Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan Islam

Pengertian Faktor

Faktor dapat diartikan sebagai suatu kesatuan unsur-unsur yang saling berinteraksi secara fungsional yang memproses masukan menjadi keluaran. Faktor bisa pula diartikan sebagai seperangkat komponen yang berinteraksi satu sama lain menuju ke suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, faktor atau sistem merupakan totalitas dari bagian-bagian yang saling berkaitan.[1] Briggs mengatakan bahwa sistem adalah rencana kerja yang terpadu dari semua komponen sistem yang dirancang untuk memecahkan suatu masalah atau untuk memenuhi kebutuhan tertentu[2] sebagai contoh, sistem pencernaan makanan pada manusia meliputi berbagai fungsi organ tubuh yang saling bekerja dan mempengaruhi satu sama lain, semisal mulut, tenggorokan, lambung, usus, anus, dan lain-lain. Apabila satu organ tubuh tersebut tidak bekerja dengan baik maka akan mempengaruhi kerja organ yang lain.

Begitu pula halnya dengan sistem pendidikan. Sistem pendidikan memiliki berbagai komponen yang saling mempengaruhi. Sutari Imam Barnadib membagi unsur-unsur yang mempengaruhi pendidikan tersebut menjadi lima bagian, yaitu tujuan, pendidik, anak didik, alat dan alam sekitar.[3] Namun pada makalah ini disebutkan faktor yang lain, karena faktor-faktor lain sudah disebutkan pada makalah sebelumnya.

Faktor Pendidik dalam Pendidikan Islam

Salah satu faktor penting dari proses kependidikan Islam adalah pendidik. Di pundak pendidik terletak tanggung jawab yang amat besar dalam upaya mengantarkan peserta didik ke arah tujuan pendidikan yang dicita-citakan. Hal ini disebabkan pendidikan merupakan cultural transition yang bersifat dinamis ke arah suatu perubahan secara kontinu, sebagai sarana vital bagi membangun kebudayaan dan peradaban umat manusia.

Pendidik dalam perspektif pendidikan Islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap upaya perkembangan jasmani dan rohani peserta didik agar mencapai tingkat kedewasaan sehingga ia mampu menunaikan tugas-tugas kemanusiaannya (baik sebagai khalifah fi al-ardh maupun ‘abd) sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karena itu, pendidik dalam konteks ini bukan hanya terbatas pada orang-orang yang bertugas di sekolah tetapi semua orang yang terlibat dalam proses pendidikan anak mulai sejak alam kandungan hingga ia dewasa, bahkan sampai ia meninggal.

Tugas pendidik yang utama adalah menyempurnakan, membersihkan, mensucikan, serta membawa hati manusia untuk taqarrub ila Allah. Para pendidik hendaknya mengarahkan peserta didik untuk mengenal Allah lebih dekat melalui seluruh ciptaan-Nya. Sementara dalam batasan lain, tugas pendidik dapat dijabarkan dalam beberapa pokok pikiran, yaitu:[4]