Menu Tutup

Kelompok Sosial: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Karakteristik

Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi1 Tujuan dibentuknya kelompok sosial adalah untuk mewujudkan penerapan nilai-nilai sosial yang ada dan dibutuhkan dalam suatu struktur sosial pada suatu masyarakat2 Kelompok sosial merupakan bagian dari realitas sosial yang bersifat universal dan menjadi bagian dari sistem sosial3

Jenis Kelompok Sosial

Berdasarkan proses terbentuknya, kelompok sosial terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Kelompok semu, yaitu kelompok yang terbentuk secara spontan dan tidak memiliki struktur atau organisasi yang jelas. Contoh kelompok semu adalah kerumunan, massa, dan publik.
  • Kelompok nyata, yaitu kelompok yang terbentuk secara sadar dan memiliki struktur atau organisasi yang jelas. Contoh kelompok nyata adalah keluarga, teman sekelas, organisasi kemasyarakatan, dan partai politik.

Berdasarkan ikatan anggota, kelompok sosial terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Etnis, yaitu kelompok yang memiliki kesamaan ciri fisik, bahasa, budaya, dan asal-usul. Contoh etnis adalah Jawa, Sunda, Batak, dan Dayak.
  • Bangsa, yaitu kelompok yang memiliki kesamaan wilayah, sejarah, ideologi, dan cita-cita. Contoh bangsa adalah Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Amerika Serikat.
  • Masyarakat, yaitu kelompok yang memiliki kesamaan tempat tinggal, norma hukum, pemerintahan, dan kebudayaan. Contoh masyarakat adalah masyarakat desa, masyarakat kota, masyarakat adat, dan masyarakat modern.
  • Paguyuban, yaitu kelompok yang memiliki kesamaan asal daerah atau kampung halaman. Contoh paguyuban adalah Ikatan Keluarga Sumatera Selatan (IKSS), Ikatan Keluarga Jawa Timur (IKJT), dan Ikatan Keluarga Sulawesi Selatan (IKSS).
  • Patembayan, yaitu kelompok yang memiliki kesamaan profesi atau pekerjaan. Contoh patembayan adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
  • Komunitas, yaitu kelompok yang memiliki kesamaan minat atau hobi. Contoh komunitas adalah komunitas pecinta alam, komunitas pecinta musik, dan komunitas pecinta buku.
  • Organisasi sosial, yaitu kelompok yang memiliki kesamaan tujuan atau misi. Contoh organisasi sosial adalah Palang Merah Indonesia (PMI), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Fungsi Kelompok Sosial

Kelompok sosial memiliki beberapa fungsi bagi anggota maupun masyarakat secara umum, di antaranya adalah:

  • Fungsi afektif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan emosional atau perasaan anggota kelompok. Contohnya adalah memberikan rasa aman, nyaman, bahagia, dan dicintai.
  • Fungsi instrumental, yaitu fungsi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan materiil atau fisik anggota kelompok. Contohnya adalah memberikan bantuan finansial, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan transportasi.
  • Fungsi normatif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan moral atau norma anggota kelompok. Contohnya adalah memberikan bimbingan, arahan, kritik, dan sanksi.
  • Fungsi integratif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sosial atau interaksi anggota kelompok. Contohnya adalah memberikan kesempatan berkomunikasi, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan bersolidaritas.
  • Fungsi adaptif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan perubahan atau perkembangan anggota kelompok. Contohnya adalah memberikan pelatihan, pendidikan, inovasi, dan kreativitas.

Karakteristik Kelompok Sosial

Kelompok sosial memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan kelompok lain, yaitu:

  • Adanya interaksi antar anggota, yaitu adanya hubungan timbal balik yang terjadi secara teratur dan berkesinambungan di antara anggota kelompok.
  • Adanya interdependen, yaitu adanya ketergantungan antara anggota kelompok dalam mencapai tujuan bersama.
  • Adanya kesadaran, yaitu adanya pengakuan dan penghargaan terhadap keanggotaan dan identitas kelompok.
  • Adanya kesamaan, yaitu adanya persamaan atau kesepakatan mengenai nilai, norma, tujuan, dan kepentingan kelompok.
  • Adanya rasa menjadi bagian, yaitu adanya perasaan memiliki dan bertanggung jawab terhadap kelompok.
  • Adanya struktur, yaitu adanya susunan atau organisasi yang mengatur peranan, kedudukan, dan hubungan antar anggota kelompok.
  • Adanya sistem dan proses berkembang, yaitu adanya mekanisme atau aturan yang mengatur aktivitas, komunikasi, dan dinamika kelompok.

Sumber:
(1) Kelompok sosial – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial.
(2) Kelompok Sosial: Pengertian, Macam, Klasifikasi, Syarat, Ciri-ciri. https://www.gramedia.com/literasi/kelompok-sosial/.
(3) Kelompok Sosial – Pengertian, Macam, Klasifikasi, Syarat & Jenis. https://www.dosenpendidikan.co.id/kelompok-sosial/.

Baca Juga: