Kaidah Dasar Bahasa Indonesia

Untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar kita  terlebih dahulu harus mengetahui kaidah dasar dalam bahasa Indonesia, yaitu :

Kata yang penting dituliskan atau disebutkan lebih dahulu,

Setelah itu baru keterangannya. Atau kata yang diterangkan didepan kata yang menerangkan. Dengan istilah lain bahasa indinesia mengikuti hukum DM (Diterangkan Menerangkan)

Tetapi seperti umumnya kaidah bahas itu tidak mutlak sifatnya, dalam hal inipun susunan Diterangkan Menerangkan tersebut juga mempunyai kekecualiaan dalam penggunaan kata depan, kata bilangan, kata keterangan, kata bantu ( mau, pasti, hendak) dan kata majemuk.

Tidak mengenal perubahan bentuk kata benda sebagai akibat penjamakan.

untuk menyatakan jamak atau banyak, bahasa Indonesia menggunakan kata bilangan tertentu maupun tidak. Disamping itu dalam bahasa Indonesia dikenal pula kata – kata yang mengandung arti jamak misalnya :rombongan, ikatan, gabungan, perserikatan dll. Oleh sebab itu apabila sudah ada salah satu kata penunjuk jamak tersebut, kata benda dibelakannya tidak boleh diulang.

Yang Benar                                                   Salah

–          Banyak teman                                                 –  Banyak teman teman

–          Tidak sedikit barang                                       –  Tidak sedikit barang barang

–          Hadirin                                                            – Para hadirin

Dalam hal itu sering juga ditemukan susunan seperti : para alumni, kaum politisi, dan para medisi dan sebagainya, karena kata – kata : alumni, politisi dan medisi  sudah menunjukkan makna jamak dari alumnus,politikus dan medikus, maka menurut aturan bahasa Indonesia yang benar, seharusnya cukup dikatakan para alumnus atau alumni,para politikus atau  politisi dan  para medikus atau medisi saja.

Mudah ditebak bahwa susunan seperti diatas dipengaruhi oleh adat susunanbahasa Indo – German. Pada bahasa – bahasa tersebut, perubahan kata benda dibelakang kata – kata penunjuk jamak memang merupakan keharusan, karena memang seperti itulah ketentuan yang berlaku.

Tidak mengenal tingkatan dalam pemakaian.

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang demokratis, ia tidak mengenal tingkatan dalam pemakaian. Tidak mengenal perubahan bentuk kata kerja sehubungan dengan orang yang melakukan pekerjaan tersebut. Berbeda halnya dengan adat bahasa – bahasa daerah. Dalam bahasa jawa misalnya, tingkatan bahasa itu ada . hal tersebut harus dipahami benar – benar oleh sipemakai bahasa itu apabila menginginkan bahasabya dikatakan baik dan sopan. Pemakai bahasa Indonesia yang baik selalu menggunkan kata yang dianggap sopan tersebut untuk lawan berbicaranya yang lebih tua atau lebih tinggi derajatnya.

Sebagai akibat pengaruh bahasa ibu tersebut, banyak pemakai bahasa Indonesia dari suku jawa menyelipkan kata – kata terhormat dari bahasa jawa bila mereka berbicara dengan lawan bicara yang dianggapnya lebih tua atau lebih tinggi derajatnya misalkan : Atas kerawuhan bapak – bapak saya menghaturkan terima kasih seharusnya  Atas kedatangan bapak – bapak ,saya ucapkan terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA