Larangan mabuk mabukan dalam Islam dan Hikmahnya

Pengertian perilaku mabuk-mabukan

Perilaku mabuk-mabukan dapat dimengerti sebagai kegiatan mengkonsumsi minu- man keras sehingga melalaikan tanggung jawab kemanusiaan sebagai wakil Allah di bumi. Dalam pandangan Islam tindakan di atas diistilahkan dengan khamr yang secara kebahasaan berarti menghalangi, menutupi.

Dinamakan demikian karena menyelubun- gi dan menghalangi akal. Arti lain dari kata khamr adalah minuman yang memabukkan. Disebut khamr karena minuman keras memunyai pengaruh negatif yang dapat menutup atau melenyapkan akal pikiran. Dengan demikian dapat dikatakan perilaku mabuk-ma- bukan diakibatkan oleh khamr yang berarti minuman keras.

Quraish Shihab menjelaskan khamr adalah segala sesuatu yang memabukkan, apapun bahan mentahnya. Minuman yang berpotensi memabukkan bila diminum den- gan kadar normal oleh seorang normal, maka minuman itu adalah khamr. Oleh karena itu, haram meminumnya, baik diminum banyak maupun sedikit serta baik ketika ia di- minum memabukkan secara faktual atau tidak.

MUI (Majelis Ulama Indonesia) mendefinisikan agak luas tentang khamr sebagai se-gala sesuatu, baik minuman atau wujud lain yang dapat menghilangkan akal dan digu- nakan untuk bersenang-senang sehingga dari definisi ini penyalahgunaan obat-obatan termasuk obat bius termasuk dalam katagori khamr.

“Setiap yang memabukkan itu khamr, sedangkan setiap khamr itu haram.“ (HR. Mus- lim) “Khamr adalah segala sesuatu yang dapat menutupi akal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jenis minuman yang memabukkan

Beberapa jenis minuman yang mengandung alkohol   tingkat tinggi dan disiny- alir sebagai mempunyai dampak buruk bagi akal dan kriminalitas di masyarakat, antara lain :

a. Bir

Bir secara harfiah berarti segala minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan berpati dan tidak melalui proses penyulingan setelah fer- mentasi. Proses pembuatan bir disebut brewing.

b. Brendy

Brendi (bahasa Inggris: brandy, berasal dari bahasa Belanda, brandewijn adalah istilah umum untuk minuman anggur hasil distilasi, dan biasanya memiliki kadar etil alkohol sekitar 40-60%. Bahan baku brendi bukan hanya anggur, melainkan juga pomace (ampas buah anggur sisa pembuatan minuman anggur) atau fermen- tasi sari buah. Bila bahan baku tidak ditulis pada label, brendi tersebut dibuat dari buah anggur asli.

c. Vodka

Vodka (bahasa Polandia: wódka) adalah sejenis minuman beralkohol berkadar tinggi, bening, dan tidak berwarna, yang biasanya disuling dari gandum yang difer- mentasi. Kecuali untuk sejumlah kecil perasa, vodka mengandung air dan alkohol (etanol). Vodka biasanya memiliki kandungan alkohol sebesar 35 sampai 60% dari isinya.

Akibat negatif perilaku mabuk-mabukan

  1. Melanggar larangan agama

Aturan larangan (pengharaman) minuman keras (khamar) berlaku untuk selu- ruh umat Islam serta tidak ada perkecualian untuk individu tertentu. Hal ini cukup jelas dinyatakan dalam QS. al Maidah [5]: 90,