Hukum Ziarah Kubur

Ziarah kubur hukumnya sunah dan diharapkan dengan ziarah kubur ini diambil I’tibar dari orang yang telah meninggal dunia, sehingga dengan demikian seseorang akan lebih dapat mendekatkan diri kepada Allah swt. dengan meningkatkan amal-amal kebaikan. Rasulullah saw.bersabda yang artinya: “Dari Buraidah r.a., Rasulullah saw. Bersabda, ‘Sungguh dahulu aku telah melarang kamu ziarah kubur, maka sekarang Muhammad saw. telah mengizinkan untuk berziarah ke kubur ibundanya, maka ziarahlah kamu karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan akan akhirat.’ (HR. Muslim, Abu Dawud, dan At-Turmudzi).

Ada yang berpendapat bahwa ziarah kubur bagi perempuan hukumnya makruh atau bahkan haram jika dengan ziarah kubur itu akan mendatangkan fitnah seperti menangis, meratap, atau tingkah laku yang tidak senonoh. Rasulullah saw.bersabda yang artinya:” Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw.telah melaknati para perempuan yang ziarah kubur,” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan At-Turmudzi).