Menu Tutup

Jurusan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) : Definisi, Gelar, Kompetensi, Mata Kuliah, Tempat Magang, dan Prospek Kerja

Definisi

Jurusan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) adalah jurusan yang mempelajari ilmu hukum Islam dengan konsentrasi pada hukum-hukum yang berkaitan dengan keperdataan Islam, seperti perkawinan, perceraian, waris, wakaf, dan lain-lain. Jurusan ini bertujuan untuk mencetak sarjana hukum Islam yang kompeten dan profesional dalam bidang hukum keluarga Islam dan peradilan agama .

Gelar

Lulusan jurusan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) mendapatkan gelar Sarjana Hukum (SH) atau Sarjana Hukum Islam (SHI), tergantung dari kampus masing-masing .

Kompetensi

Lulusan jurusan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Menguasai konsep dan teori hukum Islam, terutama hukum keluarga Islam
  • Mampu menganalisis dan menyelesaikan masalah hukum keluarga Islam yang berkembang di masyarakat
  • Mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan klien, kolega, dan pihak-pihak terkait dalam bidang hukum keluarga Islam
  • Mampu mengembangkan ilmu hukum keluarga Islam yang relevan dan berdaya saing tinggi
  • Mempunyai integritas, etika, dan tanggung jawab sebagai sarjana hukum Islam

Mata Kuliah

Beberapa contoh mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa jurusan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) adalah:

  • Filsafat Hukum Islam
  • Hukum Pidana Islam
  • Hukum Perdata
  • Hukum Tata Negara
  • Hukum Pidana
  • Hukum Perkawinan Islam
  • Hukum Kewarisan Islam
  • Hukum Keluarga Islam
  • Hukum Wakaf
  • Praktik Peradilan Agama

Tempat Magang

Mahasiswa jurusan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) dapat melakukan magang di tempat-tempat seperti:

  • Pengadilan Agama
  • Kantor Urusan Agama (KUA)
  • Lembaga Bantuan Hukum (LBH)
  • Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam
  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang hukum keluarga Islam

Prospek Kerja

Lulusan jurusan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) memiliki prospek kerja yang cukup luas, antara lain:

  • Hakim Pengadilan Agama
  • Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Agama atau instansi lain yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam
  • Pengacara atau konsultan hukum keluarga Islam
  • Dosen atau peneliti di bidang hukum keluarga Islam
  • Aktivis atau advokat di bidang hukum keluarga Islam

Baca Juga: