Manajemen Diri: Pengertian, Cara Memanage Diri, Aspek, Teknik dan Strategi, dan Manfaat Manajemen Diri

Pengertian Manajemen Diri

Setiap orang mempunyai tujuan hidup. Tujuan hidup setiap orang berbeda-beda. Karena mereka mempunyai pemikiran yang berbeda, dan juga keinginan yang berbeda dalam kehidupannya. Ada yang sangat berambisi, biasa saja, dan ada pula yang hanya menjalani apa yang sudah di takdirkan oleh sang pencipta. Tidak gampang menjalani tujuan hidup yang sudah kita rencanakan, lantaran terkadang planning yang sudah kita ingin jalankan terbentur oleh kenyataan yang ada.

Karena kita tidak mempunyai kuasa apapapun untuk sanggup menentukan apakah tujuan yang sudah kita tentukan itu sanggup berjalan dengan baik. Karena ada sang maha pencipta yang menentukan dan mempunyai kuasa atas segala hal yang ada di dunia ini. Jika Tuhan sudah menentukan tidak apakah kita sanggup merubahnya. Oleh alasannya itu kita hanya sanggup berdoa biar tujuan yang sudah kita rancang sanggup berjalan sesuai rencana.

Perencanaan tujuan hidup yang baik tidak mudah. Karena kita harus bisa konsisten dengan apa yang sudah kita rencanakan. Dan kita sudah memikirkan baik dan buruknya terlebih dahulu.Merencanakan tujuan hidup yang baik dengan cara administrasi diri.

Pengertian administrasi diri berdasarkan beberapa andal :

  1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner : Manajemen yaitu suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
  2. Pengertian Manajemen Diri Menurut Mary Parker Follet : Manajemen yaitu suatu seni, lantaran untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.
  3. Pengertian Manajemen Diri berdasarkan George Robert Terry: administrasi yaitu pencapaian tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu dengan memakai kegiatan orang lain yang terdiri dari tindakan-tindakan dengan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengendalian (controlling).

Manajemen diri yaitu orang yang bisa untuk mengurus dirinya sendiri. Sedangkan kemampuan untuk mengurus diri sendiri itu dilihat dari kemampuan untuk mengurus wilayah diri yang paling bermasalah. Dan yang paling biasa bermasalah dalam diri itu yaitu hati. Oleh lantaran itu kita harus bisa Menata hati dan potensi yang ada di dalam diri diharapkan kecerdasan.

Saat ini seseorang berkarya tidak cukup dengan kecerdasan rasional yaitu seseorang yang bekerja dengan rumus dan logika kerja saja, atau dengan kecerdasan emosional (Goleman, 1996) biar merasa gembira, sanggup berafiliasi dengan orang lain, punya motivasi kerja, bertanggungjawab dan life skill lainnya. Dan satu hal lain yaitu kecerdasan spiritual biar seseorang merasa bermakna, berbakti dan mengabdi secara tulus, luhur dan tanpa pamrih yang menjajahnya.

Jika diantara ketiganya kita satukan untuk sanggup manata diri, tidaklah mungkin semua yang sudah kita rencanakan sanggup berjalan sesuai dengan cita-cita dan juga keinginan kita. Karena dari ketiga kecerdasan tersebut saling mendukung dalam menata diri.Kesuksesan sanggup dilihat dari kesuksesan seseorang dalam memanajementkan dirinya sendiri. Karena sehabis sanggup memanejementkan diri sendiri niscaya orang itu akan sanggup memimpin.