Apakah Anda masih berpikir bahwa masuk Jurusan Teknik Pertanian berarti Anda akan menghabiskan waktu 4 tahun hanya untuk belajar mencangkul di sawah? Jika iya, Anda perlu mengubah persepsi tersebut sekarang juga.
Di era Revolusi Industri 4.0, Teknik Pertanian (sering juga disebut Teknik Biosistem) telah bertransformasi menjadi salah satu jurusan paling relevan dan futuristik. Bukan sekadar menanam, jurusan ini menggabungkan prinsip engineering (rekayasa) dengan biologi untuk menciptakan sistem pertanian yang efisien dan canggih.
Bagi Anda calon mahasiswa yang tertarik dengan teknologi tapi juga peduli pada ketahanan pangan, simak ulasan mendalam mengenai apa itu Teknik Pertanian dan peluang kerjanya di era Agritech berikut ini.
Apa Itu Jurusan Teknik Pertanian?
Secara sederhana, Teknik Pertanian adalah bidang ilmu yang mempelajari penerapan dasar-dasar teknik dalam bidang pertanian. Fokus utamanya bukan pada “bagaimana cara menanam” (itu tugas jurusan Agronomi/Agroteknologi), melainkan “bagaimana menciptakan alat, mesin, dan sistem” agar proses pertanian menjadi lebih produktif.
Di jurusan ini, Anda akan menjadi seorang engineer. Anda akan belajar bagaimana mendesain mesin pemanen, merancang sistem irigasi otomatis berbasis sensor, hingga mengelola energi terbarukan dari limbah pertanian.
Mata Kuliah Teknik Pertanian: Tidak Melulu Soal Tanah
Apa saja yang dipelajari di jurusan ini? Kurikulum modern Teknik Pertanian kini sangat kental dengan nuansa teknologi. Berikut beberapa gambaran mata kuliahnya:
-
Matematika Teknik & Fisika Dasar: Fondasi utama sebagai sarjana teknik.
-
Gambar Teknik & CAD: Belajar mendesain mesin menggunakan software komputer.
-
Elektronika & Instrumentasi: Mempelajari sensor dan sirkuit listrik untuk alat pertanian.
-
Teknik Pasca Panen: Bagaimana mengolah hasil panen agar awet dan bernilai jual tinggi.
-
Sistem Informasi Geografis (GIS): Pemetaan lahan menggunakan satelit atau drone.
-
Koding & Pemrograman: Untuk keperluan otomatisasi dan Smart Farming.
Mitos vs Fakta: Teknik Pertanian di Era Digital
Banyak yang ragu memilih jurusan ini karena stereotip “pekerjaan kasar”. Mari kita luruskan dengan fakta lapangan saat ini:
-
Mitos: Lulusan Teknik Pertanian kerjanya panas-panasan di sawah.
-
Fakta: Banyak lulusan yang bekerja di ruang kendali (control room), laboratorium, atau sebagai data analyst di perusahaan startup.
-
Mitos: Pertanian itu industri yang tertinggal (kuno).
-
Fakta: Pertanian modern menggunakan drone, robotika, dan Internet of Things (IoT). Sektor ini sedang mengalami digitalisasi besar-besaran.
5 Prospek Kerja Teknik Pertanian di Era Agritech
Lupakan sejenak pekerjaan konvensional. Di era tech saat ini, lulusan Teknik Pertanian memiliki peluang karir yang jauh lebih luas dan bergengsi, terutama dengan menjamurnya startup pertanian (Agritech) di Indonesia seperti eFishery, TaniHub, atau Aruna.
Berikut adalah peluang karir modern untuk lulusan ini:
1. Smart Farming Specialist
Perusahaan besar kini berlomba menerapkan Precision Agriculture. Sebagai spesialis, tugas Anda adalah merancang sistem pertanian yang presisi menggunakan sensor. Misalnya, mengatur penyiraman otomatis yang hanya menyala ketika kelembapan tanah turun di angka tertentu, yang dikontrol lewat smartphone.
2. Konsultan Teknik & Desain Mesin Pertanian
Indonesia masih sangat membutuhkan modernisasi alat. Anda bisa bekerja di industri manufaktur alat berat (seperti traktor atau combine harvester) sebagai RnD Engineer yang mendesain mesin panen yang lebih efisien dan hemat bahan bakar.
3. Ahli Energi Terbarukan (Bio-Energy)
Dunia sedang beralih ke energi hijau. Lulusan Teknik Pertanian memiliki kompetensi untuk mengolah limbah biomassa (seperti kelapa sawit atau kotoran ternak) menjadi energi listrik atau bahan bakar nabati (biofuel). Posisi ini sangat dicari oleh perusahaan energi multinasional.
4. Data Analyst Sektor Agro
Data adalah minyak baru, termasuk di pertanian. Perusahaan membutuhkan orang yang paham konteks pertanian sekaligus mampu mengolah data. Anda bertugas menganalisis data cuaca, kondisi tanah, dan hasil panen untuk memprediksi tren pasar dan risiko gagal panen.
5. Technopreneur (Wirausaha Berbasis Teknologi)
Dengan bekal ilmu teknik, Anda bisa menciptakan inovasi sendiri. Bayangkan membuat startup yang menciptakan drone penyemprot pupuk atau aplikasi marketplace hasil tani. Peluang ini sangat terbuka lebar mengingat dukungan pemerintah terhadap wirausaha muda sangat besar.
Kesimpulan
Jurusan Teknik Pertanian bukan lagi pilihan “buangan”. Ini adalah jurusan bagi mereka yang visioner dan ingin menyelesaikan masalah pangan dunia dengan teknologi. Jika Anda menyukai matematika, fisika, dan punya ketertarikan pada alam serta teknologi, jurusan ini adalah tempat yang tepat untuk Anda.
Jangan takut soal karir. Selama manusia butuh makan, lulusan Teknik Pertanian akan selalu dibutuhkan—tentu saja dengan peran yang makin canggih seiring perkembangan zaman.