Menu Tutup

Gapura Bandar Lampung: Simbol Kota Tapis Berseri

Gapura Bandar Lampung adalah salah satu landmark Kota Bandar Lampung, ibukota Provinsi Lampung. Gapura ini berada di tengah-tengah bundaran Haji Mena, di persimpangan Jalan Raden Intan dan Jalan Sultan Agung. Gapura ini memiliki bentuk yang unik dan artistik, dengan ornamen khas Lampung seperti tapis dan kuda sembrani. Gapura ini juga dilengkapi dengan lampu-lampu yang berwarna-warni di malam hari, menambah keindahan dan keceriaan kota.

Source: FB Gustiayuu Wulandariy

Sejarah Gapura Bandar Lampung

Gapura Bandar Lampung dibangun pada tahun 2009 sebagai bagian dari program pembangunan dan penataan kota oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung. Gapura ini dirancang oleh arsitek lokal bernama Budi Santoso, yang terinspirasi oleh budaya dan seni Lampung. Gapura ini diresmikan oleh Walikota Bandar Lampung saat itu, Herman HN, pada tanggal 17 Agustus 2009.

Gapura ini dimaksudkan sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Lampung, khususnya warga Kota Bandar Lampung. Gapura ini juga menjadi pintu masuk bagi para pengunjung yang datang ke kota ini, baik melalui udara maupun darat. Gapura ini menggantikan gapura lama yang sudah usang dan kurang menarik.

Desain Gapura Bandar Lampung

Gapura Bandar Lampung memiliki desain yang modern dan futuristik, namun tetap mengandung unsur-unsur tradisional Lampung. Gapura ini terdiri dari dua buah menara yang menjulang tinggi, dengan tinggi masing-masing sekitar 25 meter. Di antara kedua menara tersebut terdapat sebuah jembatan yang melintang di atas jalan raya, dengan lebar sekitar 15 meter. Di atas jembatan tersebut terdapat tulisan “Bandar Lampung” dengan huruf besar dan berwarna putih.

Menara-menara gapura ini memiliki bentuk yang melengkung dan berlapis-lapis, menyerupai tumpukan tapis atau kain tenun khas Lampung. Tapis adalah salah satu produk seni budaya Lampung yang memiliki nilai estetika dan filosofis tinggi. Tapis biasanya digunakan sebagai pakaian adat atau hiasan dinding. Motif-motif tapis bermacam-macam, seperti bunga, binatang, atau geometris. Motif-motif tersebut melambangkan kepercayaan, kearifan, atau harapan masyarakat Lampung.

Di bagian atas menara-menara gapura ini terdapat patung-patung kuda sembrani yang menghadap ke empat arah mata angin. Kuda sembrani adalah hewan mitologis yang dipercaya sebagai tunggangan para dewa atau pahlawan dalam cerita rakyat Lampung. Kuda sembrani memiliki sayap dan bisa terbang dengan cepat. Kuda sembrani melambangkan kekuatan, keberanian, dan kebebasan.

Di malam hari, gapura ini diterangi oleh lampu-lampu LED yang berubah-ubah warnanya sesuai dengan irama musik yang diputar di sekitarnya. Lampu-lampu ini menciptakan efek visual yang spektakuler dan menarik perhatian para pengendara atau pejalan kaki yang melintas di bawahnya. Lampu-lampu ini juga menghemat energi dan ramah lingkungan.

Aktivitas di Sekitar Gapura Bandar Lampung

Gapura Bandar Lampung menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandar Lampung. Banyak orang yang berhenti sejenak untuk mengambil foto atau selfie di depan gapura ini, baik siang maupun malam hari. Namun, untuk bisa berfoto di depan gapura ini, diperlukan keberanian dan ketebalan muka, karena lokasinya yang berada di tengah jalan raya yang ramai dan banyak dilalui kendaraan bermotor.

Selain berfoto, ada juga beberapa aktivitas lain yang bisa dilakukan di sekitar gapura ini, seperti:

  • Mengunjungi Museum Lampung yang berjarak sekitar 200 meter dari gapura ini. Museum ini menyimpan berbagai koleksi sejarah, budaya, dan alam dari Provinsi Lampung.
  • Berbelanja di Boemi Kedaton Mall yang berjarak sekitar 2 kilometer dari gapura ini. Mall ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan terlengkap di Kota Bandar Lampung.
  • Bersantai di Taman Lembah Hijau Lampung yang berjarak sekitar 4 kilometer dari gapura ini. Taman ini merupakan sebuah taman rekreasi keluarga yang menyediakan berbagai fasilitas hiburan, seperti kolam renang, wahana permainan, mini zoo, outbound, dan lain-lain.

Gapura Bandar Lampung adalah sebuah bangunan ikonik yang mencerminkan kekayaan budaya dan kemajuan Kota Bandar Lampung. Gapura ini menjadi saksi bisu perkembangan kota ini dari masa ke masa. Gapura ini juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi demi kemajuan daerahnya.

Tips dan Trik untuk Mengunjungi Gapura Bandar Lampung

Jika Anda berencana untuk mengunjungi Gapura Bandar Lampung, ada beberapa tips dan trik yang bisa Anda ikuti, seperti:

  • Datanglah pada waktu yang tepat. Jika Anda ingin melihat gapura ini dengan lampu-lampunya yang menyala, datanglah pada malam hari. Namun, jika Anda ingin melihat gapura ini dengan latar belakang langit biru atau matahari terbenam, datanglah pada siang atau sore hari.
  • Gunakanlah transportasi umum atau online. Jika Anda datang dari luar kota, Anda bisa menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, atau pesawat terbang ke Bandar Lampung. Dari terminal, stasiun, atau bandara, Anda bisa menggunakan transportasi online seperti ojek atau taksi online untuk menuju gapura ini. Hal ini akan lebih praktis dan hemat daripada membawa kendaraan pribadi.
  • Cari tempat parkir yang aman dan nyaman. Jika Anda membawa kendaraan pribadi, Anda harus mencari tempat parkir yang aman dan nyaman di sekitar gapura ini. Jangan parkir sembarangan di pinggir jalan atau di trotoar, karena bisa mengganggu lalu lintas dan menimbulkan resiko kecelakaan. Anda bisa mencari tempat parkir di sekitar Museum Lampung atau di seberang gapura ini.
  • Berhati-hatilah saat berfoto. Jika Anda ingin berfoto di depan gapura ini, berhati-hatilah saat menyeberang jalan. Pastikan tidak ada kendaraan yang melintas dan gunakanlah zebra cross atau jembatan penyeberangan. Jangan lama-lama berfoto di tengah jalan dan segera kembali ke tempat semula setelah selesai. Jangan lupa untuk tersenyum dan menunjukkan pose terbaik Anda.

Baca Juga: