Larangan Hoaks dalam Islam

Pengertian Hoaks

Hoaks adalah berita bohong. Menyebarkan hoaks merupakan sikap tercela yang sering terjadi di zaman modern ini. Seringkali hoaks dibuat untuk menggiring pikiran manusia pada pandangan tertentu. Pandangan yang akan menyesatkan manusia dan menjauhkan mereka dari kebenaran berita. Orang yang menyebarkan hoaks ialah orang yang lemah imannya karena ia tetap menyebarkan hoaks meskipun mengetahui bahwa hoaks akan menimbulkan kekacauan atau karena ia tetap menyebarkan berita tanpa diklarifikasi kebenarannya dahulu.

Adanya hoaks merugikan tiap orang baik penyebarnya, sasarannya atau pun orang yang percaya dengan hoaksnya. Penyebarnya akan dijuluki sebagai pendusta, sasarannya akan buruk namanya, dan orang yang percaya dengan hoaks akan memiliki prasangka buruk pada sasaran hoaks. Oleh karena itu sebagai manusia yang dengan dibekali akal, sangat penting untuk kita berhati-hati dalam berbicara, tulus beribadah kepada Allah, dan tidak mudah percaya dan menyebarkan berita yang nbelum terbukti kebenarannya. Allah Swt. berfirman:

“Sesungguhnya   jika   tidak   berhenti   orang-orang   munafik,   orang-orang   yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, (QS. al-Aḥzāb [33]:60)

Hoaks bukanlah masalah yang baru dalam Islam. Hoaks pernah terjadi pada zaman Rasulullah. Hal itu terlihat pada kabar bohong yang ditimpakan kepada Siti ‘Aisyah, istri Rasulullah..

Hoaks dalam Islam

Islam melarang menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya karena akan menimbulkan fitnah di mana-mana. Hoaks akan menjadikan seseorang menjadi tidak dipercaya lagi di masyarakat. Oleh karena itu hoaks harus benar-benar dijauhi oleh semua orang. Di antara bahaya hoaks adalah

Menyebabkan kepanikan masyarakat

Ketika mendengar suatu kabar, harusnya masyarakat membaca dan memahami kabar tersebut sebelum menyebarkannya. Butuh usaha untuk mengatakan bahwa kabar tersebut adalah benar. Akan tetapi, banyak orang yang malas memahami kabar yang muncul. Mereka hanya menggerakkan jempol pada perintah “share” sesaat setelah mengetahui adanya berita yang muncul. Perilaku membagikan kabar yang belum terverifikasi akan membuat kegaduhan pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Kabar itu akan menimbulkan kepanikan-kepanikan sehingga berujung berbagai aksi kepada sasaran hoaks.

Meretaknya hubungan masyarakat

Dengan adanya hoaks tentang seseorang atau kelompok tertentu, beberapa orang dan kelompok lainnya akan memiliki stigma negatif sesuai dengan hoaks yang disebarkan. Hal tersebut akan merenggangkan hubungan baik dalam masyarakat.

Membuang waktu dan harta dengan sia-sia

Seseorang yang mencintai hoaks akan merelakan waktu dan hartanya mengalir dengan sia-sia. Ia mengorbankan waktu dan hartanya bukan untuk mencari keridhaan Allah melainkan hanya untuk bersenang-senang saja. Dengan adanya hoaks, dia rela menyisihkan waktu dan hartanya untuk melakukan aksi yang merupakan kelanjutan dari adanya hoaks..

Dibenci oleh Allah

Allah mencintai kebaikan dan sangat membenci keburukan salah satunya yaitu penyebaran hoaks. Tidak akan ada kenyamanan bagi seorang yang hidupnya hanya menyebarkan kebohongan. Bagi mereka adalah dosa yang amat berat kecuali bila mereka bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya.