Istiqamah menurut Ulama

Ar Raaghib : “Tetap berada di atas jalan yang lurus” [istiqomah, Dr. Ahmad bin Yusuf Ad Duraiwisy, Darul Haq].

Imam An Nawawi : “Tetap alam ketaatan” (Kitab Riyadhus Shalihin). Sehingga Istiqomah mengandung pengertian : “tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla”.

Mujahid : “Istiqamah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan Allah Taala”.

Ibnu Taimiah : “Mereka beristiqamah dalam mencintai dan beribadah kepada-Nya tanpa menoleh kiri kanan”.Dengan kata lain istiqomah mengandung suatu arti mendalam dalam beribadah kepada-Nya, mencintai sepenuh hati dalam mencari Ridha-Nya.

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu : “Hendaknya kamu tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga”.

Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu : “Hendaknya kita bertahan dalam satu perintah atau larangan, tidak berpaling seperti berpalingnya seekor musang”.

Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu : “Istiqomah artinya ikhlas”.

Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu : “Istiqomah adalah melaksanakan kewajiban”.

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu : “Istiqomah mengandung 3 macam arti : Istiqomah dengan lisan (yaitu bertahan terus mengucapkan kalimat syahadat), istiqomah dengan hati (artinya terus melakukan niat yang jujur) dan istiqomah dengan jiwa (senantiasa melaksanakan ibadah dan ketaatan secara terus-menerus).

DAFTAR PUSTAKA

  • Bachrum Rifa’i dan Hasan Mud’is, 2010. Filsafat Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia.
  • Jamaluddin Ahmad al Buny, 2002. Menelusuri Taman-Taman Mahabbah Shufiyah, Yogyakarta : Mitra Pustaka,
  • Amin, Aziz, 2004. Tirmidzi Abdul Majid, Analisa Zikir dan Doa, Jakarta: Pinbuk Press.