuangan semakin rumit.

Dengan mempertimbangkan dampak-dampak negatif ini, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk bekerja sama guna mengembangkan alternatif sistem keuangan yang lebih inklusif dan adil. Pendekatan ini dapat termasuk penyediaan akses terhadap pinjaman tanpa bunga atau dengan bunga rendah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta edukasi tentang manajemen keuangan yang bertanggung jawab. Selain itu, penting juga untuk mendorong pengembangan model bisnis yang tidak terlalu bergantung pada praktik bunga, sehingga dapat meminimalisir ketidaksetaraan ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh riba.