Gharar Jual-beli dengan Mesin ‎

26

Sekarang ini jual-beli tidak hanya dilakukan antar ‎manusia dengan manusia. Tapi antar manusia ‎dengan mesin! ‎

Di halte-halte busway, di mall-mall, terminal, ‎bandara dan pusat keramaian lainnya, sering kita ‎jumpai mesin-mesin penjaja minuman atau ‎makanan. Tinggal kita masukkan uang lewat lubang ‎yang tersedia minuman yang kita inginkan pun ‎keluar. ‎

Di sini potensi gharar pun lebih besar dibanding ‎dengan jual-beli langsung dengan manusia. Sebab ‎mesin punya keterbatasan. Bagaimana jika tiba-tiba ‎mesinnya error, atau listriknya mati dan lain ‎sebagainya. ‎

Tentu hal-hal tersebut sudah diperhitungkan oleh ‎perancangnya. Namun tetap saja potensi terjadinya ‎gharar kemungkinannya lebih besar. ‎

Hal menarik lain dari jual beli dengan mesin ini ‎adalah masalah terkait ijab-kabul. Sebagian ulama ‎klasik memberikan syarat dalam jual-beli harus ada ‎ijab-kabul antara penjual dan pembeli. ‎

Bagaimana ijab-kabul itu terjadi kalau jual-‎belinya dengan mesin. Sehingga hal-hal seperti ini ‎perlu ada penyesuaian ulang. Sebab di zaman para ‎ulama itu belum terbayang ada orang yang bisa jual ‎beli ‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini