Sejarah Nusantara dipenuhi dengan jejak-jejak peradaban yang mengagumkan, salah satunya adalah Kerajaan Singasari. Berdiri sebagai “jembatan” menuju kemegahan Majapahit, Singasari menjadi bagian integral dari evolusi politik dan budaya di Pulau Jawa pada abad ke-13. Kerajaan ini memainkan peran kunci dalam membentuk fondasi bagi kemegahan yang akan datang dari Majapahit, salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di wilayah ini.
Singasari muncul sebagai entitas politik yang kuat di bawah pemerintahan Ken Arok pada awal abad ke-13. Ken Arok, sosok legendaris dalam sejarah Nusantara, memulai dinasti Singasari dengan menggulingkan Tunggul Ametung, penguasa sebelumnya. Dengan ciri khas pemerintahan yang otoriter namun efektif, Ken Arok berhasil mengkonsolidasikan kekuasaan di Jawa Timur.
Kemegahan Singasari tidak hanya tercermin dalam kekuasaan politiknya tetapi juga dalam aspek budaya dan seni. Gaya seni relief candi Singasari menjadi saksi bisu dari kekayaan kreativitas dan keahlian seniman pada masa itu. Candi-candi seperti Candi Jawi, Candi Singasari, dan Candi Kidal menjadi penanda monumental kejayaan ini. Relief yang menggambarkan adegan mitologis dan epik Ramayana memberikan gambaran tentang tingkat kemahiran seni rupa yang dicapai pada masa itu.
Selain prestasi seni, Kerajaan Singasari turut memainkan peran penting dalam pembentukan identitas Hindu-Buddha di Nusantara. Meskipun ada elemen-elemen lokal yang diadopsi, pengaruh Hindu-Buddha tetap mendominasi kehidupan masyarakat pada masa itu. Hal ini tercermin dalam praktik keagamaan, arsitektur candi, dan sistem pemerintahan yang diwarisi dari kerajaan-kerajaan pendahulunya.
Salah satu puncak kejayaan Singasari adalah di bawah pemerintahan Kertanegara, putra Ken Arok. Kertanegara berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga mencapai Sumatera dan Bali. Namun, kemegahan ini tidak lepas dari tantangan internal dan eksternal. Pemberontakan di dalam negeri dan tekanan dari kerajaan-kerajaan tetangga menggoyahkan fondasi Singasari.
Keruntuhan Singasari pada abad ke-13 membuka babak baru dalam sejarah Nusantara dengan munculnya Majapahit. Peninggalan Singasari, baik dalam bentuk seni, kebudayaan, maupun sistem pemerintahan, menjadi fondasi yang diperlukan bagi Majapahit untuk mencapai puncak kemegahannya. Majapahit, dengan Gajah Mada sebagai pejabat tingginya, berhasil melanjutkan warisan politik dan budaya yang telah ditanamkan oleh Singasari.
Dengan demikian, Kerajaan Singasari bukan hanya sekadar entitas sejarah yang lewat begitu saja. Ia merupakan “jembatan” yang mengantarkan Nusantara ke era keemasan Majapahit. Keberhasilan Singasari dalam menggabungkan kekuatan politik, seni, dan agama menciptakan landasan kokoh bagi peradaban yang akan datang. Melalui lensa Kerajaan Singasari, kita dapat memahami perjalanan panjang dan kompleks menuju kegemilangan Majapahit yang mendefinisikan kembali peta politik dan budaya di wilayah ini.