Menu Tutup

Husnul Khatimah : Pengertian, Tanda-tanda dan Cara Memperolehnya

Pengertian husnul khatimah

Istilah husnul khatimah sudah menjadi kosa kata yang sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Istilah ini digunakan untuk mengungkaapkan keadaan orang yang meninggal dunia dalam keadaan baik. Allah swt. Mengingatkan kepada orang-orang yang beriman agar senantiasa keislamannya sampai ajal datang, sebagaimana firman-Nya:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar- benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. (QS. Ali Imran [3]: 102)

Begitu juga Allah memerintahkan kepada umat manusia untuk menjaga kemurnian akidahnya dengan cara hanya menyembah kepada Allah sampai dengan datangnya sesuatu yang pasti (kematian). Allah Swt. berfirman:

Artinya: dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (QS. Al-Hijr [15]: 99)

Oleh karena itulah, seorang muslim harus berusaha sekuat tenaga untuk menjaga keimanannya sehingga ketika meninggalkan alam fana ini dalam keadaan husnul khatimah. Apabila telah khilaf dalam perbuatan dosa dan maksiat maka segera memohon ampun kepada Allah Swt, seraya bertaubat dengan taubatan nashuha, dan menebus kesalahan tersebut dengan amal yang baik. Rasulullah

Saw.bersabda:

Artinya: “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”. Para sahabat bertanya,”Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah menjawab,”Allah akan memberinya taufiq untuk beramal saleh sebelum dia meninggal.” (HR. Ahmad, Tirmidzi).

Tanda-tanda husnul khatimah

Pertanda orang yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah ada yang hanya diketahui oleh orang yang sedang sakaratul maut, dan ada pula yang diketahui oleh orang lain. Tanda husnul khatimah, yang hanya diketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya kabar gembira saat sakaratul maut, berupa ridha Allah sebagian ugerah-Nya. Allah Swt. berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushilat [41]: 30).

Kabar gembira ini diberikan ketika seseorang sedang mengalami sakaratul maut, di dalam kubur dan ketika dibangkitkan dari kubur, Rasulullah Saw.bersabda:

)

Artinya: “Barangsiapa yang suka bertemu Allah, maka Allahpun suka untuk

bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak suka bertemu Allah, maka Allah pun benci untuk bertemu dengannya”. ‘Aisyah bertanya,”Wahai Nabiyallah! Apakah (yang dimaksud) adalah benci kematian? Kita semua benci kematian?” Rasulullah menjawab,”Bukan seperti itu. Akan tetapi, seorang mukmin, apabila diberi kabar gembira tentang rahmat dan ridha Allah serta Surga-Nya, maka ia akan suka bertemu Allah. Dan sesungguhnya, orang kafir, apabila diberi kabar tentang azab Allah dan kemurkaan-Nya, maka ia akan benci untuk bertemu Allah, dan Allahpun membenci bertemu dengannya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi berkata, ”Secara syari’at, kecintaan dan kebencian yang diperhitungkan adalah pada saat sakaratul maut yaitu pada saat taubat tidak diterima (lagi). Ketika itu, semuanya diperlihatkan bagi yang sedang naza’ (proses pengambilan nyawa), dan akan nampak baginya tempat kembalinya.”

Nasib  seseoranUg  dJi IalaPm UbarBzakLh  IdKan  di  akhirat  sangat  ditentukan  oleh keadaannya pada saat menghadapi sakaratul maut. Apabila pada akhir hidupnya diakhiri dengan baik (husnul khatimah), maka dia akan mendapatkan kebahagiaan di di alam kubur dan seterusnya. Apabila pada akhir hayatnya di akhiri dengan su’ul khatimah, maka akan mendapatkan siksa yang berkepanjangan. Rasulullah

Saw.bersabda:

ْArtinya: Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”. (HR Bukhari dan lainnya)

Oleh sebab itulah orang-orang yang salih selalu mempersiapkan diri dengan amal salih dan melanggengkan ẓikir kepada Allah Swt. Mereka melakukan amal saleh tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah Swt. agar Allah Swt. memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai akhir hayatnya. Allah Swt. Berfirman

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) ”. (Ali Imran [3]: 102)

Imam Muslim ra. meriwayatkan hadiś dalam Shahih-nya, dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. dia mengatakan :

Artinya:Saya mendengar Rasulullah Saw. ., bersabda : “Sesungguhnya kalbu- kalbu keturunan Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Allah laksana satu hati, Allah membolak-balikannya sesuai kehendakNya,” kemudian Rasulullah Saw. ., berdoa: “Ya Allah, Dzat yang membolak- balikan hati, palingkanlah hati-hati kami kepada ketaatan-Mu”. (HR. Muslim)

Tanda-tanda orang yang meninggal dalam keadaan husnul khatimahdiantaranya adalah:

Mengucapkan kalimat tauhid menjelang

Dalilnya adalah hadiś riwayat al-Hakim dan lainnya, bahwasannya Rasullullah Saw. bersabda :

Artinya: Barangsiapa yang akhir ucapannya la ilaha illallah , maka ia masuk surga”.

Meninggal dunia di jalan Allah, meninggal dalam keadaan sabar ketika ditimpa penyakit pes, TBC, sakit perut, radang selaput dada,

Artinya: Siapakah orang yang syahid menurut kalian?” Para sahabat

menjawab,”Orang yang terbunuh di jalan Allah, maka ia syahid”. Rasulullah bersabda,”Kalau begitu, orang yang mati syahid dari umatku sedikit,” mereka bertanya,”Kalau begitu, siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Orang yang terbunuh di jalan Allah, ia syahid. Orang yang mati di jalan Allah, maka ia syahid. Orang yang mati karena sakit tha’un, maka ia syahid. Barangsiapa yang mati karena sakit perut, maka ia syahid. Dan orang yang (mati) tenggelam adalah syahid”. (HR. Muslim)

Meninggal pada malam atau hari Jum`at.

Rasulullah bersabda

Artinya: Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum`at atau malam Jum`at, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur”. (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Bagi wanita, meninggal saat melahirkan, ataupun meninggal saat sedang hamil

Rasulullah Saw.bersabda:

Artinya: Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke Surga.” (HR. Ahmad)

Meninggal karena sedang ribath (menjaga wilayah perbatasan),

Rasulullah bersabda:

Artinya: Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta ṣalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rizki baginya, dan ia terjagUa dJarIi fiPtnaUh”.B(HLR. MIKuslim)

Meninggal dalam keadaan melakukan amal saleh

Rasulullah bersabda:

Artinya: Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah karena mencari wajah (pahala) Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surg. Barangsiapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa bershadaqah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk surga. (HR Imam Ahmad dan selainnya)”.

Meninggal karena mempertahankan harta dari perampokan

Artinya: Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata bahwa ada seseorang yang menghadap Rasulullah Saw. .,ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang mendatangiku dan ingin merampas hartaku?” Beliau bersabda, “Jangan kau beri kepadanya.” Ia bertanya lagi, “Bagaimana pendapatmu jika ia ingin membunuhku?” Beliau bersabda, “Bunuhlah dia.” “Bagaimana jika ia malah membunuhku?”, ia balik bertanya. “Engkau dicatat syahid”, jawab Nabi SAW. “Bagaimana jika aku yang membunuhnya?”, ia bertanya kembali. “Ia yang di neraka”, jawab Nabi Saw.(HR. Muslim).

Upaya mendapatkan husnul khatimah

  • Melakukan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus, menjauhkan diri dari perbuatan syirik, Allah Swt. berfirman: Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan    sebenar-benar    takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) ”. (QS. Ali Imran)
  • Berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar meninggal dalam keadaan husnul khatimah
  • Berusaha untuk selalu memperbaiki diri, secara lahir dan

Baca Juga: