Kenakalan Remaja : Pengertian, Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pengertian Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja yaitu perilaku menyimpang dari norma-norma hukum perdana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan diri sendiri.

Menurut Kartono ilmuan sosiologi, “Kenakalan remaja atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Juvenile Delinguency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.”

Santrok “Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”

Jenis-jenis Kenakalan Remaja

  1. Penyalahgunaan Narkoba

Ada banyak penyebab yang dapat menjerumuskan orang melakukan penyalahgunaan narkoba, antara lain rasa ingin tahu atau rasa penasaran yang besar tanpa menyadari akibatnya. (Warsidi, 2006:16)

  1. Seks Bebas

Hubungan suami istri tanpa nikah yang dilakukan di luar norma agama. (Suranto, 2009:21)

  1. Tawuran Antar Pelajar

Rasa balas dendam yang dimiliki antara pelajar yang mengakibatkan tawuran. Sehingga banyak pelajar yang meninggal akibat tawuran tersebut.

Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja

Perilaku nakal remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun dari luar (eksternal).

Dampak Negatif dari Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja dapat mengakibatkan dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain. Bagi diri sendiri mengakibatkan gangguan kesehatan.

Hal ini mengakibatkan orang lain terganggu dengan kenakalan tersebut.

Cara Mengatasi Kenakalan Remaja, antara lain:

  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa di cegah atau di atasi dengan prinsip keteladanan.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orang tua untuk memenuhi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikasi, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua memberi arahan dengan siapa dan komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.