Sejarah lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan perjalanan yang panjang dan penuh perjuangan. Puncak dari perjalanan ini terjadi dalam rapat-rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) hingga lahirnya Piagam Jakarta.
Proses ini dimulai pada 1 Maret 1945, ketika Soekarno menyampaikan pidato di hadapan BPUPKI. Dalam pidatonya, Soekarno menyoroti urgensi pembentukan dasar negara yang akan menjadi landasan bagi kemerdekaan Indonesia. Pidato ini menjadi titik awal pembahasan mengenai prinsip-prinsip yang akan menjadi dasar negara baru.
BPUPKI terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka yang mewakili berbagai lapisan masyarakat. Diskusi intensif dan serius pun dimulai, di mana setiap anggota memberikan kontribusi dalam merumuskan dasar negara yang mencerminkan keberagaman dan keadilan. Pemikiran-pemikiran dari para pendiri bangsa seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan lainnya bersatu dalam upaya menciptakan ideologi yang akan menjadi identitas Indonesia.
Pemikiran yang muncul dari diskusi BPUPKI kemudian menjadi dasar perumusan Pancasila. Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, keadilan sosial, demokrasi, ketuhanan yang maha esa, dan kemandirian bangsa menjadi pokok-pokok pemikiran yang diusung. Proses ini mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan, yang menjadi pondasi kuat bagi perjuangan merebut kemerdekaan.
Perkembangan selanjutnya terjadi pada 18 Agustus 1945, ketika proklamasi kemerdekaan Indonesia diumumkan oleh Soekarno dan Hatta. Namun, tantangan belum berakhir. Pemerintah provisional yang dibentuk kemudian merumuskan Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945. Piagam ini memuat pokok-pokok pikiran yang kemudian menjadi dasar bagi penyelenggaraan negara yang baru merdeka.
Piagam Jakarta menjadi tonggak bersejarah, menetapkan dasar konstitusional bagi negara Indonesia yang baru merdeka. Dokumen ini mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan, serta tekad untuk membentuk negara yang adil dan makmur. Pancasila, sebagai ideologi yang terkandung dalam Piagam Jakarta, menjadi panduan moral dan filosofis bagi bangsa Indonesia dalam membangun negara yang merdeka dan berdaulat.
Dengan demikian, menelusuri akar sejarah Pancasila dari pembahasan BPUPKI hingga Piagam Jakarta mengungkapkan perjalanan panjang dan kompleks, yang melibatkan pemikiran para tokoh bangsa dalam menciptakan dasar negara yang kokoh dan relevan dengan karakter Indonesia. Pancasila, sebagai warisan berharga dari para pendiri bangsa, terus menjadi pilar utama dalam pembangunan dan penyelenggaraan negara Indonesia hingga saat ini.