Menu Tutup

Pengaruh Globalisasi Terhadap Konsep Ekonomi Indonesia

Globalisasi dapat diartikan sebagai proses integrasi ekonomi, politik, dan sosial antara negara-negara di seluruh dunia. Proses ini dapat memengaruhi konsep ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengaruh globalisasi terhadap konsep ekonomi Indonesia.

Pada akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an, Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam hal kebijakan ekonomi. Pada saat itu, pemerintah Indonesia memperkenalkan kebijakan liberalisasi ekonomi yang bertujuan untuk membuka pasar dalam negeri bagi investasi asing dan mengurangi regulasi ekonomi yang ketat. Kebijakan ini sejalan dengan arus globalisasi yang sedang terjadi di seluruh dunia, yang menekankan pada liberalisasi perdagangan dan investasi.

Dalam jangka pendek, kebijakan liberalisasi ekonomi membawa manfaat bagi perekonomian Indonesia. Investasi asing masuk ke Indonesia, dan ekspor meningkat. Pada saat yang sama, konsumen Indonesia juga dapat mengakses barang-barang dari luar negeri dengan harga yang lebih murah. Namun, dalam jangka panjang, kebijakan ini juga memiliki dampak negatif, seperti ketidaksetaraan ekonomi, hilangnya lapangan kerja di sektor yang terlalu terbuka untuk persaingan, dan kehilangan kontrol terhadap sektor strategis oleh negara.

Selain itu, globalisasi juga memiliki dampak pada sektor pertanian di Indonesia. Persaingan yang semakin sengit dari produk impor di pasar domestik membuat para petani Indonesia kesulitan untuk mempertahankan usaha mereka. Banyak petani yang beralih ke sektor lain atau bahkan meninggalkan usaha mereka sama sekali. Akibatnya, Indonesia mengalami peningkatan impor pangan dan ketergantungan pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Dalam konteks ini, pemerintah Indonesia mulai memperkenalkan kebijakan ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang menempatkan manusia dan lingkungan di pusat pengembangan ekonomi. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan oleh PBB pada tahun 2015. Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan memperkuat sektor ekonomi yang strategis, seperti industri manufaktur dan pariwisata.

Selain itu, Indonesia juga memperkuat kerjasama regional dan internasional dalam bentuk perdagangan dan investasi. Indonesia saat ini terlibat dalam berbagai perjanjian perdagangan multilateral, seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA), ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA), dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan beberapa negara. Hal ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor dan menarik investasi asing ke Indonesia.

Namun, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam menghadapi globalisasi. Saat ini, dunia mengalami krisis pandemi COVID-19, yang berdampak pada perekonomian Indonesia . Selain itu, globalisasi juga berdampak pada lingkungan dan keberlanjutan. Kebijakan ekonomi yang terlalu berfokus pada pertumbuhan ekonomi tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia di masa depan.

Oleh karena itu, Indonesia perlu menemukan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dengan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi, memperkuat daya saing, dan membangun ekonomi yang lebih berbasis pengetahuan dan teknologi. Pemerintah Indonesia juga dapat mengadopsi kebijakan yang berfokus pada pembangunan manusia dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah dan kelompok sosial.

Selain itu, Indonesia dapat memperkuat kerjasama dengan negara lain dalam hal perdagangan dan investasi untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan akses pasar dan investasi, meningkatkan perdagangan barang dan jasa, serta memperluas kerjasama dalam penelitian dan pengembangan teknologi.

Di sisi lain, Indonesia juga perlu berhati-hati dalam menghadapi dampak negatif dari globalisasi. Pemerintah Indonesia harus memperhatikan ketahanan pangan dan memperkuat sektor pertanian dalam negeri. Pemerintah juga harus mampu mengatasi dampak negatif dari perdagangan bebas terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

Kesimpulannya, globalisasi mempengaruhi konsep ekonomi Indonesia dengan membawa manfaat dan tantangan. Pemerintah Indonesia perlu menemukan keseimbangan antara kebijakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dengan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Pemerintah juga perlu memperkuat kerjasama dengan negara lain dalam hal perdagangan dan investasi untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat menghadapi tantangan globalisasi dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.