Menu Tutup

Kiprah NU dalam Pengentasan Kemiskinan

Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, politik, budaya dan ekonomi bangsa. Sejak berdirinya pada tahun 1926, NU telah berkontribusi dalam memajukan Islam Nusantara yang moderat, toleran dan inklusif. Salah satu aspek yang menjadi perhatian NU adalah pengentasan kemiskinan yang masih menjadi masalah besar di Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020 terdapat 26,42 juta orang miskin di Indonesia, atau sekitar 9,78 persen dari total penduduk. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 9,22 persen. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan jumlah penduduk miskin di Indonesia.

NU menyadari bahwa kemiskinan adalah akar dari berbagai masalah sosial, seperti ketidakadilan, kekerasan, radikalisme dan kriminalitas. Oleh karena itu, NU berupaya untuk mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program dan kegiatan yang bersifat ekonomi maupun sosial.

Dari sisi ekonomi, NU memiliki lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi umat, seperti Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Umat (LPEU), Bank Wakaf Mikro (BWM), Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan lain-lain. Lembaga-lembaga ini memberikan bantuan modal usaha, bimbingan kewirausahaan, pelatihan keterampilan, penyaluran zakat, infaq dan shadaqah, serta pemberian beasiswa kepada anak-anak yatim dan dhuafa.

Dari sisi sosial, NU memiliki lembaga-lembaga yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial, seperti Rumah Zakat NU (RZNU), Rumah Yatim NU (RYNU), Rumah Sehat NU (RSNU), Rumah Kreatif NU (RKN) dan lain-lain. Lembaga-lembaga ini memberikan pelayanan kesehatan gratis atau murah, bantuan pangan dan sandang, bantuan bencana alam dan konflik sosial, serta fasilitasi pengembangan potensi diri dan komunitas.

Selain lembaga-lembaga tersebut, NU juga memiliki jaringan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor NU, Banser NU, IPNU-IPPNU, PMII dan lain-lain. Ormas-ormas ini turut aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan sosial dan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

NU juga memiliki pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional yang menjadi ciri khas Islam Nusantara. Pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama kepada santri-santrinya, tetapi juga memberikan pendidikan karakter, kemandirian dan kewirausahaan. Banyak pondok pesantren yang memiliki usaha-usaha produktif yang melibatkan santri-santrinya, seperti pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan tangan dan lain-lain. Pondok pesantren juga menjadi pusat dakwah dan pengembangan masyarakat di sekitarnya.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa NU memiliki kiprah yang cukup besar dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. NU tidak hanya memberikan bantuan materi kepada kaum dhuafa dan miskin, tetapi juga memberikan bimbingan spiritual dan motivasi agar mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

NU juga mengajarkan nilai-nilai Islam Nusantara yang menghargai keragaman, toleransi dan persaudaraan. NU berusaha untuk menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, bukan sebagai sumber konflik dan kekerasan. NU berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Referensi:

  • Pengentasan Kemiskinan | NU Online Jabar – Nahdlatul Ulama. https://jabar.nu.or.id/hikmah/pengentasan-kemiskinan-cNDPF
  • Perspektif Ekonomi Islam Nusantara: Islam Tanpa Kemiskinan – nu.or.id. https://nu.or.id/opini/perspektif-ekonomi-islam-nusantara-islam-tanpa-kemiskinan-ATuOw
  • NU DAN PROBLEM KEMISKINAN (Upaya Pemberdayaan Ekonomi dan Kesejahteraan Masa Kolonial). http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=2599427&val=24458&title=NU%20DAN%20PROBLEM%20KEMISKINAN%20Upaya%20Pemberdayaan%20Ekonomi%20dan%20Kesejahteraan%20Masa%20Kolonial

Baca Juga: