Menu Tutup

Jurusan Ilmu Hadis: Definisi, Gelar, Kompetensi, Mata Kuliah, Tempat Magang, dan Prospek Kerja

Definisi

Jurusan Ilmu Hadis adalah jurusan yang menyiapkan tenaga ahli pada bidang ilmu hadis maupun riset hadis. Ilmu hadis adalah ilmu yang mempelajari tentang perkataan, perbuatan, persetujuan, dan sifat Nabi Muhammad SAW yang menjadi sumber hukum Islam kedua setelah al-Quran. Jurusan ini dulunya dikenal juga sebagai Jurusan Tafsir Hadis .

Gelar

Lulusan jurusan Ilmu Hadis memiliki gelar Sarjana Agama (S.Ag.).

Kompetensi

Lulusan jurusan Ilmu Hadis diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut :

  • Mampu melakukan kajian dan penelitian di bidang ilmu hadis
  • Mampu menerjemahkan dan menyajikan kandungan hadis
  • Mampu menghayati nilai-nilai al-Quran dan hadis dalam kehidupan di tengah masyarakat
  • Mampu menjadi muhadis yang memiliki kualifikasi akademis ilmu hadis

Mata Kuliah

Beberapa mata kuliah yang dipelajari di jurusan Ilmu Hadis antara lain :

  • Ulumul Quran
  • Ulumul Hadis
  • Ushul Fiqh
  • Bahasa Arab
  • Bahasa Inggris
  • Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD)
  • Tahfiz Hadis
  • Filsafat Umum
  • Praktek Qiraah
  • Metodologi Studi Islam
  • Musthalah Hadis
  • Qawaid Fiqh
  • Ilmu Jarh wa Ta’dil
  • Kajian Teks Hadis
  • Ilmu Rajalil Hadis
  • Ilmu Maanil Hadis
  • Manahijul Muhaddisin
  • Ilmu Takhrijul Hadis
  • Metodologi Penelitian Hadis

Tempat Magang

Mahasiswa jurusan Ilmu Hadis dapat melakukan magang di berbagai tempat yang berkaitan dengan bidang studinya, seperti :

  • Lembaga penelitian hadis
  • Lembaga penerbitan tafsir hadis
  • Lembaga dakwah dan konsultasi agama
  • Lembaga pendidikan Islam formal maupun nonformal

Prospek Kerja

Lulusan jurusan Ilmu Hadis memiliki prospek kerja yang cukup luas, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Beberapa contoh pekerjaan yang dapat ditekuni oleh lulusan jurusan ini adalah :

  • Penafsir pemula atau peneliti pemula di bidang ilmu hadis
  • Praktisi sosial keagamaan khususnya di bidang al-Quran dan penafsiran hadis
  • Konsultan atau penyuluh agama dan pegawai kantor Kementerian Agama pusat, wilayah, kabupaten maupun kota.
  • Pengajar di pesantren atau madrasah
  • Pegiat dakwah atau mubaligh
  • Pengelola pondok pesantren atau madrasah
  • Mentor tahfiz/tahsin al-Quran
  • Konten kreator hadis digital

Baca Juga: