Konsep Dasar dan Latar Belakang Islamisasi Ilmu Pengetahuan 

Ada beberapa alasan utama yang menjadi latar belakang program Islamisasi ilmu pengetahuan__menurut Al-Faruqi__yaitu kondisi realitas dunia Islam pada saat gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan dikemukakan. Menurut Al-Faruqi ada beberapa permasalahan serius yang sedang dihadapi umat Islam yang disebutnya sebagai sebuah malaise (krisis) global yang di alami sebagian umat Islam di dunia.

Krisis tersebut telah menyebabkan umat Islam menempati posisi terendah di antara bangsa-bangsa lain, mereka mengalami pemerasan, penjajahan dan dirampas negerinya, dibantai serta dipaksa untuk meninggalkan agamanya.

Sementara dalam kehidupan politik umat Islam terjadi perpecahan dan pertikaian yang memang sengaja diciptakan oleh negara-negara Barat untuk lebih menciptakan ketidakstabilan, perpecahan antara umat Islam. Kondisi ini disebabkan oleh usaha kaum kolonial dan menghancurkan seluruh institusi politik di negara-negara Islam.

Efek terburuk dari malaise yang dialami umat Islam telah mengakibatkan krisis serius yang dialami oleh berbagai negara-negara muslim dalam berbagai bidang. Kekalahan di bidang politik berimbas pada kekalahan dan keterbelakangan di bidang ekonomi.

Kehidupan ekonomi umat Islam mengalami kehancuran dengan banyaknya kelaparan dan ketidakberdayaan ekonomi umat. Keadaan ini menimbulkan ketergantungan yang luar biasa kaum muslim kepada pihak-pihak asing. Industri-industri yang diselenggarakan di negara-negara muslim tidak ditujukan untuk memenuhi kebutuhan umat Islam, tapi untuk kepentingan kaum kolonial.

Dalam bidang kegamaan dan budaya, umat Islam semakin tersesat dengan propaganda asing yang mengarah kepada westernisasi, tanpa disadari bahwa itu akan membawa kepada kehancuran budaya bangsanya dan ajaran Islam. Berbarengan dengan itu____dalam bidang pendidikan___dibangunlah berbagai sekolah-sekolah yang menggunakan sistem dan kurikulum Barat, yang selanjutnya melahirkan kesenjangan di antara umat Islam, yaitu mereka yang terlalu terbaratkan dan sekuler dan mereka yang tetap menentang sekulerisme. Pemerintah kolonial selalu berusaha agar golongan umat Islam yang pertama unggul dan menjadi penentu dalam pengambilan kebijakan umat Islam.

Sebagai jawaban atas persoalan-persoalan umat Islam sebagaimana di atas, penting adanya langkah-langkah perbaikan. Al-Faruqi merekomendasikan pentingnya pemaduan pendidikan yang bersifat sekuler/ profane dengan pendidikan Islam. Dualisme pendidikan yang terjadi di kalangan umat Islam pada saat ini harus ditiadakan setuntasnya. Kedua sistem pendidikan tersebut harus dipadukan dan diintegrasikan, sehingga dapat melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA

  • Al-Faruqi, Ismail Raji. 1984. Islamisasi Pengetahuan, terj. Anas Mahyuddin Bandung: Pustaka Setia.
  • Iswati. 2017. Upaya Islamisasi Ilmu Pengetahuan Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam. At-Tajdid, Volume. 1, No. 1 Januari-Juni.
  • Kertanegara, Mulyadhi. 2007. Mengislamkan Nalar. Jakarta : Erlangga.