Hukum Menyamak Kulit

Kulit bangkai bisa menjadi suci dengan sebab disamak. Yaitu, menghilangkan  semua kekotoran dan lendir yang mengandung kuman­-kuman penyakit yang melekat pada kulit binatang tersebut. Sekira kulit tersebut direndam di air maka tidak akan menjadi bau. Kecuali kulit anjing dan babi atau yang lahir dari keduanya dan/atau yang lahir dari salah satu keduanya. Karena anjing dan babi najis di saat hidupnya, setelah mati pun tidak mejadi suci bagian tubuhnya termasuk kulitnya apabila disamak.

Ibn Abbas meriwayatkan, bahwa :

Artinya : ” Apabila kulit bangkai itu disamak sudah suci “. (HR. Muslim)

Pengertian suci di sini, bahwa : kulit bangkai yang sudah di samak tersebut boleh dipergunakan untuk alat-alat, seperti alat shalat, kantong air, alas tidur, dll. Tetapi tidak boleh di makan.