Kriteria Penilaian Investasi : NPV, IRR, PP, PI, B/C Ratio

Net present value (NPV).

NPV adalah kriteria terpenting dalam evaluasi sebuah investasi merupakan tujuan manajemen keuangan semua perusahaan untuk meningkatkan atau menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham. NPV adalah selisih jumlah kas yang dihasilkan sebuah proyek investasi dan nilai investasi yang diperlukan atau selisih PV dari sebuah proyek dan investasi awal. Dalam metode ini, pertama-tama yang dihitung adalah nilai sekarang (present value) dari keseluruhan proses yang diharapkan atas discount rate tertentu. Kemudian jumlah present value dari keseluruhan selama usianya dikurangi dengan present value dari jumlah investasinya. Selisih antara present value dari keseluruhan dengan present value dari pengeluaran modal (capital outlays) dinamakan nilai neto sekarang (Net Present Value).

Kesulitan penggunan NPV adalah investor atau manajer keuangan harus mendapat tingkat diskonto yang representatif untuk setiap proyek investsi. Untuk investor perusahaan, tingkat diskonto ini adalah rata-rata tertimbang dari biaya dana atau rata-rata tertimbang dari struktur modal perusahaan itu. Untuk investor individu, tingkat diskonto yang relevan adalah biaya bunga pinjaman atau biaya modal sendiri.

Adapun Kelebihan dari NPV, sebagai berikut:

  •  Memperhatikan nilai waktu dari pada uang (time value of money).
  •  Mengutamakan aliran kas yang lebih awal.
  •  Tidak mengabaikan aliran kas selama periode proyek atau investasi.

Kelemahan dari NPV, sebagai berikut:

  • Memerlukan perhitungan Cost Of Capital sebagai Discount Rate.
  • Lebih sulit penerapannya dari pada Pay Back Period.

Internal Rate of Return (IRR).

Internal Rate Return adalah tingkat bunga yang menyamakan present value kas keluar yang diharapkan dengan present value aliran kas masuk yang diharapkan, atau didefinisikan juga sebagai tingkat bunga yang menyebabkan Net Present Value (NPV) sama dengan nol (0). Gittinger (1986) menyebutkan bahwa IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan internal tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen.

Adapun Kelebihan dari IRR, sebagai berikut:

  • Tidak mengakibatkan aliran kas selama periode proyek
  • Memperhitungkan nilai waktu dari pada uang
  • Mengutamakan aliran kas awal dari pada aliran kas belakangan

Kelemahan dari PP adalah Memerlukan perhitungan (Cost Of Capital) sebagai batas minimal dari nilai yang mungkin dicapai.

Payback Period (PP).

Payback period adalah periode modal kembali atau lamanya waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal atau modal yang sudah dikeluarkan. Metode ini juga sering disebut dengan metode pemulihan investasi yang merupakan metode analisis kelayakan investasi untuk menilai jangka waktu (tahun) pemulihan seluruh modal yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan.

Adapun Kelebihan dari PP, sebagai berikut: