Menu Tutup

Identitas Sosial: Pengertian, Fungsi, Dimensi, Komponen, Teori, Faktor, dan Dampak

Identitas sosial adalah bagian dari konsep diri seseorang yang berasal dari pengetahuan mereka tentang keanggotaan dalam suatu kelompok sosial bersamaan dengan signifikansi nilai dan emosional dari keanggotaan tersebut12. Identitas sosial berkaitan dengan keterlibatan, rasa peduli, dan juga rasa bangga dari keanggotaan dalam suatu kelompok tertentu12. Identitas sosial merupakan cara seseorang mempresentasikan dirinya kepada orang lain dengan menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol yang mencerminkan kelompok sosial yang diterimanya3.

Fungsi Identitas Sosial

Identitas sosial memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  • Membantu seseorang menemukan jati diri dan rasa percaya diri yang lebih tinggi, efisien, dan efektif3.
  • Membantu seseorang mengenali dirinya dari mana ia berasal melalui cara berpikir dan bertindak3.
  • Membantu seseorang mendapatkan pengakuan (recognition) dari pihak lain (the others) sehingga nantinya mereka akan mendapatkan suatu persamaan sosial (social equality)3.
  • Membantu seseorang membedakan dirinya dengan orang lain dilihat dari ciri-ciri sosial seperti kebiasaan berpakaian, gaya bahasa, kebiasaan mengisi waktu luang, komunitas yang dibentuk, kebiasaan berbelanja dan sebagainya2.

Dimensi Identitas Sosial

Identitas sosial memiliki tiga dimensi utama, yaitu:

  • Kognitif: Merupakan pengetahuan seseorang tentang keanggotaannya dalam suatu kelompok sosial dan kategorisasi dirinya sebagai anggota kelompok tersebut4.
  • Evaluatif: Merupakan penilaian seseorang terhadap kelompoknya sendiri dan kelompok lain yang berhubungan dengan harga diri dan kepuasan4.
  • Emosional: Merupakan perasaan seseorang terhadap kelompoknya sendiri dan kelompok lain yang berhubungan dengan keterikatan, loyalitas, dan solidaritas4.

Komponen Identitas Sosial

Identitas sosial memiliki empat komponen utama, yaitu:

  • Kesadaran diri: Merupakan kemampuan seseorang untuk menyadari dirinya sebagai individu yang unik dan berbeda dengan orang lain4.
  • Kesadaran kelompok: Merupakan kemampuan seseorang untuk menyadari dirinya sebagai bagian dari suatu kelompok sosial yang memiliki ciri-ciri tertentu4.
  • Keterkaitan: Merupakan hubungan antara individu dengan anggota kelompoknya yang didasarkan pada kesamaan tujuan, nilai-nilai, norma-norma, dan kepentingan4.
  • Keterbedaan: Merupakan perbedaan antara individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain yang didasarkan pada perbandingan atau kontras4.

Teori Identitas Sosial

Teori identitas sosial adalah teori yang menjelaskan bagaimana identitas sosial seseorang terbentuk dan mempengaruhi perilaku sosialnya. Teori ini dikembangkan oleh Henri Tajfel dan John Turner pada tahun 1970-an. Teori ini mengemukakan beberapa hal penting, antara lain:

  • Identitas sosial seseorang dipengaruhi oleh kategorisasi diri dalam kelompok-kelompok sosial tertentu.
  • Identitas sosial seseorang dipengaruhi oleh identifikasi diri dengan kelompok-kelompok sosial tertentu yang memberikan rasa kebersamaan dan keterlibatan.
  • Identitas sosial seseorang dipengaruhi oleh perbandingan diri dengan kelompok-kelompok sosial lain yang memberikan rasa positif dan negatif terhadap diri sendiri dan kelompoknya.
  • Identitas sosial seseorang mempengaruhi perilaku sosialnya dalam hal kerjasama, kompetisi, konflik, diskriminasi, dan stereotip.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Identitas Sosial

Identitas sosial seseorang tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan melalui suatu proses yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi identitas sosial dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:

  • Faktor internal: Merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, seperti faktor genetik, konsep diri, minat, bakat, dan kepribadian.
  • Faktor eksternal: Merupakan faktor yang berasal dari luar diri seseorang, seperti faktor lingkungan sosial, budaya, pengalaman hidup, pengaruh teman sebaya, hubungan persahabatan, dan tekanan teman sebaya.

Faktor Internal

Faktor internal yang mempengaruhi identitas sosial antara lain:

  • Faktor genetik: Merupakan faktor yang diturunkan dari orang tua atau leluhur seseorang, seperti jenis kelamin, ras, warna kulit, bentuk tubuh, dan sebagainya. Faktor genetik dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal ketergantungan pada kelompok-kelompok sosial tertentu yang memiliki ciri-ciri fisik yang sama atau mirip.
  • Konsep diri: Merupakan gambaran atau pandangan seseorang tentang dirinya sendiri, baik secara fisik, mental, emosional, maupun sosial. Konsep diri dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal penilaian terhadap dirinya sendiri dan kelompoknya, serta perbandingan dirinya dengan orang lain atau kelompok lain.
  • Minat: Merupakan kecenderungan atau ketertarikan seseorang terhadap sesuatu hal atau aktivitas tertentu. Minat dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal pemilihan atau partisipasi dalam kelompok-kelompok sosial tertentu yang sesuai dengan minatnya.
  • Bakat: Merupakan kemampuan atau potensi seseorang dalam bidang tertentu yang bersifat alami atau bawaan. Bakat dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal pengembangan atau pengungkapan diri dalam kelompok-kelompok sosial tertentu yang mendukung bakatnya.
  • Kepribadian: Merupakan keseluruhan ciri-ciri atau sifat-sifat seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Kepribadian dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal perilaku atau sikap dalam berinteraksi dengan anggota kelompoknya atau kelompok lain.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang mempengaruhi identitas sosial antara lain:

  • Lingkungan sosial: Merupakan kondisi atau situasi tempat seseorang berada dan berinteraksi dengan orang lain. Lingkungan sosial dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal penyesuaian atau adaptasi dengan norma-norma, nilai-nilai, aturan-aturan, dan budaya yang berlaku di lingkungan tersebut.
  • Budaya: Merupakan keseluruhan pola hidup atau cara bertindak yang dianut dan dipraktikkan oleh suatu masyarakat atau kelompok tertentu. Budaya dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal pemahaman atau penghargaan terhadap keunikan atau keberagaman yang ada di masyarakat atau kelompok tersebut.
  • Pengalaman hidup: Merupakan peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang dialami oleh seseorang sepanjang hidupnya. Pengalaman hidup dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal pembelajaran atau penguatan terhadap dirinya sendiri dan kelompoknya, serta perubahan atau perkembangan diri seiring dengan waktu.
  • Pengaruh teman sebaya: Merupakan pengaruh atau dorongan yang datang dari orang-orang yang sebaya atau seumur dengan seseorang. Pengaruh teman sebaya dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal pemilihan atau pergaulan dengan kelompok-kelompok sosial tertentu yang sesuai dengan keinginan atau harapan teman-temannya.
  • Hubungan persahabatan: Merupakan hubungan yang didasarkan pada rasa saling menghormati, menghargai, mendukung, dan menyayangi antara seseorang dengan orang lain. Hubungan persahabatan dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal pembentukan atau pemeliharaan ikatan yang kuat dengan anggota kelompoknya atau kelompok lain.
  • Tekanan teman sebaya: Merupakan tekanan atau paksaan yang datang dari orang-orang yang sebaya atau seumur dengan seseorang untuk melakukan sesuatu hal atau aktivitas tertentu. Tekanan teman sebaya dapat mempengaruhi identitas sosial seseorang dalam hal penurutan atau penolakan terhadap tuntutan atau permintaan teman-temannya.

Dampak Identitas Sosial Terhadap Perilaku

Identitas sosial tidak hanya mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri dan kelompoknya, tetapi juga mempengaruhi cara seseorang berperilaku terhadap anggota kelompoknya atau kelompok lain. Identitas sosial dapat memiliki dampak positif maupun negatif terhadap perilaku, tergantung pada situasi dan konteksnya. Beberapa dampak identitas sosial terhadap perilaku antara lain:

  • Kerjasama: Merupakan perilaku yang menunjukkan sikap saling membantu, mendukung, dan bekerja sama dengan anggota kelompoknya atau kelompok lain untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama dapat dipengaruhi oleh identitas sosial dalam hal keterikatan, loyalitas, dan solidaritas yang dirasakan oleh seseorang terhadap kelompoknya atau kelompok lain.
  • Kompetisi: Merupakan perilaku yang menunjukkan sikap saling bersaing, menantang, dan berusaha mengungguli anggota kelompoknya atau kelompok lain untuk mencapai tujuan pribadi atau kelompok. Kompetisi dapat dipengaruhi oleh identitas sosial dalam hal perbandingan, penilaian, dan keinginan untuk mempertahankan atau meningkatkan status sosial yang dimiliki oleh seseorang atau kelompoknya.
  • Konflik: Merupakan perilaku yang menunjukkan sikap saling bertentangan, berlawanan, dan berkonfrontasi dengan anggota kelompoknya atau kelompok lain karena adanya perbedaan atau ketidaksesuaian tujuan, nilai-nilai, kepentingan, atau pandangan. Konflik dapat dipengaruhi oleh identitas sosial dalam hal perasaan ancaman, ketidakadilan, atau ketidakpuasan yang dirasakan oleh seseorang atau kelompoknya terhadap kelompok lain.
  • Diskriminasi: Merupakan perilaku yang menunjukkan sikap tidak adil, tidak setara, atau tidak menghormati anggota kelompok lain karena adanya perbedaan atau ketimpangan status sosial. Diskriminasi dapat dipengaruhi oleh identitas sosial dalam hal stereotip, prasangka, atau sikap negatif yang dimiliki oleh seseorang atau kelompoknya terhadap kelompok lain.
  • Stereotip: Merupakan perilaku yang menunjukkan sikap menyederhanakan, menggeneralisasi, atau memberi label kepada anggota kelompok lain berdasarkan ciri-ciri tertentu tanpa mempertimbangkan variasi individual. Stereotip dapat dipengaruhi oleh identitas sosial dalam hal kategorisasi sosial yang dilakukan oleh seseorang untuk membedakan dirinya dengan orang lain atau kelompok lain.

Sumber:
(1) Pengertian Identitas Sosial : Fungsi, Dimensi, Komponen, Teori …. https://www.pelajaran.co.id/identitas-sosial/.
(2) Identitas Sosial (Pengertian, Fungsi, Dimensi, Komponen dan Pembentukan). https://www.kajianpustaka.com/2021/02/identitas-sosial.html.
(3) Identitas Sosial adalah: Pengertian, Ciri, Teori, dan Contoh – Freedomsiana. https://www.freedomsiana.id/identitas-sosial-adalah/.
(4) Pengertian Identitas Sosial, Teori, Komponen, Dimensi, dan Motivasinya …. https://www.sosial79.com/2021/01/pengertian-identitas-sosial-teori.html.

Baca Juga: