LAMPUNG SELATAN – Universitas Islam (UI) An Nur Lampung menggelar acara Stadium General yang menghadirkan Komisioner Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia, Dr. H. Imam Syafi’i, M.Pd., sebagai narasumber utama. Acara yang mengusung tema “Cerdas Literasi Media Membangun Generasi di Atas Rata-rata” ini diselenggarakan di Aula Kampus UI An Nur, Jati Agung, Lampung Selatan, pada Selasa (16/9).
Rektor UI An Nur Lampung, Dr. K.H. Andi Warisno, M.M.Pd., dalam sambutannya menegaskan komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan infrastruktur menuju standar internasional. Ia memaparkan perkembangan pesat universitas yang kini telah memiliki 12 Program Studi (Prodi) S1, 3 Prodi S2, serta proses pengajuan Prodi S3.
“Kita terus berproses. Kalau ingin maju, kita harus berkelas internasional. Jangan seperti katak dalam tempurung. Oleh karena itu, UI An Nur menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk universitas di luar negeri seperti Universitas Islam Melaka, agar mahasiswa kita memiliki wawasan global,” ujar Rektor Andi Warisno.
Beliau juga mendorong mahasiswa S1 untuk memiliki paspor dan mengikuti program field trip atau studi banding internasional yang telah dirancang kampus sebagai upaya nyata membuka wawasan global mahasiswa.
Dalam pemaparan kuliah umumnya, Dr. H. Imam Syafi’i, M.Pd., menekankan pentingnya adaptasi mahasiswa di era disrupsi digital. Mantan pejabat Kementerian Agama ini menyoroti fenomena shifting value atau pergeseran nilai yang terjadi secara masif di masyarakat.
“Dulu tahun 1998, kalau saya bertemu Kiai, semua memegang tasbih. Sekarang, kalau bertemu Kiai, semua memegang HP. Ini adalah shifting value, perubahan yang mau tidak mau, suka tidak suka, harus kita hadapi,” ungkap Imam Syafi’i.
Imam Syafi’i, yang kini menjabat sebagai Komisioner LSF hingga tahun 2028, mengajak ribuan mahasiswa UI An Nur untuk tidak sekadar menjadi penikmat teknologi, tetapi harus berani menjadi kreator yang produktif. Ia juga menekankan konsep Multiple Intelligences, di mana setiap mahasiswa memiliki potensi “bintang” yang berbeda-beda.
“Jangan minder dengan potensi yang kalian miliki. Jika potensi itu dilatih dengan persistensi atau ketekunan, ia akan menjadi kompetensi. Dan kompetensi itulah yang melahirkan confidence atau rasa percaya diri,” pesannya memotivasi mahasiswa.
Lebih lanjut, Imam juga menyinggung peran strategis dunia perfilman dan penulisan kreatif sebagai sarana edukasi dan hiburan yang kuat. Ia mencontohkan bagaimana film dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan moral dan budaya, serta mendorong mahasiswa untuk berani menuangkan gagasan mereka ke dalam bentuk tulisan atau karya kreatif lainnya.
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama, menandai semangat baru sivitas akademika UI An Nur Lampung dalam menyongsong tantangan global di era digital.